TAG
Dahlan Iskan
Amang Tabung
Indar -
Saya jadi pemandu wisata. Kemarin. Tamu saya –dua dari provinsi Jiangshu, dua dari Singapura–ingin melihat rumah sakit butik yang ditulis Disway edisi Selasa kemarin.
Puisi Ayah
Indar -
Saya ikut menitikkan air mata saat puisi seorang ayah ini dibaca. Inilah seorang ayah yang memiliki satu anak, seorang putri,
Peak Halimun
Indar -
Malam itu sudah 10 jam saya di dalam mobil. Di jalan yang nilainya lima. Sudah terlalu sore berangkat dari Bungku, ibu kota Morowali.
Sawit Atas
Indar -
Begitu mendarat di bandara Morowali, kemarin, saya disapa sesama penumpang dari Makassar. Ia jurusan Balikpapan-Makassar-Morowali. Saya jurusan Surabaya-Makassar-Morowali.
Natal Papua
Indar -
Terlalu awal kepergian saya ke Papua. Kalau saja baru sekarang ke Jayapura (dan Wamena) pastilah lebih menyenangkan. Saya bisa melihat tiga jenis lomba terkait hari raya Natal: lomba pohon Natal, pond
Jembatan Merah
Indar -
Setelah dari Wamena, barulah saya ke Jayapura. Kali ini membawa bagasi: talas Wamena.
Celana Koteka
Indar -
Setelah menyusuri sungai Baliem, besoknya saya bertemu penulis buku antropologi ini: Theo Kossay. Ia antropolog kelahiran Wamena yang sudah selesai melakukan penelitian soal "perkawinan of the year
Dahlan Dahlan
Indar -
Dahlan sekarang sudah kelas enam SD. Anaknya pintar. Ingin masuk SMP di Jawa. Pun saudara kembarnya yang lahir perempuan: Benyah Gresyah Queen Hesegem.
Bebek Djibouti
Indar -
Saya sudah urus visa ke Djibouti. Sudah berhasil. Saya ingin melihat negara di mulut Laut Merah itu. Mumpung sudah sampai di Jeddah. Jarak Jeddah-Djibouti tinggal lima sentimeter --kalau di Google Map
Angsa Hitam
Indar -
Judul skenario itu: "Angsa Hitam". Yang membawakan: Andi Widjajanto. Pentasnya: Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Arenanya: Pullman Hotel, Jakarta.
Cahaya Adharta
Indar -
Saat di Hangzhou saya dapat kiriman WA. Saya tahu pengirimnya: Adharta. Ia pengusaha sukses di Jakarta. Kelahiran Alor --pulau kecil nun jauh di NTT.
Sun Dermawan
Indar -
Saya menghadiri acara yang agak paradoks dengan keadaan pada umumnya. Kemarin. Di saat banyak pengusaha mengeluh, yang satu ini gegap gempita.
Damsyik Berseri
Indar -
Setiap menulis saya selalu berpikir: siapa yang akan membacanya. Tulisan tentang Suriah yang berseri misalnya, pasti tidak disukai yang menunggu tulisan tentang Purbaya. Sebaliknya, tulisan tentang
Tegangan Tinggi
Indar -
Saya mendekati seorang ibu dengan anak remaja putrinyi. "Bolehkah berfoto bersama?" tanya saya sesopan mungkin.
Erros Kanan
Indar -
Terbang ke Syria Minggu pagi lalu saya hanya membawa satu buku: 75 Tahun Erros Djarot. Yakni kumpulan tulisan kenangan dari teman-temannya yang banyak itu.
Rekor Kambing
Indar -
Saya pegang rekor diri sendiri: 10 hari tidak berhenti makan kambing. Maksud saya: daging kambing. Siang kambing. Malam kambing.
Benih Sapujagat
Indar -
Orang Tiongkok itu masih di Jakarta. Orang Indonesia itu masih di Beijing. Mereka bikin janji: bertemu di Changsha, ibu kota provinsi Hunan.
