24.1 C
Jakarta
Thursday, January 15, 2026

Sering Disalahpahami, Ini Penjelasan BPOM soal Maltodekstrin dalam Susu Formula

PROKALTENG.CO – Kandungan susu formula kerap menjadi perhatian orang tua, salah satunya maltodekstrin yang masih sering menimbulkan tanda tanya. Padahal, bahan ini telah dinyatakan aman dan penggunaannya diawasi ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Maltodekstrin merupakan jenis karbohidrat olahan yang berasal dari pati alami seperti jagung, beras, atau kentang. Melalui proses hidrolisis, pati dipecah menjadi rantai glukosa yang lebih pendek sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh, termasuk oleh bayi yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Pada bayi, asupan energi memegang peran penting untuk mendukung perkembangan otak, kemampuan motorik, hingga aktivitas hariannya. Di sinilah maltodekstrin berfungsi sebagai sumber energi yang membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

Tak hanya itu, maltodekstrin juga memiliki peran teknis dalam susu formula. Bahan ini membantu menciptakan tekstur yang lebih halus, mudah larut saat diseduh, serta menjaga kestabilan produk. Pada susu formula rendah laktosa atau bebas laktosa, maltodekstrin kerap digunakan sebagai alternatif karbohidrat bagi bayi dengan intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan tertentu.

Baca Juga :  Bagaimana Bahaya Oatmilk Bila Dikonsumsi? Simak Penjelasan Ini

BPOM mengklasifikasikan maltodekstrin sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP). Fungsinya meliputi pengisi, penstabil, penguat tekstur, hingga pendukung sifat fisik produk pangan, termasuk susu formula. Penggunaannya pun tidak bisa sembarangan karena harus mengikuti batas, tujuan teknologi pangan, serta aturan pelabelan yang telah ditetapkan.

Karena itu, maltodekstrin masuk kategori bahan yang diizinkan dengan pengaturan, bukan bahan berisiko tinggi atau terlarang.

Anggapan bahwa maltodekstrin sama dengan gula tambahan juga kerap menimbulkan kekhawatiran. Secara fungsi dan regulasi, maltodekstrin berbeda dengan sukrosa maupun glukosa. BPOM memiliki pengawasan tersendiri terkait gula tambahan dalam susu formula, sehingga kehadiran maltodekstrin tidak otomatis membuat produk menjadi tinggi gula selama digunakan sesuai ketentuan.

Electronic money exchangers listing

Keamanan maltodekstrin juga diakui secara internasional. Lembaga seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat serta European Food Safety Authority (EFSA) menyatakan bahan ini aman digunakan dalam produk pangan bayi. Selain itu, maltodekstrin bersifat bebas gluten sehingga cocok untuk bayi dengan sensitivitas tertentu.

Baca Juga :  Virus Korona Rentan di Kerumunan, Jangan Sentuh Area Wajah

Ahli ilmu gizi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Rosyanne Kushardina S.Gz., MSi., menegaskan maltodekstrin merupakan salah satu BTP yang aman dikonsumsi.
“Maltodekstrin berasal dari bahan alami dan tidak hanya digunakan dalam susu formula. Bahan ini juga sering ditambahkan pada produk pangan sebagai pengawet, penguat rasa, pengisi, peningkat volume, perbaikan tekstur, hingga perisa,” ujar Rosyanne, Rabu (8/1).

Meski demikian, orang tua tetap disarankan cermat memilih produk dengan membaca label komposisi, memahami fungsi bahan, menyesuaikan dengan kebutuhan bayi, serta berkonsultasi dengan dokter anak jika memiliki keraguan tertentu. (jpg)

PROKALTENG.CO – Kandungan susu formula kerap menjadi perhatian orang tua, salah satunya maltodekstrin yang masih sering menimbulkan tanda tanya. Padahal, bahan ini telah dinyatakan aman dan penggunaannya diawasi ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Maltodekstrin merupakan jenis karbohidrat olahan yang berasal dari pati alami seperti jagung, beras, atau kentang. Melalui proses hidrolisis, pati dipecah menjadi rantai glukosa yang lebih pendek sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh, termasuk oleh bayi yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Pada bayi, asupan energi memegang peran penting untuk mendukung perkembangan otak, kemampuan motorik, hingga aktivitas hariannya. Di sinilah maltodekstrin berfungsi sebagai sumber energi yang membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

Electronic money exchangers listing

Tak hanya itu, maltodekstrin juga memiliki peran teknis dalam susu formula. Bahan ini membantu menciptakan tekstur yang lebih halus, mudah larut saat diseduh, serta menjaga kestabilan produk. Pada susu formula rendah laktosa atau bebas laktosa, maltodekstrin kerap digunakan sebagai alternatif karbohidrat bagi bayi dengan intoleransi laktosa atau gangguan pencernaan tertentu.

Baca Juga :  Bagaimana Bahaya Oatmilk Bila Dikonsumsi? Simak Penjelasan Ini

BPOM mengklasifikasikan maltodekstrin sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP). Fungsinya meliputi pengisi, penstabil, penguat tekstur, hingga pendukung sifat fisik produk pangan, termasuk susu formula. Penggunaannya pun tidak bisa sembarangan karena harus mengikuti batas, tujuan teknologi pangan, serta aturan pelabelan yang telah ditetapkan.

Karena itu, maltodekstrin masuk kategori bahan yang diizinkan dengan pengaturan, bukan bahan berisiko tinggi atau terlarang.

Anggapan bahwa maltodekstrin sama dengan gula tambahan juga kerap menimbulkan kekhawatiran. Secara fungsi dan regulasi, maltodekstrin berbeda dengan sukrosa maupun glukosa. BPOM memiliki pengawasan tersendiri terkait gula tambahan dalam susu formula, sehingga kehadiran maltodekstrin tidak otomatis membuat produk menjadi tinggi gula selama digunakan sesuai ketentuan.

Keamanan maltodekstrin juga diakui secara internasional. Lembaga seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat serta European Food Safety Authority (EFSA) menyatakan bahan ini aman digunakan dalam produk pangan bayi. Selain itu, maltodekstrin bersifat bebas gluten sehingga cocok untuk bayi dengan sensitivitas tertentu.

Baca Juga :  Virus Korona Rentan di Kerumunan, Jangan Sentuh Area Wajah

Ahli ilmu gizi Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta, Dr. Rosyanne Kushardina S.Gz., MSi., menegaskan maltodekstrin merupakan salah satu BTP yang aman dikonsumsi.
“Maltodekstrin berasal dari bahan alami dan tidak hanya digunakan dalam susu formula. Bahan ini juga sering ditambahkan pada produk pangan sebagai pengawet, penguat rasa, pengisi, peningkat volume, perbaikan tekstur, hingga perisa,” ujar Rosyanne, Rabu (8/1).

Meski demikian, orang tua tetap disarankan cermat memilih produk dengan membaca label komposisi, memahami fungsi bahan, menyesuaikan dengan kebutuhan bayi, serta berkonsultasi dengan dokter anak jika memiliki keraguan tertentu. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru