Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa mata adalah jendela jiwa seseorang. Namun, kemajuan sains modern berhasil membuktikan bahwa organ penglihatan ini ternyata jauh lebih hebat dari itu.
Mata bukan sekadar jendela perasaan, melainkan jendela yang mampu menunjukkan seberapa cerdas otak anda dalam memproses informasi.
Alih-alih menggunakan tes IQ tertulis yang rumit dan memakan waktu, tingkat kecerdasan seseorang ternyata bisa diintip secara instan hanya dengan memperhatikan ukuran bagian tengah mata mereka, yaitu pupil.
Ukuran lingkaran hitam atau pupil mata yang biasanya membesar atau mengecil akibat pengaruh cahaya ini, diam-diam menyimpan kode rahasia mengenai kapasitas otak manusia.
Melansir dari laman YourTango pada Senin (29/06), sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa cara mengetahui seberapa cerdas seseorang dengan melihat matanya.
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ada keterkaitan erat antara ukuran dasar pupil seseorang saat dalam kondisi istirahat (baseline pupil size) dengan tingkat kecerdasan fungsional mereka.
Fenomena biologis ini menawarkan cara baru yang unik untuk membedakan tingkat IQ atau intelektual tanpa perlu tahu latar belakang Pendidikan.
Penelitian ilmiah berskala besar yang mendasari temuan ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Georgia Institute of Technology, yang menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan seseorang dan ukuran pupil dasar mereka.
Menggunakan teknologi canggih eye tracker atau alat pelacak mata dan dengan kamera beresolusi tinggi, tim peneliti mengukur ukuran pupil dasar para partisipan saat sedang beristirahat dan menatap layar komputer yang kosong selama beberapa menit.
Setelah itu, para partisipan diminta menyelesaikan serangkaian tes kognitif yang menguji kecerdasan cair atau fluid intelligence, kapasitas memori kerja, dan kontrol perhatian.
Individu yang memiliki ukuran pupil dasar lebih besar pada kondisi pencahayaan redup terbukti meraih skor yang jauh lebih tinggi dalam tes kognitif tersebut.
Mereka menunjukkan kemampuan memecahkan masalah praktis yang lebih hebat, kontrol perhatian yang lebih fokus, serta kapasitas memori jangka pendek yang lebih kuat.
Para peneliti menjelaskan bahwa jawabannya terletak pada sebuah wilayah kecil di batang otak bagian atas yang bernama locus coeruleus.
Wilayah ini memiliki jaringan saraf yang sangat luas dan terhubung langsung ke seluruh bagian otak lainnya.
Locus coeruleus bertanggung jawab melepaskan hormon norepinefrin, yang bertugas mengatur persepsi, memori, serta fokus perhatian manusia.
Karena wilayah otak ini juga mengontrol otot-otot yang mengatur pelebaran serta penyempitan pupil mata, para ilmuwan berhipotesis bahwa orang dengan pupil dasar yang lebih besar memiliki regulasi aktivitas locus coeruleus yang jauh lebih efisien.
Dengan kata lain, struktur sirkuit otak bekerja lebih optimal dalam mengorganisasi tugas-tugas kognitif yang rumit dan tingkat IQ.
Meskipun temuan sains ini sangat memukau, para ahli tetap mengingatkan bahwa ukuran pupil juga dipengaruhi oleh faktor usia, obat-obatan, dan tingkat kelelahan fisik.
Namun, studi ini berhasil membuka mata dunia bahwa ada hubungan biologis yang sangat dalam antara mata dan otak manusia.(jpc)


