26.9 C
Jakarta
Tuesday, March 10, 2026

Remaja 18 Tahun Tewas Tenggelam di Danau Bekas Galian C Sampit

KOTAWARINGIN TIMUR, PROKALTENG.CO – Niat menyusul teman-temannya berenang di tengah danau, Ananda Putra Wijaya (18) justru berujung petaka.

Remaja asal Sampit itu dilaporkan tenggelam dengan kondisi meninggal dunia di danau bekas galian C kawasan Perumahan Bina Karya, Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Desa Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (26/2/2026) sore, diduga akibat kelelahan saat berenang sejauh puluhan meter dari bibir danau.

Korban dilaporkan tenggelam di danau bekas galian c itu sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat itu berenang menuju titik di tengah danau sejauh kurang lebih 75 hingga 100 meter dari bibir danau untuk menyusul teman-temannya.

Namun diduga kelelahan, korban akhirnya tenggelam.

Baca Juga :  Gagal Melakukan Aksi Jambret, Pria di Kobar Ini Dibekuk Polisi

“Informasi awal, korban berenang menuju titik sekitar 75 sampai 100 meter dari pinggir danau untuk mengejar teman-temannya. Diduga karena kelelahan, korban tenggelam. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam dilansir dari Kalteng Pos.

Mendapat laporan itu, operasi pencarianpun dilakukan. Upaya pencarian yang dilakukan sejak sore itu dilangsungkan bersama Pos SAR Sampit, Polres Kotim, PMI, lurah setempat, serta masyarakat.

Electronic money exchangers listing

Sebanyak 14 personel BPBD diterjunkan dengan dukungan satu unit perahu karet, kendaraan operasional, serta peralatan jala ikan. 

Tim melakukan penyelaman dan penyisiran menggunakan perahu karet di perairan yang memiliki kedalaman bervariasi antara 160 hingga 180 sentimeter dengan kondisi air keruh itu.

Baca Juga :  Kasus Izin Tambang, DPRD Kalteng Hormati Proses Hukum

Usai beberapa jam mencari, korban akhirnya ditemukan pada pukul 19.50 WIB. 

“Korban ditemukan sekitar 20 sampai 25 meter dari pinggir danau,” jelasnya.

Korban kemudian dievakuasi oleh tim PMI dan dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan visum.

“Jenazah kami bawa ke kamar mayat RSUD dR Murjani untuk visum,” tandasnya. (mif/kpg)

KOTAWARINGIN TIMUR, PROKALTENG.CO – Niat menyusul teman-temannya berenang di tengah danau, Ananda Putra Wijaya (18) justru berujung petaka.

Remaja asal Sampit itu dilaporkan tenggelam dengan kondisi meninggal dunia di danau bekas galian C kawasan Perumahan Bina Karya, Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Desa Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (26/2/2026) sore, diduga akibat kelelahan saat berenang sejauh puluhan meter dari bibir danau.

Korban dilaporkan tenggelam di danau bekas galian c itu sekitar pukul 16.30 WIB.

Electronic money exchangers listing

Saat itu berenang menuju titik di tengah danau sejauh kurang lebih 75 hingga 100 meter dari bibir danau untuk menyusul teman-temannya.

Namun diduga kelelahan, korban akhirnya tenggelam.

Baca Juga :  Gagal Melakukan Aksi Jambret, Pria di Kobar Ini Dibekuk Polisi

“Informasi awal, korban berenang menuju titik sekitar 75 sampai 100 meter dari pinggir danau untuk mengejar teman-temannya. Diduga karena kelelahan, korban tenggelam. Kejadian diperkirakan sekitar pukul 16.30 WIB,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam dilansir dari Kalteng Pos.

Mendapat laporan itu, operasi pencarianpun dilakukan. Upaya pencarian yang dilakukan sejak sore itu dilangsungkan bersama Pos SAR Sampit, Polres Kotim, PMI, lurah setempat, serta masyarakat.

Sebanyak 14 personel BPBD diterjunkan dengan dukungan satu unit perahu karet, kendaraan operasional, serta peralatan jala ikan. 

Tim melakukan penyelaman dan penyisiran menggunakan perahu karet di perairan yang memiliki kedalaman bervariasi antara 160 hingga 180 sentimeter dengan kondisi air keruh itu.

Baca Juga :  Kasus Izin Tambang, DPRD Kalteng Hormati Proses Hukum

Usai beberapa jam mencari, korban akhirnya ditemukan pada pukul 19.50 WIB. 

“Korban ditemukan sekitar 20 sampai 25 meter dari pinggir danau,” jelasnya.

Korban kemudian dievakuasi oleh tim PMI dan dibawa ke kamar jenazah RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan visum.

“Jenazah kami bawa ke kamar mayat RSUD dR Murjani untuk visum,” tandasnya. (mif/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru