PROKALTENG.CO – Jengkol kerap dicap biang bau mulut dan aroma tak sedap saat buang air kecil. Padahal di balik kontroversinya, manfaat jengkol untuk kesehatan ternyata tak main-main. Sejumlah penelitian menyebut, kandungan gizi jengkol justru menyimpan potensi baik bagi tubuh jika dikonsumsi dengan bijak.
Buah jengkol mengandung protein, vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, alkaloid, steroid, glikosida, saponin, karbohidrat hingga minyak atsiri. Tak heran jika jengkol disebut-sebut sebagai salah satu sumber protein nabati yang cukup tinggi, bahkan melebihi kacang hijau. Berikut sejumlah manfaatnya, seperti dilansir Genpi.co:
1. Sumber Protein
Jengkol bisa menjadi alternatif sumber protein nabati. Kandungan proteinnya tergolong tinggi dan baik untuk membantu pembentukan serta perbaikan jaringan tubuh. Meski begitu, konsumsinya tetap harus dibatasi agar tidak berlebihan.
2. Membantu Penderita Jantung Koroner
Jengkol bersifat diuretik, yakni membantu melancarkan pembuangan urine. Kondisi ini dinilai baik untuk penderita penyakit jantung karena membantu mengurangi beban cairan dalam tubuh. Namun tetap perlu kehati-hatian, terutama bagi yang punya riwayat penyakit tertentu.
3. Membantu Mencegah Diabetes
Di dalam jengkol terdapat asam jengkolat yang disebut dapat membantu mencegah timbulnya diabetes. Selain itu, kandungan gula dalam jengkol tergolong mudah diurai tubuh. Meski demikian, asam jengkolat dapat membentuk kristal yang sulit larut dalam air. Karena itu, penderita gangguan ginjal tidak dianjurkan mengonsumsi jengkol berlebihan karena bisa membebani fungsi penyaringan ginjal.
4. Mengatasi Penyempitan Pembuluh Darah
Pada penderita jantung, penyempitan pembuluh darah membuat aliran darah ke jantung tidak lancar. Jengkol disebut bermanfaat membantu melebarkan pembuluh darah dan mencegahnya menyempit kembali. Agar khasiatnya tetap optimal, jengkol sebaiknya tidak dimasak terlalu matang.
5. Mengontrol Kadar Gula Darah
Manfaat jengkol lainnya adalah membantu mengontrol kadar gula darah. Kandungan gula alaminya relatif lebih mudah diurai, sehingga dinilai lebih ramah bagi penderita diabetes, selama dikonsumsi dalam batas wajar.
6. Mencegah Anemia
Kandungan zat besi pada jengkol cukup tinggi. Zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi bisa memicu anemia karena produksi sel darah menurun dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Konsumsi jengkol secara teratur dalam jumlah wajar dapat membantu mencegah kondisi tersebut.
7. Mencegah Penyakit Mag
Jengkol juga disebut bermanfaat bagi sistem pencernaan. Salah satunya membantu melindungi dinding lambung dengan meningkatkan enzim yang berperan menjaga lambung dari iritasi akibat asam lambung, sehingga berpotensi mencegah penyakit mag.
Meski punya banyak manfaat, jengkol tetap harus dikonsumsi secara bijak. Terutama bagi penderita gangguan ginjal, sebaiknya berkonsultasi lebih dulu sebelum menjadikannya menu rutin. (jpg)


