22.8 C
Palangkaraya
Wednesday, February 8, 2023

Bukan Susu, Kental Manis Timbulkan Misinformasi di Masyarakat

PROKALTENG.CO-  Para orang tua diminta melek informasi soal kental manis atau sebelumnya dikenal dengan susu kental manis (SKM). Produk yang mengandung gula tersebut bukan susu, melainkan hanya sebagai topping makanan.

Dalam penelitian yang dilakukan Yayasan Abhipraya Insan Cendekian Indonesia (YAICI), mereka merasa perlu meluruskan informasi mengenai fakta susu kental manis kepada publik. Hal itu guna mendukung upaya pemenuhan hak kesehatan anak melalui program edukasi gizi yang telah dilakukan YAICI dan para mitra seperti PP Muslimat NU dan PP Aisyiyah.

”Penjelasan mengenai batasan hoaks/bukan hoaks ini juga sebagai peningkatan literasi digital masyarakat agar ke depannya memiliki kemampuan untuk menyaring informasi,” kata Ketua Harian YAICI Arif Hidayat kepada wartawan, Kamis (18/11).

Baca Juga :  Tips Bagi Orang Tua Agar Anak Tidak Obesitas

Menurut dia, fakta bahwa susu kental manis tidak boleh dikonsumsi sebagai minuman susu telah diatur melalui Peraturan BPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Sehingga tak ada lagi embel-embel susu pada SKM, melainkan hanya kental manis.

”Kami minta segenap pihak untuk lebih hati-hati dalam menyebarkan informasi, jangan sampai informasi yang benar dikatakan hoaks, apalagi seputar informasi kesehatan dan malah berakibat buruk bagi kesehatan,” jelas Arif Hidayat.

Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah juga mengakui lembaganya belum maksimal dalam menyaring informasi yang beredar di ruang publik dengan fokus pada muatan kontennya. Seperti laporan mengenai iklan-iklan susu kental manis yang ternyata diselipkan produsen sebagai insert atau bundling pada tayangan atau program TV, yang luput dari pemantauan.

Baca Juga :  Alergi Pada Si Kecil, Cegah Dengan Cara Berikut

”Ke depan diharapkan partisipasi lebih banyak pihak untuk menyampaikan laporan kepada kami apabila menemui pelanggaran,” jelas Nuning.(Marieska Harya Virdhani/JPC)

PROKALTENG.CO-  Para orang tua diminta melek informasi soal kental manis atau sebelumnya dikenal dengan susu kental manis (SKM). Produk yang mengandung gula tersebut bukan susu, melainkan hanya sebagai topping makanan.

Dalam penelitian yang dilakukan Yayasan Abhipraya Insan Cendekian Indonesia (YAICI), mereka merasa perlu meluruskan informasi mengenai fakta susu kental manis kepada publik. Hal itu guna mendukung upaya pemenuhan hak kesehatan anak melalui program edukasi gizi yang telah dilakukan YAICI dan para mitra seperti PP Muslimat NU dan PP Aisyiyah.

”Penjelasan mengenai batasan hoaks/bukan hoaks ini juga sebagai peningkatan literasi digital masyarakat agar ke depannya memiliki kemampuan untuk menyaring informasi,” kata Ketua Harian YAICI Arif Hidayat kepada wartawan, Kamis (18/11).

Baca Juga :  Enam Kandungan Pisang yang Bermanfaat Bagi Tubuh

Menurut dia, fakta bahwa susu kental manis tidak boleh dikonsumsi sebagai minuman susu telah diatur melalui Peraturan BPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Sehingga tak ada lagi embel-embel susu pada SKM, melainkan hanya kental manis.

”Kami minta segenap pihak untuk lebih hati-hati dalam menyebarkan informasi, jangan sampai informasi yang benar dikatakan hoaks, apalagi seputar informasi kesehatan dan malah berakibat buruk bagi kesehatan,” jelas Arif Hidayat.

Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah juga mengakui lembaganya belum maksimal dalam menyaring informasi yang beredar di ruang publik dengan fokus pada muatan kontennya. Seperti laporan mengenai iklan-iklan susu kental manis yang ternyata diselipkan produsen sebagai insert atau bundling pada tayangan atau program TV, yang luput dari pemantauan.

Baca Juga :  Dewan Sebut Pemko Perlu Perbaiki Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan yang Rusak

”Ke depan diharapkan partisipasi lebih banyak pihak untuk menyampaikan laporan kepada kami apabila menemui pelanggaran,” jelas Nuning.(Marieska Harya Virdhani/JPC)

Most Read

Artikel Terbaru