Lipstick Merona
Indar -
Saya mendarat di Beijing tadi malam. Telat. Tidak bisa lagi melihat parade militer terbesar di jagad raya. Apalagi ikut KTT di Tianjin.
Tempe Kedelai
Indar -
Sedikit yang diharap. Justru banyak yang didapat. Kejutan seperti itu hanya bisa datang dari orang yang tidak biasa-biasa saja: Presiden Donald Trump.
Tionghoa Sholehah
Indar -
Kian banyak lembaga pengirim calon mahasiswa Indonesia ke Tiongkok. Beberapa yang besar: Everyday Mandarin, Greatwall, Cny, I Can, Icati, Yayasan Baik, dan Panda Education. Tentu saja yang satu ini ju
Hijrah Riba
Indar -
Saya bertemu seorang pimpinan sembilan perusahaan. Ia bukan pemegang saham. Ia bilang pemegang sahamnya tunggal: Allah.
Beras Bantal
Indar -
Kadang beras, ekonomi, politik seiring sejalan. Kadang tabrakan. Waktu mereka seiring, petani bisa tersenyum-senyum. Waktu mereka tabrakan, petani yang meringis
Tiga Proposal
Indar -
Si petir Joao Angelo De Sousa Mota bikin film layar lebar. Judulnya belum ia ungkap, tapi sudah selesai dibuat.
Sayap Ekonomi
Indar -
Dalam hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh Tjing Hok.
Wabah Cepat
Indar -
Wabah kereta cepat menyebar ke mana-mana --kecuali ke Amerika Serikat. Setelah Whoosh Jakarta-Bandung kini India segera punya: Mumbay-Ahmadabad.
Khoja Mamdani
Indar -
Nasib Zohran Mamdani kelihatannya lagi baik. Calon wali kota New York yang beragama Islam ini memang dipojok-pojokkan sebagai sosialis ekstrem. Tapi pemilih yang moderat lagi terpecah tiga
Satu Zaenal
Indar -
Boleh kalah apa saja, jangan kalah dalam menjalankan kebenaran. "Itu pesan ayah saya," ujar penumpang pesawat yang duduk di sebelah saya, Senin pagi lalu.
Karam Darat
Indar -
Sudah sebulan terakhir, setiap pagi, sahabat lama saya ini kirim tulisan bagus. Soal Indonesia dalam realita –lebih tegasnya: "Indonesia dalam paradoks''.
Garuda Danantara
Indar -
Garuda Indonesia minta disuntik Rp 17 triliun. Danantara menyetujui Rp 6,5 triliun. Penggunaan uangnya Anda sudah tahu: terbanyak untuk membiayai pemeliharaan pesawat!
Teheran Baku
Indar -
"Lima jam lagi saja. Siapa tahu lima jam lagi mereka sudah bisa dihubungi," ujar sahabat Disway di Jakarta kemarin siang.
Kura Israel
Indar -
Sudah pasti: Iran belum punya senjata nuklir. Tapi Iraq juga terbukti tidak punya senjata kimia pemusnah masal. Padahal itu yang dipakai alasan bagi Amerika Serikat untuk menyerang Baghdad
Danantara Group
Indar -
Setiap kali membaca berita RUPS perusahaan BUMN selalu terlihat surat ini: surat keputusan kementerian BUMN yang berisi penentuan direksi-komisaris baru.
Gelap Terang
Indar -
"Gunung tidak harus tinggi, yang penting ada dewanya. Sungai tidak harus dalam, yang penting ada naganya".
Kedelai Pagi
Indar -
Kedelai itu awalnya tidak untuk tempe. Bukan juga untuk tahu. Anda sudah tahu –dari komentar perusuh Liang kemarin– lebih 100 tahun lalu Kedelai dikembangkan di Amerika Serikat
Lutfy Azizah
Indar -
Muhammadiyah punya Zendo. Sudah beroperasi di 27 kota/kabupaten. Tanggal 1 Juni besok mulai merambah Surabaya.
Keamanan Negara
Indar -
Anda sudah tahu: Doktor Rismon Sianipar diperiksa polisi soal pengungkapan forensiknya atas ijazah Presiden Jokowi
Memihak Rubil
Indar -
AKHIRNYA saya memihak pembalap pujaan orang Amerika. Alasan saya sangat pribadi: anak bungsu cucu Pak Iskan diberi nama yang sama: Andretti. Dua kakak Andretti
Titiek James
Indar -
Ini seperti tidak ke New York. Hanya muter di sekitar Queen dan Long Island. Tidak ke Manhattan. Tidak ke Time Square. Tidak ke Central Park. Kali ini tidak pula mampir teater Broadway.
Ganbai Ganbai
Indar -
Teman makan malam saya itu terus saja minum Motai –minuman keras termahal di Tiongkok. Padahal ia yang tadi mengemudikan mobil ke restoran ini. Padahal aturan di Tiongkok keras: yang baru minum alkoho
Gadis Embun
Indar -
Utang harus dibayar –kalau ingat. Saya pun lupa kalau pernah ''umuk'' akan bisa menulis soal anak sopir yang kini kuliah di Rizhao, Tiongkok. Untung ada perusuh yang jadi debt collector.
Powerful Kejagung
Indar -
Yang pertama merespons pertanyaan saya adalah Prof Dr Busyro Muqoddas. Ia setahun lebih muda dari saya. Prof Busyro adalah anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama periode Abraham Samad.
MBG Rizhao
Indar -
Jannet akhirnya bisa mendapatkan tiket kereta cepat di hari gawat menjelang libur panjang Hari Buruh: dari Shanghai ke Rizhao. Itu perjalanan empat jam.
Dokter Konsumen
Indar -
Hari terus berganti tanggal. Pekerjaan begitu menumpuk. Lima rumah sakit vertikal sudah jadi. Semuanya kelas triliun rupiah.
Barong Bola
Indar -
NANGGUNG sekali. Saya mendarat dari Chongqing sudah senja. Matahari Shanghai sudah mulai redup. Delegasi dari negara lain sudah lengkap. Ketua umum barongsai Indonesia Edy Kusuma, pengganti saya,
Rumah Stasiun
Indar -
Syukurlah ide lama menggabungkan stasiun KRL dengan rumah susun ternyata sudah terwujud di Jakarta.
Naik Apollo
Indar -
HARI PERTAMA di disway.id/listtag/1100/wuhan">Wuhan kami disediakan tujuh mobil. Semuanya tanpa pengemudi. Kami sangat antusias. Berebut naik duluan.
Balik Kucing
Indar -
Ini seperti kontradiksi dengan keinginan Anda. Pun keinginan negara maju. Tapi, rupanya, apa boleh buat: Tiongkok kembali mengizinkan dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar ba
Tarif Tarifan
Indar -
Trump ayo Trump ayo main tarif -tarifan, dari pada tarif beneran, bikin pusing tidak karuan...
Cermin Sikka
Indar -
Krisis bius teratasi. Dua dokter ahli anestesi yang mundur itu (Disway 14 April 2025: Krisis Bius) bersedia bertugas di RSUD T.C. Hillers lagi. Untuk selama sebulan atau dua bulan. Sambil menunggu dok
Mbak Titiek
Indar -
Begitu ingin saya menulis in memoriam untuk legenda Titiek Puspa. Saya memanggilnyi: Mbak Titiek.
Bulan Ranjang
Indar -
Inilah kelihatannya pemegang rekor baru Indonesia: Jember. Belum sampai dua bulan, P1 dan P2 nya sudah konflik.
Kaya Susah
Indar -
Harga telur naik 59 persen. Itu pasti bukan karena Lebaran --karena di sana tidak ada Lebaran.
Tas Lebaran
Indar -
Suara takbir dari kampung sebelah itu terdengar sayup. Ini Lombok Timur. Hujan menggutus di malam lebaran. Sudah lama. Sejak lepas tengah hari. Sejak saya merapat di dermaga Kayangan --baru tiba dari
Damai Bethany
Indar -
PWI bisa belajar dari PGLII. Inilah cara menyelesaikan perseteruan secara kekeluargaan
Della Surya
Indar -
TikTok benar-benar bisa dipakai alat memfitnah yang luar biasa. Saya sampai merinding melihat video-video di situ. Khususnya yang menyangkut dr Della Rianadita. Della direktur RSUD Depati Hamzah milik
Fikri Jufri
Indar -
Sudah sekitar 10 tahun terakhir Fikri Jufri tidak bisa ikut Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jawa Pos. Kesehatannya terus menurun. Sudah lama ia tidak ingat lagi nama-nama siapa pun. Kamis kemarin ia meninggal dunia.
Lubang Sama
Indar -
Ethiopia tidak akan mau melepas region Tigray untuk merdeka. Sudah dua kali Ethiopia pernah masuk lubang yang sama: melepaskan region Eritrea dan Djibouti. Bahkan tiga kali: melepaskan Somalia. Akibatnya: Ethiopia terisolasi. Tidak bisa punya pelabuhan. Wilayah pinggir lautnya sudah lepas semua.
Al Diplomat
Indar -
"Tidak boleh menginap di hotel," ujar Dr Al Busyra Basnur. "Di Wisma Kedutaan saja. Kosong," ujar Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia dan Djibouti itu.
Bulgalbi Ortodok
Indar -
Tiba kembali di Makelle saya bersiap salat Jumat. Pada pukul 06.45 masjid sudah hampir penuh. Jumatan di pukul 07.00? Aneh? Bukan tengah hari?
Miskin Bersahabat
Indar -
Gunung terakhir kami lewati. Sepanjang jalan tidak ada yang berlubang. Kemulusan aspalnya setara dengan jalan aspal non tol di Indonesia. Hanya sebagian aspalnya bergelombang, terlalu banyak truk gandeng kelebihan muatan.
Hijrah Tigray
Indar -
AWALNYA saya ingin jalan darat: dari Addis Ababa ke Makelle. Memang perlu waktu 12 jam, tapi akan bisa lebih banyak melihat berbagai wilayah di Ethiopia.
Tingtal Sebahu
Indar -
KELUAR dari bandara Makelle, saya tolah-toleh: yang mana yang menjemput saya. Semuanya hitam. Semuanya keriting. Semuanya seperti belum mandi selama tiga hari.
Solek Cleopatra
Indar -
Ruteng dan Bajawa mengubah pikiran saya tentang Flores. Addis Ababa mengubah kesan saya tentang Afrika. Dulu, sebelum ke Ruteng dan Bajawa, Flores itu gersang. Tandus. Panas. Kerontang. Ternyata belahan baratnya seindah Bali. Bahkan lebih sejuk.
Sesal Kabur
Indar -
Akhirnya saya kabur juga: ke Ethiopia. Saya tinggalkan istri dan cucu di Makkah dengan air mata. Air mata istri. Apa boleh buat. Toh ada Mas Bajuri, Inul Daratista, dan tim mereka. Istri dan cucu bisa pulang ke Jakarta bersama mereka.
Juara Inul
Indar -
Awalnya saya yang ge-er: Inul ikut di rombongan umrah ini karena ada saya di situ. Salah besar. Ternyata Inul sendiri kenal baik dengan pemilik travel Bakkah: Ahmad Bajuri.
Madinah Kabur
Indar -
Saya tidak kabur. Belum. Masih jinak di Madinah. Istri saya sudah beberapa kali bertanya: hari ini kabur dulu ke mana. "Ke masjid," jawab saya.
Karambol Madinah
Indar -
Di Madinah ternyata tidak bisa sepenuhnya ibadah. Juga harus menulis artikel ini –kalau menulis tidak termasuk ibadah. Sudah tidak bisa ibadah, tidak menerima bayaran pula. Ini bukan mengeluh –kalau mengeluh bahkan kian tidak dapat pahala.
Gosip N.d.a.s
Indar -
Pun sampai di kereta cepat Jeddah-Madinah. Yang seru dibicarakan masih "dua satu" itu. Dua topik dari satu pidato. Anda sudah tahu: dua-satu itu terjadi di acara ulang tahun partai penguasa kemarin dulu: Gerindra.
Berkah Dermawan
Indar -
Begitu banyak anak muda Indonesia yang dibiayai pemerintah Amerika Serikat. Tugasnya ringan: melihat Amerika.
Danantara 1.000 T
Indar -
BUMN sangat mungkin tidak jadi dibelah bambu. Bahkan tidak dibelah sama sekali. Seluruh perusahaan BUMN bisa langsung pindah menjadi di bawah Danantara. Yang besar maupun yang level UMKM.
Dahlan Iskan : Doktrin Wartawan Sekarang Berubah
Indar -
Kegiatan Summit Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2025) berlangsung seru.
Jantung Jonan
Indar -
"Pak Jonan sakit apa?" Saya tidak bisa menjawab. Saya sendiri kaget lihat foto yang beredar di medsos kemarin. Tapi itu foto resmi. Dimuat di IG Pak Ignasius Jonan sendiri: ia berada di kursi roda. Di sebuah rumah sakit. Terlihat ia sudah sembuh. Baru sembuh dari sakit yang kelihatannya berat.
Dua Guru
Indar -
ARIO tidak jadi ke Ternate. Ibunyalah yang dibawa ke Surabaya. Dimasukkan ke RSUD dr Soetomo. Kakak sulung ARIO yang dampingi sang ibu di perjalanan. "Baru tiba Minggu lusa. Menunggu penerbangan langsung Ternate-Surabaya," ujar ARIO Muhammad, anak bungsu dari enam bersaudara (Baca Disway kemarin).
Lomba Heboh
Indar -
Saya pernah berlomba tidak resmi dengan seorang teman dari Tiongkok: ia yang lebih sering ke Indonesia atau saya yang lebih sering ke Tiongkok.
Telat Jatah
Indar -
Kemarin saya mengalami kesulitan menjawab pertanyaan ini: kapan NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang batu bara yang dijanjikan untuk mereka.
Tiga Serangkai
Indar -
Saya di Sanur ketika dapat kabar salah satu dari tiga serangkai itu meninggal dunia: Alwi Hamu. Hari itu, di Sanur, saya selesai melihat-lihat rumah sakit baru yang hampir selesai dibangun.
Dana Anagata
Indar -
ITU tidak bisa diresmikan di bulan November 2024. Mundur ke Desember. Lalu mundur lagi ke Januari 2025.
Bukit Wangbuliao
Indar -
Anda jangan iri: saya diajak makan wang bu liao lagi. Gratis lagi. Tempatnya istimewa. Di rumah baru seorang teman. Rumah peristirahatan. Di puncak bukit Taman Dayu, dekat Tretes.
Sapi Emoooooh
Indar -
SAYA dua kali mendengarkan pidato politik Megawati Soekarnoputri di ultah ke-52 PDI-Perjuangan. Separonya kemarin malam. Sampai ketiduran. Saya teruskan separonya lagi keesokan harinya: total tiga jam lebih.
Surat Papa
Indar -
SAYA mesong di hari terakhir Alvin Lim di persemayamannya di Grand Heaven, Pluit Jakarta. Tiga ruang di lantai dasar di rumah duka itu dibuka jadi satu. Luas. Dipenuhi meja dan kursi.
Foto Pimpinan
Indar -
TiDAK hanya Anda yang gundah gulana. Juga Quraisy Mathar. Quraisy-lah yang menaikkan pamor perpustakaan itu ke level A. Yang pertama di luar Jawa yang mampu meraih akreditasi A.
