24.8 C
Jakarta
Monday, February 9, 2026

Penyakit Jantung Mengintai, Ini 5 Makanan yang Bisa Jadi Tameng Alami

PROKALTENG.CO – Gaya hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan gula membuat risiko penyakit jantung kian mengkhawatirkan. Penyakit jantung kini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, sehingga menjaga kesehatan jantung bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Di tengah meningkatnya kasus penyakit jantung, pola makan sehat menjadi langkah awal yang paling masuk akal dan mudah dilakukan. Memilih makanan yang tepat disebut sebagai garis pertahanan pertama untuk melindungi jantung dari gangguan serius, sekaligus membantu tubuh tetap bugar dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari gaya hidup sehat, berikut beberapa jenis makanan yang diyakini dapat membantu mencegah penyakit jantung, dikutip dari laman Healthshots.com.

1. Makanan kaya asam lemak omega-3
Asam lemak omega-3 dikenal baik untuk kesehatan jantung. Ikan seperti salmon dan tuna yang kaya omega-3 terbukti membantu menurunkan kadar trigliserida dan meredakan peradangan. Selain itu, sumber nabati seperti kenari, biji rami, dan rajma juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil serta menekan kolesterol jahat.

Baca Juga :  Healthy Coffee ala HiBO Rendah Kafein dan Tidak Asam

2. Biji-bijian utuh, bukan olahan
Biji-bijian olahan umumnya sudah kehilangan banyak nutrisi penting. Sebaliknya, biji-bijian utuh kaya serat yang membantu menstabilkan gula darah dan menurunkan risiko diabetes serta penyakit jantung. Saat proses pengolahan, serat sering terkikis, yang bisa memicu obesitas dan kekurangan nutrisi. Pilih beras merah dibanding beras putih, pasta gandum utuh daripada pasta biasa, serta oat dibanding sereal instan.

3. Perbanyak buah dan sayur
Buah dan sayur merupakan sumber vitamin A, C, dan E, serta mineral penting seperti kalium dan asam folat. Nutrisi ini berperan dalam menurunkan risiko penyakit jantung sekaligus membantu tubuh memperbaiki kerusakan sel akibat aktivitas sehari-hari.

4. Batasi lemak jenuh
Lemak jenuh banyak ditemukan pada daging sapi berlemak, daging domba, dan produk susu penuh lemak. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kolesterol LDL yang berisiko menyumbat arteri. Untuk menguranginya, pilih daging tanpa lemak, buang bagian lemak yang terlihat sebelum dimasak, dan gunakan lemak yang lebih baik seperti ghee atau minyak mustard sebagai alternatif mentega.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  11 Makanan Sehat yang Bikin Diet Lebih Cepat Turun Tanpa Harus Kelaparan

5. Pilih produk susu rendah lemak
Susu dan olahannya memang menyehatkan, tetapi kandungan lemak jenuhnya bisa berdampak buruk jika dikonsumsi berlebihan. Produk seperti keju, es krim, dan krim asam mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Mengganti dengan versi rendah lemak dapat membantu menekan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Mengatur pola makan sejak dini, ditambah gaya hidup aktif, bisa menjadi kunci sederhana untuk menjaga jantung tetap sehat dan berfungsi optimal hingga usia lanjut. (jpg)

PROKALTENG.CO – Gaya hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan gula membuat risiko penyakit jantung kian mengkhawatirkan. Penyakit jantung kini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, sehingga menjaga kesehatan jantung bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Di tengah meningkatnya kasus penyakit jantung, pola makan sehat menjadi langkah awal yang paling masuk akal dan mudah dilakukan. Memilih makanan yang tepat disebut sebagai garis pertahanan pertama untuk melindungi jantung dari gangguan serius, sekaligus membantu tubuh tetap bugar dalam jangka panjang.

Sebagai bagian dari gaya hidup sehat, berikut beberapa jenis makanan yang diyakini dapat membantu mencegah penyakit jantung, dikutip dari laman Healthshots.com.

Electronic money exchangers listing

1. Makanan kaya asam lemak omega-3
Asam lemak omega-3 dikenal baik untuk kesehatan jantung. Ikan seperti salmon dan tuna yang kaya omega-3 terbukti membantu menurunkan kadar trigliserida dan meredakan peradangan. Selain itu, sumber nabati seperti kenari, biji rami, dan rajma juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil serta menekan kolesterol jahat.

Baca Juga :  Healthy Coffee ala HiBO Rendah Kafein dan Tidak Asam

2. Biji-bijian utuh, bukan olahan
Biji-bijian olahan umumnya sudah kehilangan banyak nutrisi penting. Sebaliknya, biji-bijian utuh kaya serat yang membantu menstabilkan gula darah dan menurunkan risiko diabetes serta penyakit jantung. Saat proses pengolahan, serat sering terkikis, yang bisa memicu obesitas dan kekurangan nutrisi. Pilih beras merah dibanding beras putih, pasta gandum utuh daripada pasta biasa, serta oat dibanding sereal instan.

3. Perbanyak buah dan sayur
Buah dan sayur merupakan sumber vitamin A, C, dan E, serta mineral penting seperti kalium dan asam folat. Nutrisi ini berperan dalam menurunkan risiko penyakit jantung sekaligus membantu tubuh memperbaiki kerusakan sel akibat aktivitas sehari-hari.

4. Batasi lemak jenuh
Lemak jenuh banyak ditemukan pada daging sapi berlemak, daging domba, dan produk susu penuh lemak. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kolesterol LDL yang berisiko menyumbat arteri. Untuk menguranginya, pilih daging tanpa lemak, buang bagian lemak yang terlihat sebelum dimasak, dan gunakan lemak yang lebih baik seperti ghee atau minyak mustard sebagai alternatif mentega.

Baca Juga :  11 Makanan Sehat yang Bikin Diet Lebih Cepat Turun Tanpa Harus Kelaparan

5. Pilih produk susu rendah lemak
Susu dan olahannya memang menyehatkan, tetapi kandungan lemak jenuhnya bisa berdampak buruk jika dikonsumsi berlebihan. Produk seperti keju, es krim, dan krim asam mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Mengganti dengan versi rendah lemak dapat membantu menekan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Mengatur pola makan sejak dini, ditambah gaya hidup aktif, bisa menjadi kunci sederhana untuk menjaga jantung tetap sehat dan berfungsi optimal hingga usia lanjut. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru