SUDAH sepuluh orang saya hubungi. Semua kaget: Airlangga Hartarto mundur dari jabatan ketua umum Partai Golkar. Tidak satu pun yang mengatakan ''sudah menyangka''. Atau ''sudah mendengar selentingannya''.
Dari arak-arakan Cheng Ho ini saya menarik kesimpulan: Kota Semarang kian bersih. Kian cantik. Dengan jalan kaki dari kelenteng di Jalan Lombok ke kelenteng Sam Poo Kong, saya ikut bangga pada kebersihan kota Semarang.
BAGI Anda yang sudah berumur 50 tahun sempatkanlah membayangkan lewat jalan tol baru Semarang-Sayung. Siapa tahu Anda tidak sempat lewat –tahun 2027 kelak.
Akan segera lahir puluhan ribu orang kaya baru. Mereka sebenarnya sudah rela kehilangan aset puluhan tahun lalu. Rupanya aset itu bisa kembali lagi. Pabrik-pabrik yang selama ini mulai putus asa akan bisa kembali bersinar.
SEDIH dan gembira. Itulah hasil pengalaman keliling daerah di Indonesia. Banyak bupati dan wali kota yang membuat hati gembira: begitu nyata hasil kerja mereka. Sebagian pintar mempromosikan hasil itu. Sebagian lagi tidak.
Ini lebih jauh tapi harus saya jalani. Dari Trenggalek ke Surabaya pilih lewat Ponorogo. Sudah puluhan tahun saya tidak melewati jalur itu. Kangen. Memang memutar lebih jauh tapi bisa saja lebih cepat.
Bahasan paling hangat di kalangan intelektual sepanjang pekan lalu adalah Muhamad Chatib Basri. Menteri keuangan selama 1,5 tahun di akhir masa jabatan Presiden SBY itu menulis di Kompas.