alexametrics
26.7 C
Palangkaraya
Friday, August 12, 2022

Imunisasi Dasar Anak Penting untuk Mencegah Terjadinya Penyakit

Kementerian
Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, setiap anak berhak untuk mendapatkan imunisasi
dasar sesuai dengan ketentuannya. Imunisasi dasar anak sebagai langkah untuk
mencegah terpaparnya penyakit, tak menutup kemungkinan virus korona atau
Covid-19.

Sebab
Covid-19 tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga berbagai kalangan,
termasuk anak-anak yang mungkin bisa terpapar Covid-19.

“Imunisasi
dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat
dihindari melalui imunisasi, kemudian diturunkan dengan peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017. Pemerintah akan menyediakan dan mendistribusikan
semua logistik yang berhubungan dengan imunisasi,” kata Direktur Surveilans dan
Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang dalam diskusi daring ‘Vaksin:
Melindungi Diri dan Melindungi Negeri’, Kamis (1/10).

Vensya
menyampaikan, saat ini Pemerintah masih berupaya untuk menemukan vaksin
Covid-19. Namun memang tak dipungkiri penemuan vaksin tidak mudah.

“Para
ahli mengatakan, para penyedia mengatakan, itu juga membutuhkan waktu yang
mungkin sampai belasan tahun 10 sampai 8 tahun. Karena memang tahapan yang
cukup panjang,” ujar Vensya.

Baca Juga :  5 Penyakit Ini Bisa Diatasi dengan Minum Air Putih

 

Oleh
karena itu, sembari menunggu ketersedian vaksin Covid-19, Vensya menyarankan
agar setiap anak Indonesia melakukan imunisasi dasar. Karena bermanfaat untuk
melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai penyakit.

“Jangan
takut untuk mendapatkan imunisasi, kualitas terjaga dan keuntungan registrasi,
dari mulai pembuatan dari pada pasien ini terjaga,” tegas Vensya.

Namun
tak dipungkiri, mencegah penyebaran Covid-19 juga harus selalu menerapkan
protokol kesehatan, sebagaimana selalu digaungkan oleh Pemerintah dengan
menerapkan 3M yakni, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Pengetatan
protokol kesehatan semata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Sehingga
merupakan hal penting untuk menerapkan 3M dalam kehidupan sehari-hari.

Senada,
Communication for Development Specialist UNICEF Indonesia, Rizky Ika Safitri
menyatakan, anak usia dini sampai usia sekolah dasar merupakan hal yang wajib
untuk mendapatkan imunisasi dasar. Menurutnya, masyarakat bisa datang ke pos
pelayanan imunisasi seperti Puskesmas maupun Posyandu secara gratis.

Baca Juga :  Jangan Remehkan Gejala Kesemutan, Bisa Jadi Gejala Berbagai Penyakit I

“Kalau
kami dari UNICEF memastikan bahwa hal ini terpenuhi, bahwa masyarakat kemudian
menikmati program imunisasi. Karena sebagai sebuah intervensi public health
atau kesehatan masyarakat,” cetus Ika.

Ika
menyebut, imunisasi dasar anak merupakan salah satu cara agar anak-anak
Indonesia tidak mudah atau menjaga agar tidak terjangkit penyakit, tak
terkecuali Covid-19. Hal ini semata untuk melindungi diri pribadi dan orang
lain agar tidak terpapar penyakit.

“Kita
menjadi sehat, kebal terhadap suatu penyakit maka kita juga melindungi orang
lain di sekitar kita. Jadi kewajibannya itu kita melindungi masyarakat, karena
tidak semua orang itu punya kondisi tubuh yang ideal,” pungkasnya.

Kementerian
Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, setiap anak berhak untuk mendapatkan imunisasi
dasar sesuai dengan ketentuannya. Imunisasi dasar anak sebagai langkah untuk
mencegah terpaparnya penyakit, tak menutup kemungkinan virus korona atau
Covid-19.

Sebab
Covid-19 tak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga berbagai kalangan,
termasuk anak-anak yang mungkin bisa terpapar Covid-19.

“Imunisasi
dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat
dihindari melalui imunisasi, kemudian diturunkan dengan peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017. Pemerintah akan menyediakan dan mendistribusikan
semua logistik yang berhubungan dengan imunisasi,” kata Direktur Surveilans dan
Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang dalam diskusi daring ‘Vaksin:
Melindungi Diri dan Melindungi Negeri’, Kamis (1/10).

Vensya
menyampaikan, saat ini Pemerintah masih berupaya untuk menemukan vaksin
Covid-19. Namun memang tak dipungkiri penemuan vaksin tidak mudah.

“Para
ahli mengatakan, para penyedia mengatakan, itu juga membutuhkan waktu yang
mungkin sampai belasan tahun 10 sampai 8 tahun. Karena memang tahapan yang
cukup panjang,” ujar Vensya.

Baca Juga :  Epidemiolog UGM: Varian Baru Covid-19 Berpotensi Muncul di Indonesia

 

Oleh
karena itu, sembari menunggu ketersedian vaksin Covid-19, Vensya menyarankan
agar setiap anak Indonesia melakukan imunisasi dasar. Karena bermanfaat untuk
melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai penyakit.

“Jangan
takut untuk mendapatkan imunisasi, kualitas terjaga dan keuntungan registrasi,
dari mulai pembuatan dari pada pasien ini terjaga,” tegas Vensya.

Namun
tak dipungkiri, mencegah penyebaran Covid-19 juga harus selalu menerapkan
protokol kesehatan, sebagaimana selalu digaungkan oleh Pemerintah dengan
menerapkan 3M yakni, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Pengetatan
protokol kesehatan semata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Sehingga
merupakan hal penting untuk menerapkan 3M dalam kehidupan sehari-hari.

Senada,
Communication for Development Specialist UNICEF Indonesia, Rizky Ika Safitri
menyatakan, anak usia dini sampai usia sekolah dasar merupakan hal yang wajib
untuk mendapatkan imunisasi dasar. Menurutnya, masyarakat bisa datang ke pos
pelayanan imunisasi seperti Puskesmas maupun Posyandu secara gratis.

Baca Juga :  1.620 Relawan Tuntas Mendapatkan Suntikan Pertama Vaksin Covid-19

“Kalau
kami dari UNICEF memastikan bahwa hal ini terpenuhi, bahwa masyarakat kemudian
menikmati program imunisasi. Karena sebagai sebuah intervensi public health
atau kesehatan masyarakat,” cetus Ika.

Ika
menyebut, imunisasi dasar anak merupakan salah satu cara agar anak-anak
Indonesia tidak mudah atau menjaga agar tidak terjangkit penyakit, tak
terkecuali Covid-19. Hal ini semata untuk melindungi diri pribadi dan orang
lain agar tidak terpapar penyakit.

“Kita
menjadi sehat, kebal terhadap suatu penyakit maka kita juga melindungi orang
lain di sekitar kita. Jadi kewajibannya itu kita melindungi masyarakat, karena
tidak semua orang itu punya kondisi tubuh yang ideal,” pungkasnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/