Dalam studi ini, para peneliti membedah data diet, memantau tes kognitif, dan melakukan pemindaian MRI terhadap lebih dari 8.000 partisipan berusia 65 tahun ke atas. Lewat MRI, tim ahli mengukur beberapa indikator kesehatan otak, termasuk volume total otak, volume hipokampus, dan volume lesi materi putih (white matter lesions/WML).
Berdasarkan analisis data, tingkat konsumsi teh hijau yang tinggi berkorelasi kuat dengan penurunan volume WML.
Partisipan yang minum 600 ml teh hijau per hari memiliki volume WML 3 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi 200 ml atau kurang. Partisipan yang mengonsumsi hingga 1.500 ml teh hijau per hari mencatatkan volume WML 6 persen lebih rendah. Konsumsi kopi sama sekali tidak memengaruhi metrik volume otak tersebut.
Dalam studi ini, para peneliti membedah data diet, memantau tes kognitif, dan melakukan pemindaian MRI terhadap lebih dari 8.000 partisipan berusia 65 tahun ke atas. Lewat MRI, tim ahli mengukur beberapa indikator kesehatan otak, termasuk volume total otak, volume hipokampus, dan volume lesi materi putih (white matter lesions/WML).
Berdasarkan analisis data, tingkat konsumsi teh hijau yang tinggi berkorelasi kuat dengan penurunan volume WML.
Partisipan yang minum 600 ml teh hijau per hari memiliki volume WML 3 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi 200 ml atau kurang. Partisipan yang mengonsumsi hingga 1.500 ml teh hijau per hari mencatatkan volume WML 6 persen lebih rendah. Konsumsi kopi sama sekali tidak memengaruhi metrik volume otak tersebut.