26.1 C
Jakarta
Wednesday, January 14, 2026

Bukan Cuma Turunkan Berat Badan, Obat GLP-1 Disebut Bikin Belanja Rokok Berkurang

PROKALTENG.CO – Obat GLP-1 RA Novo Nordisk yang selama ini dikenal untuk pengelolaan berat badan ternyata menyimpan efek lain yang cukup menarik. Analisis data dunia nyata menunjukkan rumah tangga dengan pengguna obat GLP-1 mengalami penurunan belanja rokok dan alkohol dari tahun ke tahun.

Temuan tersebut dipaparkan Novo Nordisk dalam ajang ilmiah internasional ObesityWeek yang digelar di Atlanta, Amerika Serikat, akhir tahun lalu. Studi berbasis data lebih dari 200 ribu rumah tangga itu menemukan, pengeluaran untuk produk tembakau dan alkohol cenderung lebih rendah pada rumah tangga yang memiliki setidaknya satu pengguna obat GLP-1 dibanding rumah tangga tanpa pengguna obat sejenis.

Di Indonesia, isu obesitas sendiri semakin mengkhawatirkan. Survei kesehatan terbaru mencatat jumlah orang dewasa dengan obesitas dan lemak perut terus meningkat. Saat ini, sekitar satu dari empat orang dewasa Indonesia diperkirakan hidup dengan obesitas atau memiliki penumpukan lemak di perut.

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan penampilan. Obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga nyeri sendi. Dampaknya bukan hanya pada kualitas hidup, tetapi juga beban finansial keluarga.

Dalam analisis ini, peneliti menelaah data pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari selama dua periode masing-masing 12 bulan. Data dihimpun melalui survei berkala antara April 2024 hingga April 2025, menggunakan panel konsumen besar yang mencatat struk belanja sekaligus mengisi survei terkait kondisi keluarga, penggunaan obat, dan kebiasaan hidup.

Baca Juga :  Gegara Rokok Elektrik, Pelajar SMP IT Ar-Rasyid Tanah Bumbu Terima Hukuman Fisik

Hasilnya, rumah tangga dengan setidaknya satu pengguna obat GLP-1 RA Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan menunjukkan penurunan pengeluaran tahunan. Penurunan paling mencolok terjadi pada belanja alkohol dan produk tembakau atau rokok dibanding rumah tangga yang tidak menggunakan obat GLP-1.

Meski demikian, analisis ini belum bisa membuktikan bahwa obat secara langsung menyebabkan perubahan perilaku. Data yang digunakan bersifat tingkat rumah tangga, sehingga tidak dapat dipastikan siapa yang membeli atau mengonsumsi alkohol dan rokok. Penurunan belanja juga belum tentu sepenuhnya mencerminkan penurunan konsumsi.

Electronic money exchangers listing

“Kita sudah mengetahui bahwa obat GLP-1 Novo Nordisk terbukti efektif menurunkan berat badan dan memberikan manfaat kesehatan yang luas. Karena itu, menarik melihat adanya indikasi terapi ini juga membantu individu dengan obesitas mengambil keputusan yang lebih sehat dalam keseharian,” ujar Chief Medical Officer Novo Nordisk, Dr. Filip K. Knop.

Ia menyebut temuan penurunan belanja alkohol dan rokok pada rumah tangga pengguna terapi GLP-1 sebagai sinyal positif. “Ini menunjukkan potensi manfaat terapi, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga anggota keluarga yang tinggal bersama mereka. Analisis data dunia nyata ini melengkapi studi INFORM yang sebelumnya meneliti dampak terapi terhadap food noise pada individu dengan obesitas,” katanya.

Clinical, Medical, Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, menilai obesitas di Indonesia masih sering disalahpahami. “Kami melihat sendiri bagaimana obesitas semakin sering ditemukan dan kerap datang bersama diabetes serta hipertensi. Banyak pasien merasa ini sepenuhnya kesalahan mereka, padahal obesitas adalah kondisi medis yang kompleks dan membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dokter Reisa Ajak Pegawai Bawa Bekal Sendiri Jelang New Normal

Ia berharap masyarakat mulai melihat obesitas sebagai kondisi yang bisa dan perlu ditangani secara serius dengan dukungan dokter dan terapi yang tepat. “Tidak ada seorang pun yang harus menghadapi obesitas sendirian. Edukasi dan akses informasi yang benar sangat penting agar pasien bisa mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik,” katanya.

Sebagai bagian dari komitmen edukasi, Novo Nordisk menyediakan platform informasi kesehatan melalui laman NovoCare.id. Melalui platform ini, masyarakat dapat memperoleh informasi seputar obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, termasuk tips gaya hidup sehat, klarifikasi mitos dan fakta, serta panduan berdiskusi dengan tenaga kesehatan.

Obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan merupakan obat resep yang digunakan setelah konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Terapi ini diberikan sebagai tambahan terhadap pola makan rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik untuk membantu orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan mengelola berat badannya. Dalam berbagai studi klinis, terapi GLP-1 terbukti membantu penurunan berat badan signifikan sekaligus memperbaiki faktor risiko kesehatan jantung dan metabolisme. (jpg)

PROKALTENG.CO – Obat GLP-1 RA Novo Nordisk yang selama ini dikenal untuk pengelolaan berat badan ternyata menyimpan efek lain yang cukup menarik. Analisis data dunia nyata menunjukkan rumah tangga dengan pengguna obat GLP-1 mengalami penurunan belanja rokok dan alkohol dari tahun ke tahun.

