31.3 C
Jakarta
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Inilah Orang yang Mengajak Rombongan Terduga Teroris ke Kalteng

PALANGKA RAYA – Masuknya gerombolan tersangka dan terduga teroris
bersama rombangan ke Palangka Raya dan Gunung Mas, tidak semerta datang begitu
saja. Mereka diajak migrasi dan dijanjikan tentang potensi Kalteng yang
menggiurkan untuk menumpuk logistik.

Mereka menganggap aman ketika
mengasingkan diri alias uzlah atau
pengasingan diri di Bumi Tambun Bungai.

Sebanyak 32 terduga dan 2 tersangka
teroris tersebut diajak dan dijanjikan oleh Abu Naufal alias Anshari, yang
merupakan warga Kota Palangka Raya (PKY). 

“Abdullah dan Tomi serta
rombongan terduga teroris lainnya ke sini itu diajak oleh Anshari yang
merupakan warga Kota Palangka Raya. Tidak hanya diajak, Anshari juga
menjanjikan bahwa di Kalteng sangat potensial untuk mengumpulkan logistik,
serta aman untuk melakukan pelatihan dan pengasingan diri,” ucap Kapolda Kalteng
Irjen Pol Anang Revandoko melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan, Rabu
(12/6).

Baca Juga :  Setelah Wali Kota, Kini Bu Sekda Kota Palangka Raya Dinyatakan Sembuh

Potensi ekonomi yang dijanjikan
suami Maya (warga Kapuas) tersebut, ialah emas, berjualan sembako,
sayur-sayuran, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, warga PKY yang sejak lama
terpapar teroris jaringan JAD binaan ISIS tersebut, juga menjanjikan Kalteng
sangat kondusif untuk aktivitas uzlah dan pelatihan terkait misi terorisme untuk
menjatuhkan pemerintahan.

Tidak hanya Anshari dan Maya,
warga Kalteng lainnya yang juga terpapar paham radikal jaringan JAD binaan ISIS
adalah Nur Aminah, asal Anjir Mambulau, Kabupaten Kapuas.

Kedatangan gerombolan teroris ke tanah
Kalteng, diduga setelah terbongkarnya aktivitas di wilayah Kabupaten Gunung
Salak, Provinsi Aceh, Desember 2018 lalu.

Meskipun sangat menjanjikan dari
segi ekonomi dan keamanan, langkah kedua tersangka yang masuk dalam daftar
pencarian orang (DPO) JAD Aceh sebagai teroris terus dibuntuti oleh Mabes Polri.

Baca Juga :  Satu Unit Rumah Habis, Kabel PLN Meleleh dan Hampir Putus

“Tomi dan Abdullah ini kan DPO,
otomatis langkah mereka terus diikuti. Ternyata dua orang ini juga membawa
gerombolan pengikut, seperti istri, anak, dan juga beberapa orang yang mungkin
tergiur dengan kelompok pemberontak ini,” ujarnya.

Tomi dan Abdullah memilih datang
ke Kalteng. Sedangkan rekan-rekan lainnya menuju Medan. Keduanya mengajak lagi
gerombolannya ke Kalteng, sekitar pertengahan bulan puasa lalu. Namun, belum
lama menjalankan uzlahh dan pengumpulan logistik di Kalteng, dua tersangka dan
puluhan terduga teroris lainnya ini diamankan di dua tempat berbeda dalam waktu
dua puluh empat jam oleh Densus 88 dan Polda Kalteng, Senin (10/6). (old/ce/abe/ctk/nto)

PALANGKA RAYA – Masuknya gerombolan tersangka dan terduga teroris
bersama rombangan ke Palangka Raya dan Gunung Mas, tidak semerta datang begitu
saja. Mereka diajak migrasi dan dijanjikan tentang potensi Kalteng yang
menggiurkan untuk menumpuk logistik.

Mereka menganggap aman ketika
mengasingkan diri alias uzlah atau
pengasingan diri di Bumi Tambun Bungai.

Sebanyak 32 terduga dan 2 tersangka
teroris tersebut diajak dan dijanjikan oleh Abu Naufal alias Anshari, yang
merupakan warga Kota Palangka Raya (PKY). 

“Abdullah dan Tomi serta
rombongan terduga teroris lainnya ke sini itu diajak oleh Anshari yang
merupakan warga Kota Palangka Raya. Tidak hanya diajak, Anshari juga
menjanjikan bahwa di Kalteng sangat potensial untuk mengumpulkan logistik,
serta aman untuk melakukan pelatihan dan pengasingan diri,” ucap Kapolda Kalteng
Irjen Pol Anang Revandoko melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan, Rabu
(12/6).

Baca Juga :  Setelah Wali Kota, Kini Bu Sekda Kota Palangka Raya Dinyatakan Sembuh

Potensi ekonomi yang dijanjikan
suami Maya (warga Kapuas) tersebut, ialah emas, berjualan sembako,
sayur-sayuran, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, warga PKY yang sejak lama
terpapar teroris jaringan JAD binaan ISIS tersebut, juga menjanjikan Kalteng
sangat kondusif untuk aktivitas uzlah dan pelatihan terkait misi terorisme untuk
menjatuhkan pemerintahan.

Tidak hanya Anshari dan Maya,
warga Kalteng lainnya yang juga terpapar paham radikal jaringan JAD binaan ISIS
adalah Nur Aminah, asal Anjir Mambulau, Kabupaten Kapuas.

Kedatangan gerombolan teroris ke tanah
Kalteng, diduga setelah terbongkarnya aktivitas di wilayah Kabupaten Gunung
Salak, Provinsi Aceh, Desember 2018 lalu.

Meskipun sangat menjanjikan dari
segi ekonomi dan keamanan, langkah kedua tersangka yang masuk dalam daftar
pencarian orang (DPO) JAD Aceh sebagai teroris terus dibuntuti oleh Mabes Polri.

Baca Juga :  Satu Unit Rumah Habis, Kabel PLN Meleleh dan Hampir Putus

“Tomi dan Abdullah ini kan DPO,
otomatis langkah mereka terus diikuti. Ternyata dua orang ini juga membawa
gerombolan pengikut, seperti istri, anak, dan juga beberapa orang yang mungkin
tergiur dengan kelompok pemberontak ini,” ujarnya.

Tomi dan Abdullah memilih datang
ke Kalteng. Sedangkan rekan-rekan lainnya menuju Medan. Keduanya mengajak lagi
gerombolannya ke Kalteng, sekitar pertengahan bulan puasa lalu. Namun, belum
lama menjalankan uzlahh dan pengumpulan logistik di Kalteng, dua tersangka dan
puluhan terduga teroris lainnya ini diamankan di dua tempat berbeda dalam waktu
dua puluh empat jam oleh Densus 88 dan Polda Kalteng, Senin (10/6). (old/ce/abe/ctk/nto)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru