KAUM Nahdliyin (warga NU) baru-baru ini dihebohkan dengan konflik yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Konflik itu seringkali direduksi menjadi perang faksi “siapa melawan siap
Setelah Selasa malam KH Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai penjabat ketua umum (tanfidziyah) PBNU, Kamis siang ketua umum tanfidziyah yang menolak diberhentikan, KH Yahya Cholil Staquf, mengadakan sidan
Kisruh internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tampaknya masih sulit menemui titik temu. Kini bahkan terjadi dua kubu yakni KH Yahya Cholil Staquf dan KH Zulfa Mustofa.
Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah menjadi sorotan setelah munculnya desakan agar Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mundur dari jabatannya. Kondisi ini
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengevakuasi warga sipil dari Gaza, Palestina ke Republik Indonesia (RI).
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memberikan arahan langsung kepada jajaran Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Kalimantan Tengah (Kalteng
Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran. Menghadiri dan menyaksikan langsung pelantikan 7 (tujuh) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari wilayah Kota Palangka Raya, Kabupaten Kat
Pelaksana Harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Maskur, menghadiri Kuliah Umum yang disampaikan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa.