PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kota Palangka Raya, tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km 17, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, pada Senin (9/2/2026).
Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat proses pemadaman dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 16.30 WIB.
“Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan jenis vegetasi yang terbakar berupa pakis-pakisan, semak belukar seperti rumput dan serasah, ilalang, serta batang pohon. Tipe kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran permukaan atas dan bawah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Pauzi pada Selasa (10/2).
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari parit dengan jarak sekitar 60 meter dari titik api. Adapun luasan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 2,02 hektare.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut terdiri dari TRC BPBD Kota Palangka Raya, Dishut Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), serta BPBPK Provinsi Kalteng.
Heri mengatakan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan pemadaman di lokasi tersebut.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan saat ini kondisi di lapangan sudah aman serta terus dilakukan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru,” ujarnya.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat terkait mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi tanah gambut yang mudah terbakar. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kota Palangka Raya, tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km 17, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, pada Senin (9/2/2026).
Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat proses pemadaman dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 16.30 WIB.
“Kebakaran terjadi di lahan gambut dengan jenis vegetasi yang terbakar berupa pakis-pakisan, semak belukar seperti rumput dan serasah, ilalang, serta batang pohon. Tipe kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran permukaan atas dan bawah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Heri Pauzi pada Selasa (10/2).
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas memanfaatkan sumber air dari parit dengan jarak sekitar 60 meter dari titik api. Adapun luasan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 2,02 hektare.
Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut terdiri dari TRC BPBD Kota Palangka Raya, Dishut Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), serta BPBPK Provinsi Kalteng.
Heri mengatakan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan pemadaman di lokasi tersebut.
“Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dan saat ini kondisi di lapangan sudah aman serta terus dilakukan pemantauan untuk mencegah munculnya titik api baru,” ujarnya.
Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat terkait mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi tanah gambut yang mudah terbakar. (jef)