PROKALTENG.CO – Menjaga kesehatan otak menjadi kunci untuk tetap tajam dalam berpikir dan mencegah gangguan kognitif seiring bertambahnya usia. Makanan yang dikonsumsi memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak, karena organ ini menggunakan sekitar 20 persen kalori tubuh sebagai sumber energi untuk menjalankan aktivitas dan mengirim sinyal ke seluruh tubuh.
Mengonsumsi makanan yang tepat tidak hanya membantu memperbaiki dan membangun sel-sel otak, tetapi juga mengurangi stres dan peradangan seluler, menurunkan risiko penuaan otak, serta gangguan neurodegeneratif. Dr. Uma Naidoo, psikiater nutrisi Harvard dan penulis buku terlaris, menyarankan beberapa makanan yang efektif menjaga kesehatan otak dan meningkatkan daya ingat. Berikut daftar makanan terbaik untuk otak, seperti dikutip Healthshots.com:
-
Minyak zaitun extra virgin
Minyak zaitun extra virgin terkait dengan rendahnya risiko Alzheimer karena meningkatkan autofagi sel-sel otak. Kandungan vitamin E dan C juga membantu melindungi otak dari radikal bebas dan menjaga daya ingat tetap optimal. -
Rempah-rempah
Kunyit dengan sedikit lada hitam, kayu manis, rosemary, dan jahe memiliki efek positif pada kognisi, termasuk kemampuan berpikir, memahami, belajar, dan mengingat. Rempah-rempah ini membantu mencegah penuaan otak dan mempertahankan daya ingat. -
Omega-3
Asam lemak EPA dan DHA dari ikan berlemak seperti salmon menjaga otak dari penuaan. Sumber nabati Omega-3, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, juga bisa diubah menjadi EPA dan DHA dalam jumlah kecil. Omega-3 penting untuk fungsi otak normal, perkembangan otak bayi, dan mencegah penyusutan ukuran otak pada orang dewasa. -
Sayuran berdaun hijau
Bayam, lobak Swiss, arugula, dan daun dandelion kaya folat, vitamin penting untuk menjaga integritas kognitif seiring bertambahnya usia. Konsumsi rutin sayuran berdaun hijau membantu melindungi otak dari penurunan fungsi memori. -
Sayuran pelangi
Makanan nabati berwarna-warni mengandung berbagai nutrisi dan serat yang mendukung kesehatan otak. Pola makan nabati yang beragam secara konsisten dikaitkan dengan umur panjang kognitif dan daya pikir yang tetap tajam. (jpg)

