26.2 C
Jakarta
Monday, March 2, 2026

Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan 2026, Lengkap Teks Arab dan Latin

PROKALTENG.CO-Sebelum bulan suci tiba, banyak orang Muslim mulai mempersiapkan diri, tidak hanya secara mental dan beribadah, namun juga dalam menjaga kebersihan dan kesucian diri.  Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah mandi wajib sebelum memasuki hari pertama berpuasa.

Tradisi ini sudah lama dikenal oleh masyarakat dengan nama padusan, terutama bagi orang-orang yang ingin memulai bulan Ramadan dalam kondisi yang suci dari hadas besar.

Selain sebagai bentuk menghormati bulan yang penuh berkah, mandi wajib juga sangat penting agar seseorang bisa melakukan ibadah lain seperti shalat, membaca Al-Quran, dan berbagai aktivitas ibadah dengan lancar tanpa hambatan.

Mandi wajib bukan merupakan syarat yang harus dipenuhi agar puasa sah.

Artinya, seseorang tetap boleh berpuasa meskipun belum mandi wajib di malam hari, selama ia memulai puasa sebelum fajar dan sudah berniat untuk berpuasa.

Meski begitu, para ulama menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki hadas besar disarankan untuk mandi terlebih dahulu sebelum waktu Subuh tiba.

Tujuannya bukan supaya puasa tersebut sah, tetapi agar orang itu bisa menjalankan ibadah lain seperti shalat Subuh dalam kondisi yang suci.

Electronic money exchangers listing

Dalam beberapa kitab hadis, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu fajar dalam kondisi junub, kemudian beliau berwudhu dan tetap melanjutkan puasa.

Namun, perlu dipahami bahwa istilah “Mandi Sebelum Puasa Ramadan” sering digunakan dalam dua situasi, yaitu mandi sunnah untuk mempersiapkan diri menjelang Ramadan, serta mandi wajib yang harus dilakukan oleh seseorang yang sedang dalam kondisi junub atau hadas besar.

Dalam beberapa cerita hadis, disebutkan bahwa Nabi SAW pernah masuk saat fajar dalam kondisi junub, lalu beliau berwudhu dan tetap melanjutkan berpuasa.

Ini menunjukkan bahwa kondisi junub saat fajar tiba tidak langsung membatalkan puasa, asalkan seseorang langsung berusaha untuk beribadah lainnya.

Mandi sunnah sebelum Ramadan dipahami sebagai cara untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan suci, sekaligus menjaga kebersihan tubuh dan ketenangan hati.

Baca Juga :  BRI Optimistis Bisnis Remitansi Mampu Tumbuh Hingga 25% selama Ramadan dan Lebaran 2024

Mandi wajib dilakukan bila seseorang mengalami hadas besar.

Beberapa situasi yang memerlukan mandi besar antara lain:

  • Mengeluarkan air mani, baik karena bermimpi basah maupun alasan lainnya.
  • Melakukan hubungan suami istri
  • Selesai haid bagi perempuan
  • Selesai nifas setelah melahirkan
  • Memasuki agama Islam, menurut pendapat sebagian ulama, dianggap sebagai cara untuk membersihkan diri.

Mandi wajib sebelum berpuasa itu hanya untuk membersihkan diri dari hadas besar, bukan sebagai syarat wajib dalam berpuasa.

Namun, banyak orang Muslim memilih melakukannya lebih dulu agar merasa lebih tenang ketika memasuki hari pertama bulan Ramadan.

Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadan 

Mandi wajib bukanlah mandi biasa.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara berurutan agar mandi tersebut dianggap sah menurut aturan syariat.

Berikut langkah-langkahnya:

Bacalah niat mandi wajib sebelum masuk ke kamar mandi atau ketika akan memulai mandi.

Cuci tangan kanan dan kiri masing-masing tiga kali.

Bersihkan bagian belakang, kemaluan, serta area yang mudah kotor seperti ketiak, perut, dan sela jari kaki menggunakan tangan kiri.

