Minat Berolahraga Meningkat, Pemain Padel dan Lari Paling Rawan Cedera

PROKALTENG.CO-Tren gaya hidup sehat terus berkembang di Kota Surabaya. Masyarakat semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga. Mulai lari hingga olahraga yang sedan booming di masyarakat, padel.

Namun, di balik meningkatnya kesadaran berolahraga, kasus cedera olahraga juga ikut melonjak. Minimnya persiapan fisik dan kurangnya pemahaman mengenai kapasitas tubuh menjadi pemicu utama.

Owner Physiorehab Surabaya Simon Tri Prasetyo mengatakan, lonjakan kasus cedera mulai terasa sejak pandemi Covid-19 berakhir. Saat itu, banyak masyarakat mulai rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran.

“Pasca-Covid-19, angka cedera olahraga meningkat cukup tinggi karena banyak orang baru mulai berolahraga,” ujarnya, Selasa (16/6).

Menurut Simon, padel menjadi olahraga dengan kasus cedera terbanyak yang dia tangani, disusul lari. “Meski cedera pelari cenderung ringan, kasusnya cukup banyak karena banyak yang mulai berlari tanpa persiapan yang baik,” katanya.

Baca Juga :  Sahur Run, Tren Lari Tengah Malam yang Semarakkan Ramadan

Ia menjelaskan, cedera ringan umumnya berupa keseleo pergelangan kaki, nyeri siku, hingga cedera otot yang banyak dialami pelari maupun pemain olahraga raket pemula.

“Biasanya pelari mengalami keseleo engkel atau cedera otot. Kalau ringan, pemulihan bisa berlangsung dua hingga tiga minggu dengan tiga sampai empat kali terapi,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, cedera berat umumnya menyerang lutut dan pinggang. Kasus yang paling sering ditemui meliputi robekan meniskus, cedera ligamen anterior atau anterior cruciate ligament (ACL), hingga saraf terjepit di area pinggang.

“Pemulihan pascaoperasi pun membutuhkan waktu cukup panjang. “Operasi lutut akibat cedera meniskus atau ACL bisa membutuhkan waktu pemulihan delapan hingga 12 bulan. Itu yang paling banyak kami tangani saat ini,” ungkap Simon.

Baca Juga :  10 Kebiasaan yang Harus Anda Tinggalkan untuk Hidup Lebih Bahagia

Ia menyebut, sekitar 50 persen kasus operasi cedera olahraga yang ditangani kliniknya kini didominasi pemain padel. Sebelumnya, cedera berat lebih banyak berasal dari olahraga basket, sepak bola, dan futsal.

“Semenjak padel naik, peningkatan kasus cederanya juga tinggi. Banyak yang menganggap padel mudah dimainkan, padahal tubuh tetap membutuhkan adaptasi,” katanya. (sam/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Tren gaya hidup sehat terus berkembang di Kota Surabaya. Masyarakat semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan olahraga. Mulai lari hingga olahraga yang sedan booming di masyarakat, padel.

Namun, di balik meningkatnya kesadaran berolahraga, kasus cedera olahraga juga ikut melonjak. Minimnya persiapan fisik dan kurangnya pemahaman mengenai kapasitas tubuh menjadi pemicu utama.

Owner Physiorehab Surabaya Simon Tri Prasetyo mengatakan, lonjakan kasus cedera mulai terasa sejak pandemi Covid-19 berakhir. Saat itu, banyak masyarakat mulai rutin berolahraga untuk menjaga kebugaran.

Electronic money exchangers listing

“Pasca-Covid-19, angka cedera olahraga meningkat cukup tinggi karena banyak orang baru mulai berolahraga,” ujarnya, Selasa (16/6).

Menurut Simon, padel menjadi olahraga dengan kasus cedera terbanyak yang dia tangani, disusul lari. “Meski cedera pelari cenderung ringan, kasusnya cukup banyak karena banyak yang mulai berlari tanpa persiapan yang baik,” katanya.

Baca Juga :  Sahur Run, Tren Lari Tengah Malam yang Semarakkan Ramadan

Ia menjelaskan, cedera ringan umumnya berupa keseleo pergelangan kaki, nyeri siku, hingga cedera otot yang banyak dialami pelari maupun pemain olahraga raket pemula.

“Biasanya pelari mengalami keseleo engkel atau cedera otot. Kalau ringan, pemulihan bisa berlangsung dua hingga tiga minggu dengan tiga sampai empat kali terapi,” jelasnya.

Sementara itu, cedera berat umumnya menyerang lutut dan pinggang. Kasus yang paling sering ditemui meliputi robekan meniskus, cedera ligamen anterior atau anterior cruciate ligament (ACL), hingga saraf terjepit di area pinggang.

“Pemulihan pascaoperasi pun membutuhkan waktu cukup panjang. “Operasi lutut akibat cedera meniskus atau ACL bisa membutuhkan waktu pemulihan delapan hingga 12 bulan. Itu yang paling banyak kami tangani saat ini,” ungkap Simon.

Baca Juga :  10 Kebiasaan yang Harus Anda Tinggalkan untuk Hidup Lebih Bahagia

Ia menyebut, sekitar 50 persen kasus operasi cedera olahraga yang ditangani kliniknya kini didominasi pemain padel. Sebelumnya, cedera berat lebih banyak berasal dari olahraga basket, sepak bola, dan futsal.

“Semenjak padel naik, peningkatan kasus cederanya juga tinggi. Banyak yang menganggap padel mudah dimainkan, padahal tubuh tetap membutuhkan adaptasi,” katanya. (sam/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru