Kita semua pernah merasa tersinggung. Akan tetapi, jika perasaan ini muncul terus-menerus, itu bisa jadi tanda adanya masalah yang lebih dalam. Kondisi ini bisa membuat kita mengatakan hal-hal yang menyakitkan, merusak hubungan, atau bahkan mengganggu produktivitas kerja kita.
Maka dari itu, kamu harus mencari solusi guna mengatasi rasa tersinggung yang berlebihan. Dikutip dari verywellmind.com, berikut ini berbagai hal sederhana yang dapat kamu lakukan jika dirimu terlalu sensitif. Apa saja? Yuk, simak!
- Akui perasaan itu
Saat seseorang bertanya mengapa dirimu pemarah, kamu mungkin ingin membantahnya atau menyalahkan orang lain. Namun, menyangkal sifat mudah tersinggung justru bisa memperburuk perasaanmu dan meningkatkan kecemasan. Ketika kamu merasa terganggu oleh segala hal, maka akuilah perasaan itu tanpa perlu mengumumkannya kepada orang lain.
Mengidentifikasi perasaanmu bisa mengurangi intensitasnya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa menilai tingkat kemarahan pada skala 1 hingga 10 dapat menenangkan gejala fisik dan membuatmu merasa lebih baik. Jadi, luangkan waktu sejenak untuk menyadari emosimu dan kamu mungkin akan merasa lebih baik.
- Ketahui sumber penyebabnya
Kadang-kadang, penyebab kejengkelan jelas, seperti anak-anak yang berteriak dan tidak mau mendengarkan setelah seharian bekerja keras. Namun, di lain waktu kamu mungkin merasa marah atau frustrasi tanpa tahu alasan pasti. Dengan sedikit refleksi diri, kamu bisa menyadari bahwa stres atau kurangnya perhatian pada diri sendiri bisa menjadi penyebabnya.
Terkadang, rasa lapar juga mampu menyebabkan dirimu lebih mudah tersinggung. Apabila kamu dapat mengidentifikasi penyebabnya, maka kamu mungkin bisa menyelesaikan masalahnya. Sayangnya, terkadang rasa jengkel berasal dari faktor internal, seperti perubahan hormon atau masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi.
- Ambil napas dalam-dalam
Pikiran seperti “Aku tidak tahan lagi” bisa menimbulkan rasa jengkel, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol. Ini dapat menyebabkan detak jantung meningkat, telapak tangan berkeringat, dan tekanan darah naik. Sebelum kamu menyadarinya, rasa jengkel bisa semakin memburuk.
Mengambil napas dalam-dalam beberapa kali dapat menenangkan respons tubuh. Dengan tubuh yang lebih tenang, otakmu pun menjadi lebih tenang. Jika kamu merasa stres, cobalah tarik napas perlahan lewat hidung selama tiga detik, tahan sejenak, kemudiam hembuskan perlahan melalui bibir yang mengerucut. Lakukan ini tiga kali untuk merasakan sedikit perbaikan.
- Istirahat sejenak
Saat menghadapi proyek yang membuat frustrasi atau berada di lingkungan yang penuh stres, kadang-kadang yang terbaik adalah beristirahat sejenak. Anggap rasa kesalmu sebagai tanda bahwa energi pada dirimu hampir habis.
Beristirahat sejenak membantumu mengisi ulang tenaga dan kembali dengan perasaan segar. Cobalah melakukan aktivitas yang menenangkan, seperti berjalan-jalan sebentar atau mendengarkan musik beberapa menit di ruang pribadi supaya membantu menenangkan diri dengan cepat.
- Lakukan aktivitas olahraga secara sehat
Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga dapat mendukung kesehatan mental, dengan aktivitas fisik terbukti efektif dalam mengatasi kecemasan, gangguan suasana hati, gangguan makan, dan gangguan penggunaan zat. Apabila rasa mudah marah diakibatkan oleh masalah kesehatan mental, ternyata berolahraga bisa membantu.
Akan tetapi, olahraga yang berlebihan justru bisa meningkatkan rasa mudah tersinggung. Hal ini terutama terjadi jika kamu sedang menjalani diet ketat atau berolahraga secara berlebihan. Maka dari itu, penting guna menjaga keseimbangan dalam berolahraga. Jika rutinitas olahragamu malah memperburuk suasana hati, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
- Kunyah permen karet
Mengunyah permen karet bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stres dan membantu meredakan rasa jengkel. Penelitian menunjukkan bahwa orang merasa lebih sedikit cemas dan stres saat mengunyah permen karet, dan hal ini juga meningkatkan fokus serta perhatian mereka. Jadi, jika lain kali kamu merasa kesal, coba ambil sepotong permen karet. Kamu mungkin merasa lebih tenang dan lebih bahagia setelah melakukannya.
- Ubah pikiran yang negatif
Ketika menghadapi ketidaknyamanan seperti kemacetan, maka kamu mungkin mulai memikirkan hal-hal yang membuat dirimu menjadi kesal. Selanjutnya, kamu mulai berpikir, “Aku benci membuang waktu di kemacetan!” hanya akan membuat perasaanmu semakin buruk.
Apabila kamu merasa terjebak dalam pemikiran tentang ketidakadilan atau ketidaksukaan terhadap situasi tersebut, cobalah untuk mengubah perspektifmu. Fokuslah pada fakta-fakta, bukan pada penilaian atau emosi yang datang bersama fakta tersebut.
- Peroleh bantuan profesional
Kemarahan bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan mental, seperti depresi atau kecemasan. Jika kemarahanmu berlangsung selama beberapa minggu atau kamu merasa cemas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau hubungi profesional kesehatan mental. Mengatasi masalah kesehatan mental yang mendasari bisa membantu meredakan kemarahan dan meningkatkan perasaanmu.(jpc)