Cuci kembali kedua tangan hingga benar-benar bersih, kamu bisa menggunakan sabun.

Berwudu sebagaimana wudu untuk shalat.

Rambut dicuci dari akar hingga ujung secara merata.

Guyur air di kepala tiga kali sampai seluruh bagian kepala basah.

Siramkan air ke bagian tubuh kanan tiga kali, lalu lanjutkan ke bagian tubuh kiri juga tiga kali.

Pastikan area lipatan kulit seperti bagian belakang telinga, leher, dan sela-sela tubuh juga tidak luput dari pembersihan.

Lanjutkan mandi seperti biasa hingga seluruh tubuh benar-benar bersih.

Sebelum keluar dari kamar mandi, disarankan untuk berwudu kembali seperti saat berwudu sebelum shalat.

Niat Mandi Wajib

Ada dua cara mandi yang bisa dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan, masing-masing dengan tujuan yang berbeda.

  1. Niat Mandi Sunnah Sebelum Ramadan
Baca Juga :  Tidurnya Orang yang Berpuasa Bernilai Ibadah

Untuk yang ingin mandi sunnah agar bisa menyambut datangnya bulan Ramadan dan tidak sedang dalam keadaan berhadas besar, berikut bacaannya:

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

  1. Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan untuk yang berhadas besar

Bagi yang sedang berhadas besar dan ingin bersuci sebelum memulai puasa, bacaan niatnya adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

Niat ini dilafalkan tepat ketika air pertama mulai disiramkan ke tubuh.

Rangkaian mandi wajib akan lebih sempurna jika ditutup dengan doa setelah keluar dari kamar mandi.

Berikut bacaannya:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang senantiasa bertobat, dan jadikanlah aku pula termasuk golongan orang yang selalu menjaga kesucian diri.”

Doa ini adalah bagian akhir yang indah dari seluruh proses membersihkan diri.

Membacanya bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan pengakuan bahwa kebersihan batin harus sejalan dengan kesiapan hati untuk menyambut Ramadan yang mulia. (fal/jpg)

PROKALTENG.CO-Sebelum bulan suci tiba, banyak orang Muslim mulai mempersiapkan diri, tidak hanya secara mental dan beribadah, namun juga dalam menjaga kebersihan dan kesucian diri.  Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah mandi wajib sebelum memasuki hari pertama berpuasa.

Tradisi ini sudah lama dikenal oleh masyarakat dengan nama padusan, terutama bagi orang-orang yang ingin memulai bulan Ramadan dalam kondisi yang suci dari hadas besar.

Selain sebagai bentuk menghormati bulan yang penuh berkah, mandi wajib juga sangat penting agar seseorang bisa melakukan ibadah lain seperti shalat, membaca Al-Quran, dan berbagai aktivitas ibadah dengan lancar tanpa hambatan.

Electronic money exchangers listing

Mandi wajib bukan merupakan syarat yang harus dipenuhi agar puasa sah.

Artinya, seseorang tetap boleh berpuasa meskipun belum mandi wajib di malam hari, selama ia memulai puasa sebelum fajar dan sudah berniat untuk berpuasa.

Meski begitu, para ulama menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki hadas besar disarankan untuk mandi terlebih dahulu sebelum waktu Subuh tiba.

Tujuannya bukan supaya puasa tersebut sah, tetapi agar orang itu bisa menjalankan ibadah lain seperti shalat Subuh dalam kondisi yang suci.

Dalam beberapa kitab hadis, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu fajar dalam kondisi junub, kemudian beliau berwudhu dan tetap melanjutkan puasa.

Namun, perlu dipahami bahwa istilah “Mandi Sebelum Puasa Ramadan” sering digunakan dalam dua situasi, yaitu mandi sunnah untuk mempersiapkan diri menjelang Ramadan, serta mandi wajib yang harus dilakukan oleh seseorang yang sedang dalam kondisi junub atau hadas besar.

Dalam beberapa cerita hadis, disebutkan bahwa Nabi SAW pernah masuk saat fajar dalam kondisi junub, lalu beliau berwudhu dan tetap melanjutkan berpuasa.

Ini menunjukkan bahwa kondisi junub saat fajar tiba tidak langsung membatalkan puasa, asalkan seseorang langsung berusaha untuk beribadah lainnya.

Mandi sunnah sebelum Ramadan dipahami sebagai cara untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan suci, sekaligus menjaga kebersihan tubuh dan ketenangan hati.

Baca Juga :  BRI Optimistis Bisnis Remitansi Mampu Tumbuh Hingga 25% selama Ramadan dan Lebaran 2024

Mandi wajib dilakukan bila seseorang mengalami hadas besar.

Beberapa situasi yang memerlukan mandi besar antara lain:

  • Mengeluarkan air mani, baik karena bermimpi basah maupun alasan lainnya.
  • Melakukan hubungan suami istri
  • Selesai haid bagi perempuan
  • Selesai nifas setelah melahirkan
  • Memasuki agama Islam, menurut pendapat sebagian ulama, dianggap sebagai cara untuk membersihkan diri.

Mandi wajib sebelum berpuasa itu hanya untuk membersihkan diri dari hadas besar, bukan sebagai syarat wajib dalam berpuasa.

Namun, banyak orang Muslim memilih melakukannya lebih dulu agar merasa lebih tenang ketika memasuki hari pertama bulan Ramadan.

Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadan 

Mandi wajib bukanlah mandi biasa.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara berurutan agar mandi tersebut dianggap sah menurut aturan syariat.

Berikut langkah-langkahnya:

Bacalah niat mandi wajib sebelum masuk ke kamar mandi atau ketika akan memulai mandi.

Cuci tangan kanan dan kiri masing-masing tiga kali.

Bersihkan bagian belakang, kemaluan, serta area yang mudah kotor seperti ketiak, perut, dan sela jari kaki menggunakan tangan kiri.

Cuci kembali kedua tangan hingga benar-benar bersih, kamu bisa menggunakan sabun.

Berwudu sebagaimana wudu untuk shalat.

Rambut dicuci dari akar hingga ujung secara merata.

Guyur air di kepala tiga kali sampai seluruh bagian kepala basah.

Siramkan air ke bagian tubuh kanan tiga kali, lalu lanjutkan ke bagian tubuh kiri juga tiga kali.

Pastikan area lipatan kulit seperti bagian belakang telinga, leher, dan sela-sela tubuh juga tidak luput dari pembersihan.

Lanjutkan mandi seperti biasa hingga seluruh tubuh benar-benar bersih.

Sebelum keluar dari kamar mandi, disarankan untuk berwudu kembali seperti saat berwudu sebelum shalat.

Niat Mandi Wajib

Ada dua cara mandi yang bisa dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan, masing-masing dengan tujuan yang berbeda.

  1. Niat Mandi Sunnah Sebelum Ramadan
Baca Juga :  Tidurnya Orang yang Berpuasa Bernilai Ibadah

Untuk yang ingin mandi sunnah agar bisa menyambut datangnya bulan Ramadan dan tidak sedang dalam keadaan berhadas besar, berikut bacaannya:

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”

  1. Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan untuk yang berhadas besar

Bagi yang sedang berhadas besar dan ingin bersuci sebelum memulai puasa, bacaan niatnya adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

Niat ini dilafalkan tepat ketika air pertama mulai disiramkan ke tubuh.

Rangkaian mandi wajib akan lebih sempurna jika ditutup dengan doa setelah keluar dari kamar mandi.

Berikut bacaannya:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, waj-alni minal-mutathahirrina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku bagian dari orang-orang yang senantiasa bertobat, dan jadikanlah aku pula termasuk golongan orang yang selalu menjaga kesucian diri.”

Doa ini adalah bagian akhir yang indah dari seluruh proses membersihkan diri.

Membacanya bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan pengakuan bahwa kebersihan batin harus sejalan dengan kesiapan hati untuk menyambut Ramadan yang mulia. (fal/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru