26 C
Jakarta
Saturday, March 14, 2026

Muhammadiyah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026, Begini Perhitungannya

PROKALTENG.CO-Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026. Penentuan tersebut didasarkan pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

“Berdasarkan kriteria kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M” demikian keterangan resmi Muhammadiyah, dikutip pada Jumat 13 Maret 2026.

Dijelaskan bahawa, dalam sistem kalender tersebut, penentuan awal bulan Hijriah tidak lagi dibatasi oleh wilayah tertentu. Seluruh bumi dipandang sebagai satu kesatuan wilayah pengamatan (matlak), sehingga awal bulan Islam dapat dimulai secara bersamaan di seluruh dunia ketika syarat astronomis telah terpenuhi di salah satu lokasi di bumi.

“Pendekatan ini menitikberatkan pada parameter astronomi tertentu. Dalam KHGT, bulan baru dinyatakan dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC telah tercapai dua syarat utama, yakni elongasi bulan minimal 8 derajat serta tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam di suatu tempat di dunia” katanya.

Baca Juga :  Belasan Pegawai Kanwil Kemenkumham Kalteng Terpapar Covid-19

Selain itu, terdapat ketentuan tambahan apabila syarat tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC. Dalam kondisi tersebut, bulan baru tetap bisa dimulai dengan syarat parameter astronomis itu terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum waktu fajar di wilayah Selandia Baru.

Berdasarkan data astronomi yang dianalisis oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seluruh parameter tersebut telah terpenuhi untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah. Peristiwa ijtimak tercatat terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Setelah fase ijtimak tersebut, posisi bulan terus bergerak menjauh dari matahari hingga mencapai parameter visibilitas yang disyaratkan dalam sistem kalender global tersebut.

Electronic money exchangers listing

Wilayah pertama yang tercatat memenuhi kriteria astronomis berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di lokasi ini, matahari terbenam pada pukul 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC. Saat matahari terbenam, tinggi bulan tercatat sekitar 6,49 derajat dengan elongasi mencapai 8 derajat, sehingga melampaui batas minimal yang ditetapkan KHGT.

Baca Juga :  Mensos Minta Pemda di Kalteng Evaluasi Penanganan Banjir

Parameter yang sama juga tercatat terpenuhi di Makkah, Arab Saudi. Pada 19 Maret 2026, matahari terbenam di kota tersebut pada pukul 18:34:04 waktu setempat atau 15:34:04 UTC. Pada saat itu tinggi bulan geosentrik tercatat +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik mencapai 08° 05′ 24″, nilai yang berada di atas batas minimal kriteria kalender global.

Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pukul 16:50:02 UTC. Hal ini menegaskan bahwa seluruh syarat dalam sistem KHGT telah terpenuhi dalam rentang waktu yang ditentukan.

Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

“Penetapan ini berlaku secara global sesuai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadikan seluruh dunia sebagai satu sistem kalender hijriah” demikian Muhammadiyah. (fin)

PROKALTENG.CO-Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026. Penentuan tersebut didasarkan pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang menggunakan sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

“Berdasarkan kriteria kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M” demikian keterangan resmi Muhammadiyah, dikutip pada Jumat 13 Maret 2026.

Dijelaskan bahawa, dalam sistem kalender tersebut, penentuan awal bulan Hijriah tidak lagi dibatasi oleh wilayah tertentu. Seluruh bumi dipandang sebagai satu kesatuan wilayah pengamatan (matlak), sehingga awal bulan Islam dapat dimulai secara bersamaan di seluruh dunia ketika syarat astronomis telah terpenuhi di salah satu lokasi di bumi.

Electronic money exchangers listing

“Pendekatan ini menitikberatkan pada parameter astronomi tertentu. Dalam KHGT, bulan baru dinyatakan dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC telah tercapai dua syarat utama, yakni elongasi bulan minimal 8 derajat serta tinggi hilal minimal 5 derajat pada saat matahari terbenam di suatu tempat di dunia” katanya.

Baca Juga :  Belasan Pegawai Kanwil Kemenkumham Kalteng Terpapar Covid-19

Selain itu, terdapat ketentuan tambahan apabila syarat tersebut baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC. Dalam kondisi tersebut, bulan baru tetap bisa dimulai dengan syarat parameter astronomis itu terjadi di daratan Benua Amerika dan peristiwa ijtimak berlangsung sebelum waktu fajar di wilayah Selandia Baru.

Berdasarkan data astronomi yang dianalisis oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seluruh parameter tersebut telah terpenuhi untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah. Peristiwa ijtimak tercatat terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Setelah fase ijtimak tersebut, posisi bulan terus bergerak menjauh dari matahari hingga mencapai parameter visibilitas yang disyaratkan dalam sistem kalender global tersebut.

Wilayah pertama yang tercatat memenuhi kriteria astronomis berada pada koordinat 64° 59′ 57.47″ LU dan 42° 3′ 3.47″ BT. Di lokasi ini, matahari terbenam pada pukul 18:12:15 waktu setempat atau 15:24:03 UTC. Saat matahari terbenam, tinggi bulan tercatat sekitar 6,49 derajat dengan elongasi mencapai 8 derajat, sehingga melampaui batas minimal yang ditetapkan KHGT.

Baca Juga :  Mensos Minta Pemda di Kalteng Evaluasi Penanganan Banjir

Parameter yang sama juga tercatat terpenuhi di Makkah, Arab Saudi. Pada 19 Maret 2026, matahari terbenam di kota tersebut pada pukul 18:34:04 waktu setempat atau 15:34:04 UTC. Pada saat itu tinggi bulan geosentrik tercatat +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik mencapai 08° 05′ 24″, nilai yang berada di atas batas minimal kriteria kalender global.

Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru pada hari yang sama tercatat pukul 16:50:02 UTC. Hal ini menegaskan bahwa seluruh syarat dalam sistem KHGT telah terpenuhi dalam rentang waktu yang ditentukan.

Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

“Penetapan ini berlaku secara global sesuai prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadikan seluruh dunia sebagai satu sistem kalender hijriah” demikian Muhammadiyah. (fin)

Terpopuler

Artikel Terbaru