Bernardo Tavares sudah menganalisis Malut United dan langsung bersiap menatap laga perdana bersama Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo. Kedatangannya membawa optimisme baru karena Green Force disebut siap tancap gas menghadapi lawan terberat di awal era kepelatihan barunya.
Pelatih asal Portugal itu resmi mendarat di Kota Pahlawan pada Minggu (4/1/2026) malam. Kehadirannya menandai dimulainya fase baru Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026 yang masih menyisakan persaingan ketat papan atas.
Bernardo Tavares tidak datang sendirian saat menerima tantangan besar di Surabaya. Ia membawa Renato Duarte yang dipercaya mengisi peran asisten pelatih untuk memperkuat struktur tim kepelatihan.
Di Persebaya Surabaya, Bernardo juga langsung bekerja sama dengan staf lama yang sudah mengenal karakter tim. Uston Nawawi, Shin Sang-gyu, dan Felipe Americo Martins Goncalves sebagai pelatih penjaga gawang tetap menjadi bagian penting dalam transisi ini.
Profesionalisme Bernardo terlihat sejak hari pertama karena langsung menaruh perhatian pada calon lawan terdekat.Persebaya Surabaya dijadwalkan menghadapi Malut United pada pekan ke-17, pertandingan yang dinilai krusial untuk menjaga momentum.
“Pada saat ini, saya harus jujur dengan Anda. Klub sudah menang dua kali (sebelum kedatangan Bernardo Tavares lawan Persijap Jepara dan Madura United).”
Pernyataan itu menunjukkan Bernardo memahami konteks psikologis tim sebelum dirinya resmi bekerja penuh.
“Terkadang menang, terkadang tidak menang.” Kalimat tersebut menjadi pengakuan jujur tentang dinamika performa Persebaya Surabaya sepanjang musim yang belum sepenuhnya stabil.
“Tapi, menang sangat penting untuk memberikan moral. Saya akan mencoba untuk menjaga hal-hal yang mereka lakukan dengan baik, dan mencoba langkah-langkah untuk melihat hal-hal yang kita bisa meningkatkan sebagai sebuah tim.”
Bernardo menegaskan pendekatannya tidak akan menghapus fondasi yang sudah ada.
Pendekatan itu relevan karena Persebaya Surabaya baru saja meraih dua kemenangan beruntun. Modal tersebut menjadi titik awal yang penting sebelum menghadapi ujian berat dari tim papan atas.
“Karena sekarang, kita akan bermain dengan Malut. Malut adalah sebuah tim yang hanya kalah dua kali.” Bernardo secara terbuka mengakui kualitas calon lawan yang sedang tampil konsisten.
“Tidak ada yang berhasil mengalahkan lebih dari dua tim.” Penekanan ini memperlihatkan betapa solidnya Malut United sepanjang paruh musim pertama.
“Mereka hanya kalah dua kali. Mereka akan melihat berapa banyak pertandingan mereka menangkan.” Bernardo membaca Malut sebagai tim dengan mental pemenang dan rasa percaya diri tinggi.
“Jadi, akan menjadi sebuah tim yang sangat sulit yang akan muncul pada 10 Januari.” Pernyataan ini sekaligus menjadi alarm bagi Persebaya Surabaya agar tampil disiplin sejak menit awal.
Secara statistik, Malut United memang layak diwaspadai karena hanya dua kali kalah, empat kali imbang, dan sepuluh kali menang dari 16 laga. Catatan itu menempatkan mereka sebagai salah satu tim paling stabil musim ini.
Persebaya Surabaya sendiri mengoleksi enam kemenangan, tujuh hasil seri, dan tiga kekalahan dari 16 pertandingan. Produktivitas 22 gol dengan kebobolan 15 gol menunjukkan keseimbangan yang masih bisa ditingkatkan.
Dari sisi penyerangan, Green Force mencatat 161 tembakan dengan 64 mengarah ke gawang. Akurasi tembakan 40 persen dan 13 umpan gol menjadi indikator potensi yang belum sepenuhnya meledak.
Dalam permainan tim, Persebaya Surabaya mencatat 5.199 umpan dengan akurasi 80 persen. Data ini menegaskan karakter bermain yang mengandalkan penguasaan bola dan sirkulasi rapi.
Aspek pertahanan juga menyimpan cerita menarik dengan 320 intersep dan 271 sapuan. Namun, catatan tiga nirbobol menunjukkan konsistensi bertahan masih menjadi pekerjaan rumah.
Disiplin menjadi catatan tersendiri karena Persebaya Surabaya mengoleksi 30 kartu kuning dan enam kartu merah. Pengelolaan emosi akan menjadi kunci saat menghadapi Malut United yang bermain efektif.
Dengan analisis matang dan modal statistik yang jelas, Bernardo Tavares membawa harapan baru bagi publik Surabaya.Gelora Bung Tomo pun disiapkan menjadi saksi apakah Persebaya Surabaya benar-benar siap tancap gas di bawah komando pelatih barunya.(jpc)


