PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO–Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Alpius Patanan, melaporkan bahwa banjir masih melanda dua kabupaten di Kalimantan Tengah, yakni Kapuas dan Pulang Pisau. Ribuan warga terdampak, dengan ratusan rumah dan fasilitas umum terendam air.
“Di Kabupaten Pulang Pisau, banjir menggenangi dua kecamatan, yaitu Kecamatan Jabiren Raya dan Kecamatan Sebangau Kuala. Ketinggian air dilaporkan mencapai 100-150 cm. Kondisi ini berdampak pada 7.211 jiwa, merendam 284 bangunan rumah, dan 44 fasilitas umum,” ucap Alpius Patanan, Rabu (25/12).
Sementara itu, di Kabupaten Kapuas, banjir melanda empat kecamatan, yakni Kecamatan Kapuas Tengah, Pasak Talawang, Timpah, dan Mantangai. Ketinggian air di wilayah ini bervariasi antara 60 hingga 400 cm. Sebanyak 22.629 jiwa terdampak, dengan 4.783 bangunan rumah terendam. Selain dampak banjir, tiga wilayah di Kalimantan Tengah saat ini berstatus darurat bencana.
Kabupaten Lamandau menetapkan status Siaga Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Batingsor) sejak 15 Oktober hingga 31 Desember 2024. Selanjutnya, di Kabupaten Murung Raya, status darurat telah bertransisi ke pemulihan pasca bencana banjir yang berlaku mulai 28 Oktober hingga 26 Desember 2024. Sementara itu, Kabupaten Pulang Pisau berada dalam masa tanggap darurat banjir sejak 11 Desember hingga 31 Desember 2024.
“BPB-PK terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menangani dampak banjir serta membantu warga yang terdampak. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi hujan lebat yang dapat memperparah kondisi banjir,” tandasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) memprediksi cuaca hujan berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Tengah, selama seminggu kedepan hingga pada malam Tahun Baru.
Prakirawan BMKG, Chandra Mukti Wijaya, menyampaikan bahwa kondisi cuaca hingga akhir tahun diperkirakan umumnya berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, Rabu (25/12).
“Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 derajat celcius hingga 33 derajat celcius dengan kelembaban udara mencapai 60 persen hingga 100 persen, angin akan bertiup dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer perjam,” ungkap Chandra.
Sehingga BMKG juga memberikan peringatan dini terkait hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah. Masyarakat diminta waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti genangan air, banjir, dan pohon tumbang.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan konvektif, termasuk awan Cumulonimbus, yang dapat memicu hujan deras, angin kencang, serta meningkatkan tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah.
“Periksa dan pantau terus informasi prakiraan cuaca terbaru melalui aplikasi INFO BMKG yang tersedia di App Store dan Play Store,” tambah Chandra.
Ia mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan membawa payung, jas hujan, atau jaket, terutama bagi yang berencana merayakan Tahun Baru di luar ruangan.
Dengan memperhatikan peringatan dini dan memantau informasi terkini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Tahun Baru dengan aman dan terhindar dari risiko cuaca ekstrem. BMKG juga mengimbau untuk tetap berhati-hati, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. (ovi/mut/ala/kpg)