Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan di wilayah ini. Berbagai metode yang selaras denga perkembangan zaman dilakukan untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan. Salah satunya adalah rekam medis elektronik (RME).
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi mengaku pihaknya siap mengerahkan tenaga kesehatan jika diperlukan untuk menyukseskan Pemilu tahun ini. Sehingga kesiapan itu adalah bukti kontribusi mereka dalam menyukseskan Pemilu.
Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, pemerintah sendiri telah menganggarkan angka yang fantastis untuk fasilitas kesehatan. Hal itu demi memastikan fasilitas kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, (Kotim) mencatat terdapat 441 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama tahun 2023 mulai dari Januari hingga pertengahan November, tetapi hingga saat ini, belum menaikan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus DBD.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mencatat mulai Bulan Januari hingga pertengahan November 2023 ada sebanyak 441 kasus demam berdarah dengue (DBD).
Peningkatan mutu pelayanan kesehatan terus menjadi fokus bagi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejauh ini, mutu pelayanan kesehatan di Kotim sudah dianggap baik. Hal itu dibuktikan dengan raihan paripurna bagi beberapa fasilitas kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim) Umar Kaderi, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai genangan-genangan air di sekitar rumah, lahan kosong yang tidak tertutup rapat dapat menjadi tempat tumbuh jentik-jentik nyamuk.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawatingin Timur (Kotim) akan mewajibkan setiap apotek yang ada di wilayah ini untuk mendapatkan pembinaan. Pembinaan tersebut akan dilakukan langsung oleh pihak Dinkes Kabupaten Kotim sebagai penerbit izin operasional fasilitas pelayanan kefarmasian kepada Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola.
Kualitas udara di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dalam dua minggu terakhir ini semakin memburuk. Dan sangat tidak sehat. Akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).