Temuan tersebut dipaparkan Novo Nordisk dalam ajang ilmiah internasional ObesityWeek yang digelar di Atlanta, Amerika Serikat, akhir tahun lalu. Studi berbasis data lebih dari 200 ribu rumah tangga itu menemukan, pengeluaran untuk produk tembakau dan alkohol cenderung lebih rendah pada rumah tangga yang memiliki setidaknya satu pengguna obat GLP-1 dibanding rumah tangga tanpa pengguna obat sejenis.

Di Indonesia, isu obesitas sendiri semakin mengkhawatirkan. Survei kesehatan terbaru mencatat jumlah orang dewasa dengan obesitas dan lemak perut terus meningkat. Saat ini, sekitar satu dari empat orang dewasa Indonesia diperkirakan hidup dengan obesitas atau memiliki penumpukan lemak di perut.

Electronic money exchangers listing

Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan penampilan. Obesitas berkaitan erat dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, hingga nyeri sendi. Dampaknya bukan hanya pada kualitas hidup, tetapi juga beban finansial keluarga.

Dalam analisis ini, peneliti menelaah data pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari selama dua periode masing-masing 12 bulan. Data dihimpun melalui survei berkala antara April 2024 hingga April 2025, menggunakan panel konsumen besar yang mencatat struk belanja sekaligus mengisi survei terkait kondisi keluarga, penggunaan obat, dan kebiasaan hidup.

Baca Juga :  Gegara Rokok Elektrik, Pelajar SMP IT Ar-Rasyid Tanah Bumbu Terima Hukuman Fisik

Hasilnya, rumah tangga dengan setidaknya satu pengguna obat GLP-1 RA Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan menunjukkan penurunan pengeluaran tahunan. Penurunan paling mencolok terjadi pada belanja alkohol dan produk tembakau atau rokok dibanding rumah tangga yang tidak menggunakan obat GLP-1.

Meski demikian, analisis ini belum bisa membuktikan bahwa obat secara langsung menyebabkan perubahan perilaku. Data yang digunakan bersifat tingkat rumah tangga, sehingga tidak dapat dipastikan siapa yang membeli atau mengonsumsi alkohol dan rokok. Penurunan belanja juga belum tentu sepenuhnya mencerminkan penurunan konsumsi.

“Kita sudah mengetahui bahwa obat GLP-1 Novo Nordisk terbukti efektif menurunkan berat badan dan memberikan manfaat kesehatan yang luas. Karena itu, menarik melihat adanya indikasi terapi ini juga membantu individu dengan obesitas mengambil keputusan yang lebih sehat dalam keseharian,” ujar Chief Medical Officer Novo Nordisk, Dr. Filip K. Knop.

Ia menyebut temuan penurunan belanja alkohol dan rokok pada rumah tangga pengguna terapi GLP-1 sebagai sinyal positif. “Ini menunjukkan potensi manfaat terapi, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga anggota keluarga yang tinggal bersama mereka. Analisis data dunia nyata ini melengkapi studi INFORM yang sebelumnya meneliti dampak terapi terhadap food noise pada individu dengan obesitas,” katanya.

Clinical, Medical, Regulatory Director Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, menilai obesitas di Indonesia masih sering disalahpahami. “Kami melihat sendiri bagaimana obesitas semakin sering ditemukan dan kerap datang bersama diabetes serta hipertensi. Banyak pasien merasa ini sepenuhnya kesalahan mereka, padahal obesitas adalah kondisi medis yang kompleks dan membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dokter Reisa Ajak Pegawai Bawa Bekal Sendiri Jelang New Normal

Ia berharap masyarakat mulai melihat obesitas sebagai kondisi yang bisa dan perlu ditangani secara serius dengan dukungan dokter dan terapi yang tepat. “Tidak ada seorang pun yang harus menghadapi obesitas sendirian. Edukasi dan akses informasi yang benar sangat penting agar pasien bisa mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik,” katanya.

Sebagai bagian dari komitmen edukasi, Novo Nordisk menyediakan platform informasi kesehatan melalui laman NovoCare.id. Melalui platform ini, masyarakat dapat memperoleh informasi seputar obesitas, diabetes, dan penyakit kronis lainnya, termasuk tips gaya hidup sehat, klarifikasi mitos dan fakta, serta panduan berdiskusi dengan tenaga kesehatan.

Obat GLP-1 Novo Nordisk untuk pengelolaan berat badan merupakan obat resep yang digunakan setelah konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Terapi ini diberikan sebagai tambahan terhadap pola makan rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik untuk membantu orang dewasa dengan obesitas atau kelebihan berat badan mengelola berat badannya. Dalam berbagai studi klinis, terapi GLP-1 terbukti membantu penurunan berat badan signifikan sekaligus memperbaiki faktor risiko kesehatan jantung dan metabolisme. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru