27.7 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Ini Cara Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah dengan Santai

Ini Cara Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah dengan Santai

Ilustrasi momen kumpul keluarga saat Lebaran, di mana pertanyaan klise seperti โ€˜Kapan Nikah?โ€™ kerap dilontarkan. (Freepik)

Pertanyaan klise seperti โ€˜Kapan Nikah?โ€™ atau โ€˜Kapan Wisuda?โ€™ kerap muncul saat kumpul keluarga di momen Lebaran. Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut adalah basa-basi yang menjengkelkan.

Hal ini diamini oleh Psikolog Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana. Ia mengatakan bahwa desakan semacam ini dapat memicu rasa traumatis ketika seseorang menghadapi pertanyaan yang sudah membebaninya.

โ€œBisa saja, seseorang itu sedang berjuang dengan skripsinya. Ketika itu ditanya (Kapan wisuda) akan membangkitkan rasa tidak nyaman dan sedih,โ€ tutur Atika di Surabaya, Minggu (30/3).

Baca Juga :  Tak Pernah Sial! Weton Ini Selalu Kaya dan Rezeki Lancar Menurut Primbon Jawa, Berikut Profesinya!

Lantas bagaimana cara menyikapi pertanyaan-pertanyaan pribadi dengan santai? Atika menyebut ada dua cara untuk menyikapi emosi yang muncul saat mendapat pertanyaan menjengkelkan saat Lebaran.

Yakni dengan cara fight (melawan rasa itu), atau cara flight (melarikan diri). Namun, cara melarikan diri, lanjut Atika, agaknya sulit dilakukan ketika momen Lebaran, di mana semua keluarga berkumpul.

โ€œMaka mau tidak mau, kita harus fight dengan menyiapkan jawaban. Perlu dipertimbangkan apakah jawaban kita akan membuat lawan bicara tidak bertanya lebih lanjut atau justru bertanya semakin personal,โ€ imbuhnya.

Apabila pertanyaan yang diajukan masih membuat tidak nyaman, seseorang juga bisa melakukan teknik grounding untuk mengalihkan perasaan cemas melalui aktivitas panca indra, seperti olah napas, jalan-jalan, dan tidur.

Baca Juga :  Prediksi Tren Fashion 2025: Gaya Berkelanjutan dan Teknologi Memimpin Pasar

Sebelum menghadiri acara sosial, penting bagi seseorang untuk mempersiapkan diri dan mengelola ekspektasi agar lebih siap menghadapi pertanyaan dan dapat merespons situasi dengan tenang dan terkontrol.

โ€œTidak semua pertanyaan harus kita jawab, kita perlu melihat juga siapa yang bertanya. Kita bisa menjawab dengan senyum atau dengan kata โ€˜okeโ€™ untuk orang yang tidak terlalu kita kenal,โ€ tukas Atika.

Terakhir, ia menegaskan bahwa meskipun individu tidak bisa mengendalikan munculnya pertanyaan pribadi saat silaturahmi keluarga, mereka tetap memiliki kendali atas jawaban yang diberikan.(jpc)

Ini Cara Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah dengan Santai

Ilustrasi momen kumpul keluarga saat Lebaran, di mana pertanyaan klise seperti โ€˜Kapan Nikah?โ€™ kerap dilontarkan. (Freepik)

Pertanyaan klise seperti โ€˜Kapan Nikah?โ€™ atau โ€˜Kapan Wisuda?โ€™ kerap muncul saat kumpul keluarga di momen Lebaran. Bagi sebagian orang, pertanyaan tersebut adalah basa-basi yang menjengkelkan.

Hal ini diamini oleh Psikolog Universitas Airlangga, Atika Dian Ariana. Ia mengatakan bahwa desakan semacam ini dapat memicu rasa traumatis ketika seseorang menghadapi pertanyaan yang sudah membebaninya.

โ€œBisa saja, seseorang itu sedang berjuang dengan skripsinya. Ketika itu ditanya (Kapan wisuda) akan membangkitkan rasa tidak nyaman dan sedih,โ€ tutur Atika di Surabaya, Minggu (30/3).

Baca Juga :  Tak Pernah Sial! Weton Ini Selalu Kaya dan Rezeki Lancar Menurut Primbon Jawa, Berikut Profesinya!

Lantas bagaimana cara menyikapi pertanyaan-pertanyaan pribadi dengan santai? Atika menyebut ada dua cara untuk menyikapi emosi yang muncul saat mendapat pertanyaan menjengkelkan saat Lebaran.

Yakni dengan cara fight (melawan rasa itu), atau cara flight (melarikan diri). Namun, cara melarikan diri, lanjut Atika, agaknya sulit dilakukan ketika momen Lebaran, di mana semua keluarga berkumpul.

โ€œMaka mau tidak mau, kita harus fight dengan menyiapkan jawaban. Perlu dipertimbangkan apakah jawaban kita akan membuat lawan bicara tidak bertanya lebih lanjut atau justru bertanya semakin personal,โ€ imbuhnya.

Apabila pertanyaan yang diajukan masih membuat tidak nyaman, seseorang juga bisa melakukan teknik grounding untuk mengalihkan perasaan cemas melalui aktivitas panca indra, seperti olah napas, jalan-jalan, dan tidur.

Baca Juga :  Prediksi Tren Fashion 2025: Gaya Berkelanjutan dan Teknologi Memimpin Pasar

Sebelum menghadiri acara sosial, penting bagi seseorang untuk mempersiapkan diri dan mengelola ekspektasi agar lebih siap menghadapi pertanyaan dan dapat merespons situasi dengan tenang dan terkontrol.

โ€œTidak semua pertanyaan harus kita jawab, kita perlu melihat juga siapa yang bertanya. Kita bisa menjawab dengan senyum atau dengan kata โ€˜okeโ€™ untuk orang yang tidak terlalu kita kenal,โ€ tukas Atika.

Terakhir, ia menegaskan bahwa meskipun individu tidak bisa mengendalikan munculnya pertanyaan pribadi saat silaturahmi keluarga, mereka tetap memiliki kendali atas jawaban yang diberikan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru