PROKALTENG.CO – Masa lalu punya cara tersendiri yang sulit untuk dilupakan. Ketika kita berpikir sudah melupakan masa lalu, terkadang masa lalu itu melekat pada diri dengan cara yang hampir tidak kita sadari.
Komentar biasa yang lebih menyakitkan dari yang seharusnya, reaksi yang berlebihan terhadap kegagalan yang tampaknya biasa, atau pola hubungan yang terasa terlalu familiar menjadi tanda halus yang seringkali menunjukkan bahwa kita belum sepenuhnya melupakan masa lalu.
Emosi yang belum terselesaikan, luka yang belum sembuh, dan bab yang belum tuntas dalam sejarah kita tidak hanya tersimpan jauh di dalam diri tetapi dapat diam-diam membentuk cara kita saat melihat dunia, menanggapi tantangan, dan berhubungan dengan orang lain.
Dilansir dari Baseline Mag, terdapat 8 perilaku yang sering ditunjukkan orang-orang yang belum benar-benar berdamai dengan masa lalu tanpa menyadarinya.
Mengungkapkan pola-pola ini dapat membuat kita melepaskan diri dari apa yang menghambat dan menciptakan ruang untuk kehidupan yang lebih baik dan fokus pada masa kini.
- Terobsesi dengan masa lalu
Kenangan bisa menjadi hal yang rumit. Satu menit menertawakan kejadian lucu, menit berikutnya dapat membuat seseorang tenggelam dalam lautan nostalgia dan merindukan masa-masa yang lebih sederhana. Namun, kenangan hanya untuk dikunjungi bukan untuk dijalani kembali.
Orang-orang yang belum berdamai dengan masa lalu seringkali mendapati dirinya terjebak dalam jalur kenangan dan tidak mampu untuk melangkah maju. Mereka terus menerus mengingat luka lama, mengulang kesalahan masa lalu dan menghidupkan kembali momen yang hilang.
Mereka seperti terjebak dalam lingkaran waktu, terus-menerus mengalami masa lalu dalam masa kini sambil mengabaikan masa depan yang ada di depan pintu mereka.
- Menghindari topik tertentu
Setiap kali hal dari masa lalu muncul dalam pembicaraan mereka akan segera mengganti topik atau melontarkan lelucon untuk mencairkan suasana. Ini menandakan bahwa mereka menghindari topik tersebut karena belum bisa menerima keadaan yang telah berlalu.
Orang yang benar-benar belum beranjak dari masa lalu seringkali menunjukkan hal ini. Mereka menghindari topik, tempat, bahkan orang tertentu yang mengingatkan mereka tentang masa lalu.
Ini seperti mekanisme pertahanan otomatis untuk mencegah diri mereka merasakan kembali rasa sakit dan ketidaknyamanan.
- Kesulitan menjalin hubungan dekat
Beban dari masa lalu terkadang begitu berat sehingga memengaruhi kemampuan kita untuk membentuk sebuah hubungan baru yang bermakna. Penelitian menunjukkan bahwa masalah masa lalu yang belum terselesaikan dapat menyebabkan masalah kepercayaan, ketakutan akan keintiman, atau bahkan kecenderungan untuk menyabotase hubungan sebelum menjadi terlalu serius.
Misalnya ketika seseorang yang pernah mengalami pengkhianatan dalam hubungan masa lalu mungkin akan mengalami kesulitan mempercayai pasangan barunya dan terus menerus mempertanyakan motif atau tindakan mereka.
Ini seperti membangun benteng emosional, temboknya dimaksudkan untuk menghalau rasa sakit, tetapi juga menghalangi hubungan dan cinta untuk masuk.
- Reaksi berlebihan terhadap situasi tertentu
Orang yang belum berdamai dengan masa lalunya seringkali bereaksi keras terhadap situasi yang mengingatkan mereka pada situasi atau masalah yang belum terselesaikan. Ini seperti ledakan emosi yang memicu respon yang jauh lebih intens daripada yang seharusnya.
Reaksi-reaksi ini bukan tentang masa kini, ini adalah gema luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Jadi ketika hal itu kembali terjadi, mereka akan menganggapnya sebagai serangan atau pengingat yang tak disukai.
- Sulit memaafkan dan melepaskan
Buat mereka, memaafkan seperti ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, hal itu membebaskan, di sisi lain hal itu sangat sulit terutama saat harus memaafkan diri sendiri. Orang yang belum berdamai dengan masa lalu seringkali berjuang dengan hal ini.
Mereka memendam dendam, kemarahan, rasa bersalah, atau penyesalan yang tidak mampu membuat mereka memaafkan dan melepaskan. Butuh waktu lama untuk mereka menyadari bahwa terus menerus menyimpan rasa bersalah tidak akan membantunya. Malah itu dapat menghalanginya untuk melangkah maju.
- Hadiah yang tampak sempurna
Orang yang belum berdamai dengan masa lalunya berusaha keras untuk menciptakan masa kini yang sempurna. Itulah cara mereka untuk dapat mengimbangi, mencoba membuktikan pada diri sendiri, dan orang lain bahwa mereka telah melupakan masa lalunya.
Mereka mungkin akan memiliki karir yang sukses, keluarga yang penuh kasih sayang, dan kehidupan sosial yang membuat iri teman-temannya. Namun, dibalik itu semua, masa lalu masih sangat hidup dan memengaruhi tindakan mereka.
- Takut akan perubahan
Perubahan adalah bagian alami dari kehidupan. Itulah cara setiap orang tumbuh, belajar, dan menjadi versi dari kita yang lebih baik. Tanpa adanya perubahan, kita akan tetap stagnan dan tidak pernah berkembang menjadi orang yang kita inginkan.
Namun, bagi sebagian orang, perubahan itu menakutkan. Terutama bagi mereka yang belum benar-benar berdamai dengan masa lalunya. Mereka takut perubahan itu berapapun kecilnya dapat membawa mereka kembali pada rasa sakit, kekecewaan, atau trauma yang pernah mereka alami.
- Selalu memandang negatif diri sendiri
Cara kita memandang diri sendiri seringkali merupakan cerminan pengalaman masa lalu. Citra diri kita dibentuk oleh bagaimana kita diperlakukan, pesan yang kita terima saat dewasa, dan tantangan yang kita hadapi selama ini.
Bagi mereka yang belum selesai dengan masa lalunya, pandangan diri ini seringkali diwarnai dengan kenegatifan. Rasa sakit, kritikan, atau pengabaian yang belum terselesaikan dari masa lalu dapat tertinggal di belakang. (pri/jawapos.com)