Alvin Biru
Indar -
Harusnya Alvin Lim terbang ke Surabaya. Kemarin siang. Acara Alvin Senin pagi hari ini: membuka kantor cabang LQ Lawfirm miliknya di Surabaya. Kantornya di Pakuwon Tower.
Palang Rel
Indar -
Seberapa seriuskah pendapat pengacara terkemuka Boyamin Saiman bahwa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang ini tidak sah?
Uang Benjamin
Indar -
Setelah pesta tahun baru ini instansi yang paling sibuk Anda sudah tahu: Mahkamah Konstitusi (MK).
Arjuno 200.000
Indar -
Ia ulang tahun ke-88. Saya tidak bisa datang –saat itu lagi di Tiongkok dalam perjalanan ke Amerika. Dari Shenzhen saya bikin video: selamat ulang tahun.
Rayon Sritex
Indar -
Apa yang bisa diperbuat pemerintah untuk "masuk" ke kasus kepailitan Sritex? Tidak bisa apa-apa. Kasus ini sepenuhnya wewenang yudikatif, lembaga peradilan.
Uang Suara
Indar -
Terlalu sulit bagi saya untuk menarik kesimpulan: siapa dalang pencetakan uang palsu yang fenomenal di Makassar itu.
Bendungan Hasto
Indar -
Inilah hadiah Natal yang sangat tidak diharapkannya: Hasto Kristiyanto dijadikan tersangka oleh KPK tepat di Christmas Eve kemarin sore.
Celeng Banteng
Indar -
Bolehkah pemilik lama Sritex ikut lelang yang diadakan kurator? Tidak boleh! Tapi bisa. Tinggal caranya: jangan sampai ketahuan
Tipuan Magelang
Indar -
Dia masih siswa SMK kelas XII. Tapi bacaannyi buku tebal karya Peter Carey. "Masih belum selesai membaca seluruhnya," ujar Chelsea Aurelia, siswa SMK itu.
Manajer Istri
Indar -
'Perusuh'' Disway membuat lingkaran. Latihan dulu. Setelah lancar mulailah tim video boleh ambil gambar. Mulailah mereka menyanyikan bersama lagu ''Lilin-lilin Kecil''.
Habib Bola
Indar -
Para habib kumpul di rumah Zein Alhadad. Sabtu pagi kemarin. Di kawasan Ampel –kampung Arab Surabaya.
Hidup Baru
Indar -
"Pertemuan" terakhir saya dengan Rianto Nurhadi terjadi di Fuqing, Tiongkok, Oktober lalu. Hari itu saya bertemu dengannya dua kali. Pertama, di museum Liem Sioe Liong. Kedua, di pabrik miliknya, pabrik rem mobil.
Mayangsari Tempe
Indar -
"Saya harus bertemu Anda," ujar Mayasari. "Saya di Chicago. Anda kan di Indiana," jawab saya. "Saya bisa naik mobil ke Chicago. Sekalian cari wajan," katanyi.
Final 150Tv250T
Indar -
Berapa hasil dari kenaikan pajak penjualan 12 persen yang mulai berlaku tanggal 1 Januari depan? "Kira-kira Rp 150 triliun."
Generas Taruna
Indar -
"Selamat ya... Anda sudah membuat sejarah." Saya pun menyalaminya. Tapi tetap saja Irfan Setiaputra diganti. Lebih cepat dari periode lima tahunnya sebagai dirut Garuda Indonesia.
Awan Capung
Indar -
"Saya mahasiswi S-3 fisika awan", ujar Fitria Sari. "Saya S-3 entomology," ujar Siti Fauziyah. "Saya S-2 urban planning," ujar Siti Arfah. "Saya S-1 fisika murni," ujar Andias Santoso. "Saya akuntansi dan data science," ujar Putra Ganesha.
Kalah Cantik
Indar -
SOAL Pilkada, saya mengaku: kalah oleh perusuh Disway. Tulisan saya kemarin pun dianggap bukan karya jurnalistik –maksudnya, mungkin, tidak ada unsur eksklusifnya.
Kokkang Ibunda
Indar -
Saya kembali memutari bumi: berangkat ke arah timur (Jakarta-Guangzhou-San Francisco-New York), pulang dari barat (Chicago-Istanbul-Singapura-Jakarta).
Bergodo Kebogiro
Indar -
Nama mahasiswa S-3 itu Ethan Schwartz. Orang Los Angeles. Kulit putih. Pakai batik lengan pendek. Bicaranya lembut. Rendah hati. Sopan. Mungkin karena pernah lima tahun tinggal di Yogyakarta.
Critical Parah
Indar -
"Waktu check in Anda sudah lewat". Tulisan itu muncul di layar setelah saya memasukkan kode booking di komputer bandara Hartford, Connecticut.
Bohemian Blangkon
Indar -
ANDA pun bisa menebak: itu pasti syair parodi dari lagu Bohemian Rhapsody-nya Freddy Mercury. Tapi Anda tidak akan bisa menebak kelompok musik mana yang membuat parodi itu. Yang videonya beredar luas belakangan ini.
Doktor Irwan
Indar -
"Ini bagaimana? Saya terima atau tidak?" Yang bertanya itu pengusaha besar dari Semarang. Anda sudah kenal namanya: Irwan Hidayat. Si pemilik raksasa pabrik jamu Sido Muncul.
Kawin Thinking
Indar -
Siapa antagonis. Siapa protagonis. Itulah pertanyaan untuk anak SMP setelah mereka mendapat pelajaran membaca buku cerita.
Dangkal Dalam
Indar -
Siapa ini? Aneh. Ada wanita tua yang tidak saya kenal di rumah John Mohn di Lawrence, Kansas. Lalu muncul pula dari dalam salah satu kamar: suaminyi.
Titik Pulang
Indar -
DIASPORA adalah kekayaan Indonesia. Di mana pun kekayaan itu diletakkan. Di Amerika. Di Tiongkok. Di Timur Tengah. Di mana saja: Australia, Eropa, Korea, Jepang.
Tawaduk Thinking
Indar -
Begitu sering ke San Francisco, baru sekali ini saya ke Wisma Indonesia. Bagus sekali. Di daerah lama paling elite di San Francisco. Satu kawasan dengan rumah Nancy Pelosi, Ketua DPR yang legendaris itu.
Taksi Kemudi
Indar -
KEINGINAN lima bulan lalu baru tercapai sekarang: naik taksi tanpa pengemudi. Di San Francisco, Amerika Serikat. Selasa kemarin.
Bismillah Karnaval
Indar -
Setidaknya saya sudah ke rumah masa kecil Kamala Harris. Bahwa dia kalah dalam Pilpres Amerika kemarin toh Anda sudah bisa menerima.
Anwar Berkeley
Indar -
Saya ikut Ari Sufiati mengantarkan Nico ke University of California Berkeley. Perjalanan satu setengah jam dari rumahnyi di selatan Silicon Valley, tidak jauh dari kantor pusat Apple tempatnyi bekerja.
Suami Sendiri
Indar -
Tidak tercantum di susunan acara tapi bisa dipaksakan: ke makam Abu Waqash di Guangzhou. Anda sudah tahu siapa beliau: sahabat Nabi Muhammad yang juga masih paman beliau dari jalur ibu.
Ikan PrimaLand
Indar -
Waktu saya menuju ke toilet di kantor pusat TikTok di Shenzhen terlihat ada orang yang lagi salat. Lagi rukuk dan sujud. Di lantai gedung yang mengilap.
Situs Kumitir: Catatan Bumi
Indar -
Bumi berkisah. Bumi kita mencatat setiap peristiwa yang terjadi sejak diciptakannya jutaan tahun lalu. Catatan itu tertulis dalam lembar halaman waktu, berwujud lapisan-lapisan sedimen di dalam kerak bumi. Tiap kisahnya dicatat dengan menggunakan huruf dan tulisan berbentuk debu, pasir, dan batu.
Abdullah Listrik
Indar -
Teman-teman Anda pun dapat waktu "mejeng" 45 menit. Di Shenzhen. Kemarin. Saya pun diminta tampil di panggung. Di arena pameran makanan dan minuman terbesar di Tiongkok ini. Di situ kami bisa promosi Indonesia
Tembus Kerupuk
Indar -
Dua wanita naik bus rombongan kami, 40 orang. Di Shenzhen. Keduanyi duduk paling depan. Bersebelahan. Mereka pun berkenalan.
Camino Parkir
Indar -
Manusia bisa merencanakan, bukan hanya dana yang menentukan. Bulan Oktober pun hampir lewat. Belum juga ada tanda-tanda saya bisa berangkat Camino.
Kemenkeu Satu
Indar -
Pak Prabowo benar ketika merencanakan membelah Kementerian Keuangan menjadi dua. Yang mengurus pendapatan negara dipisah dari yang membelanjakannya. Bahkan lebih revolusioner: Ditjen Anggaran dilebur ke dalam Bappenas.
Akbar Yanuar
Indar -
Pak Harto itu hebat luar biasa. Di 10 tahun pertama. Lalu dianggap baik-biasa di 10 tahun kedua. Menjadi kurang baik di 10 tahun ketiga.
Diktator Baik
Indar -
Dari Fuqing saya ke Nanchang dan Singapura. Acara saya di salah satu klub kriket. Rapat di situ. Sebelumnya saya sempat menengok teman lama: Murdaya Poo. Sudah keluar rumah sakit. Sudah di salah satu rumahnya di Singapura. Wajahnya cerah. Bicaranya semangat. Pikirannya jernih.
Gelap Cahaya
Indar -
BERENAM kami ke masjid itu. masjid di pusat kota Fuzhou, ibu kota provinsi Fujian. Masjid besar. Kosong. Gelap. Padahal sudah waktunya salat magrib –salat ''tiga unit gerakan'' di waktu matahari terbenam.
Nobar Bandung
Indar -
Sayang. Kota Qingda jauh sekali dari tempat saya sekarang: Nanchang. Keinginan perusuh Disway agar saya nonton timnas sepak bola bertanding di sana sulit dipenuhi. Saya harus terbang dulu ke Shanghai satu jam. Lalu terbang lagi ke Qingdao: dua jam.
Warung Kopi
Indar -
Ada Warung Kopi di Fuqing. Anda sudah tahu Fuqing: kampung kelahiran leluhur banyak pengusaha besar di Indonesia.
Aplikasi Sopir
Indar -
SAYA heran. Kok dua teman saya di Shenzhen ini terus minum 白酒 –minuman keras. Sepanjang makan malam kemarin. Bukankah sepanjang hari itu ia mengemudi mobil? Dari Guangzhou ke Foshan, lalu lanjut ke Shenzhen?
Paling Pedas
Indar -
BARU kali ini saya ke Tiongkok lewat Bali. Terbang dulu ke Bali. Turun di Guangzhou. Kemarin. Jatuhnya lebih murah. Sedikit. Pun dibanding dari Jakarta ke Guangzhou. Pun ditambah harga tiket dari Jakarta ke Bali.
Tomboy Jago
Indar -
AKHIRNYA dia menulis kondisi terakhir tubuhnyi. "Saya telah menghadapi usia tua. Dan akhirnya saya harus menerima kemerosotan fisik yang tak terhindarkan. Ini akan terus berlanjut sampai saya mati…".
Mini Ekspose
Indar -
Begitu banyak WA yang harus saya baca. Belum bisa sekarang –hari itu. Saya lagi mendampingi anak muda yang sangat berpotensi untuk maju. Ini lebih penting.
Bambu Hermawan
Indar -
Ia guru besar ITB. Mengajar mata kuliah nano material, quantum computing, dan new material. Doktornya teknik fisika. Bidang fisika material.
