PROKALTENG.CO – Banyak orang dengan penyakit mag saat puasa khawatir gejalanya akan kambuh. Padahal, penderita mag tetap bisa menjalankan puasa Ramadan dengan nyaman selama menjaga pola makan dan menghindari pemicu yang bisa mengiritasi lambung.
Sejumlah penelitian menyebut mag tidak selalu kambuh saat puasa, asalkan pola makan diatur dengan baik saat sahur dan berbuka. Dengan kebiasaan yang tepat, penderita mag tetap dapat menjalankan ibadah puasa tanpa gangguan berarti.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah mag kambuh saat puasa, seperti dilansir dari Genpi.co.
1. Jangan lewatkan sahur
Sahur sangat penting bagi penderita mag. Tanpa sahur, lambung akan kosong terlalu lama sehingga memicu peningkatan asam lambung. Biasanya gejala mag lebih sering muncul sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 siang.
2. Jangan telat berbuka puasa
Sesibuk apa pun aktivitas, usahakan berbuka tepat waktu. Menunda waktu berbuka bisa membuat perut kosong terlalu lama dan memicu kambuhnya mag.
3. Hindari minuman berkafein
Minuman berkafein seperti kopi dapat memicu iritasi lambung, terutama setelah seharian tidak makan dan minum. Sebaiknya hindari konsumsi kafein saat berbuka maupun sahur.
4. Perbanyak makanan berserat saat sahur
Pilih makanan kaya serat seperti buah, sayur, kacang-kacangan, beras, agar-agar, dan gandum. Kandungan serat membantu memperlambat proses pengosongan lambung sehingga perut terasa kenyang lebih lama.
5. Hindari makanan pemicu mag
Saat sahur dan berbuka, sebaiknya hindari makanan yang dapat memicu mag kambuh. Makanan berlemak, mi, pasta, hingga makanan pedas seperti cabai rawit, mustard, dan saus sambal dapat memperparah iritasi pada lambung.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, penderita mag tetap dapat menjalankan puasa dengan lebih nyaman selama Ramadan tanpa khawatir gejala lambung kambuh. (jpg)


