PROKALTENG.CO-Sebuah kelompok peretas (hacker) berhasil mengakses akun beberapa pengguna Instagram tanpa perlu mengetahui kata sandi mereka, dengan memanfaatkan kelemahan dalam sistem asisten AI (chatbot AI) milik Meta.
Insiden ini terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni 2026 dan mengancam keamanan pengguna secara global, termasuk akun tokoh terkenal dan entitas penting seperti akun Gedung Putih pada masa kepresidenan Barack Obama serta akun merek kecantikan Sephora.
Para peretas memanfaatkan kelemahan keamanan dengan memanipulasi asisten AI dari Meta, khususnya fitur yang dikenal sebagai “Meta AI Support Assistant. ” Menurut laporan yang dirilis oleh 404 Media, mereka menemukan celah dalam sistem dan mengeksploitasi chatbot tersebut untuk mengakses akun Instagram orang lain.
Tim keamanan siber mengungkapkan bahwa Meta AI secara otomatis menambahkan alamat email baru ke akun yang sudah ada saat proses pengaturan ulang kata sandi standar, dan chatbot AI Meta dapat digunakan untuk mengubah kata sandi akun Instagram tanpa melalui proses verifikasi.
Beberapa akun Instagram yang diretas termasuk akun Gedung Putih di era mantan Presiden Barack Obama, Kepala Staf Angkatan Luar Angkasa AS (John Bentivegna, chief master sergeant of the US Space Force), serta akun dari merek kecantikan Sephora.
Para peretas secara khusus menargetkan akun Instagram berharga tinggi dengan nama pengguna singkat seperti @hey dan @jowo yang diketahui memiliki nilai tinggi di pasar gelap.
Akun-akun tersebut segera dijual melalui saluran Telegram sebelum Meta mengambil tindakan. Sebuah tangkapan layar dari video Telegram mengklaim bahwa chatbot AI Meta dapat disalahgunakan untuk mengubah kata sandi Instagram target, dan informasi mengenai cara memanfaatkan asisten AI Meta untuk mereset kata sandi akun mulai beredar di Telegram pada tanggal 31 Mei 2026.
PROKALTENG.CO-Sebuah kelompok peretas (hacker) berhasil mengakses akun beberapa pengguna Instagram tanpa perlu mengetahui kata sandi mereka, dengan memanfaatkan kelemahan dalam sistem asisten AI (chatbot AI) milik Meta.
Insiden ini terjadi pada akhir Mei hingga awal Juni 2026 dan mengancam keamanan pengguna secara global, termasuk akun tokoh terkenal dan entitas penting seperti akun Gedung Putih pada masa kepresidenan Barack Obama serta akun merek kecantikan Sephora.
Para peretas memanfaatkan kelemahan keamanan dengan memanipulasi asisten AI dari Meta, khususnya fitur yang dikenal sebagai “Meta AI Support Assistant. ” Menurut laporan yang dirilis oleh 404 Media, mereka menemukan celah dalam sistem dan mengeksploitasi chatbot tersebut untuk mengakses akun Instagram orang lain.
Tim keamanan siber mengungkapkan bahwa Meta AI secara otomatis menambahkan alamat email baru ke akun yang sudah ada saat proses pengaturan ulang kata sandi standar, dan chatbot AI Meta dapat digunakan untuk mengubah kata sandi akun Instagram tanpa melalui proses verifikasi.
Beberapa akun Instagram yang diretas termasuk akun Gedung Putih di era mantan Presiden Barack Obama, Kepala Staf Angkatan Luar Angkasa AS (John Bentivegna, chief master sergeant of the US Space Force), serta akun dari merek kecantikan Sephora.
Para peretas secara khusus menargetkan akun Instagram berharga tinggi dengan nama pengguna singkat seperti @hey dan @jowo yang diketahui memiliki nilai tinggi di pasar gelap.
Akun-akun tersebut segera dijual melalui saluran Telegram sebelum Meta mengambil tindakan. Sebuah tangkapan layar dari video Telegram mengklaim bahwa chatbot AI Meta dapat disalahgunakan untuk mengubah kata sandi Instagram target, dan informasi mengenai cara memanfaatkan asisten AI Meta untuk mereset kata sandi akun mulai beredar di Telegram pada tanggal 31 Mei 2026.