Mengingat masa lalu sering kali menjadi tantangan dalam hubungan baru. Tidak sedikit orang yang masih terjebak dalam kenangan lama, membuat mereka sulit benar-benar move on.
Bisa jadi, pasanganmu juga mengalami hal yang sama. Tapi, pernahkah kamu berpikir bahwa mungkin saja kamu adalah salah satu alasan kenapa dia masih sulit melupakan masa lalunya.
Dilansir melalui laman Psychology Today, Selasa, (11/2) Susan Krauss Whitbourne, seorang profesor emerita dalam bidang psikologi di University of Massachusetts Amherst, menjelaskan bahwa mengingat kenangan masa lalu sebenarnya bukanlah sesuatu yang buruk. Apalagi jika hubungan yang dijalani berlangsung lama, wajar jika kenangan tersebut masih melekat.
Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh Cathy Cox dari Texas Christian University menemukan bahwa ‘lamunan nostalgia’ justru bisa meningkatkan suasana hati, harga diri, dan identitas seseorang.
Hampir tidak ada orang yang hanya mengenang masa lalunya sekali dalam sebulan. Artinya, mengingat mantan adalah hal yang manusiawi.
Lantas, apa alasan utama seseorang masih sulit move on dari masa lalunya? Mengutip penjelasan David Ludden, seorang profesor psikologi di Georgia Gwinnett College, melalui artikelnya di Psychology Today ada 3 alasan utama yang ditemukan dalam penelitian psikolog Austria, Ursula Athenstaedt, terhadap 876 orang yang baru saja putus cinta dan mengapa mereka masih mengingat masa lalunya.
- Harapan untuk Kembali Bersama Mantan
Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih cenderung berpikir positif tentang mantannya dan bahkan berharap bisa kembali bersama. Sementara itu, perempuan biasanya memilih untuk benar-benar mengakhiri hubungan dengan cara mengingat sisi negatif mantannya dan mengabaikan kenangan baik.
Secara evolusi, laki-laki cenderung mempertahankan harapan bahwa mantannya masih bisa menjadi pasangan lagi, meski mereka juga mencari alternatif lain. Sebaliknya, perempuan lebih fokus pada hubungan jangka panjang dan cenderung tidak ingin kembali ke hubungan yang sudah gagal.
- Cara Mengatasi Rasa Patah Hati
Setelah putus cinta, laki-laki lebih sering menggunakan cara ‘melarikan diri’ dari kesedihan, seperti bekerja lebih lama, melakukan aktivitas ekstrem, atau bahkan mengonsumsi alkohol. Mereka juga lebih sering masuk ke dalam hubungan baru sebagai ‘pelarian’, meskipun belum tentu serius.
Sementara itu, perempuan lebih memilih mencari dukungan emosional dari teman dan keluarga. Mereka cenderung memberi waktu pada diri sendiri untuk menyembuhkan luka sebelum membuka hati untuk hubungan baru. Perbedaan ini menunjukkan bahwa perempuan lebih mengandalkan jaringan sosialnya, sementara laki-laki cenderung kehilangan tempat berbagi setelah putus cinta.
- Persepsi yang Berbeda Tentang Penyebab Putus Cinta
Perempuan biasanya lebih jelas dalam melihat alasan berakhirnya hubungan dan sering kali menyalahkan mantan pasangannya. Hal ini membantu mereka untuk benar-benar move on dan tidak ingin kembali ke hubungan lama.
Di sisi lain, laki-laki sering kali merasa bingung dengan alasan hubungan mereka berakhir. Mereka tidak bisa menyalahkan mantannya karena masih memiliki harapan untuk kembali, tapi juga enggan menyalahkan diri sendiri. Ketidakjelasan ini membuat mereka sulit benar-benar melangkah maju dan terus terjebak dalam kenangan masa lalu.
Lalu, apa maksud dari kamu yang bisa menjadi salah satu alasan pasanga masih mengingat masa lalu? Salah satu penyebab pasanganmu masih terjebak dalam masa lalunya adalah ekspektasimu sendiri. Terkadang, keinginan agar pasangan benar-benar melupakan masa lalunya justru menjadi tekanan yang membuatnya semakin sulit move on.
Dilansir melalui laman PsychCentral, meminta pasangan untuk melupakan masa lalunya bukanlah hal yang bijak. “Jika dia mencintaimu, dia tidak akan pernah menyebut mantannya lagi.” Stop, jangan berpikir seperti itu. Masa lalu adalah bagian dari perjalanan hidup seseorang.
Tidak ada yang bisa menghapusnya begitu saja, termasuk pasanganmu. Justru, menerima dan memahami masa lalunya adalah langkah penting dalam membangun hubungan yang sehat.
Kesimpulannya, pasangan masih mengingat masa lalu dan sulit move on bukan hanya karena kenangan, tapi juga karena cara mereka menghadapi perpisahan. Bisa jadi, harapan untuk kembali, cara mereka mengatasi kesedihan, hingga ketidakjelasan alasan putus menjadi faktor utama.
Dan, jangan lupa, ekspektasimu yang terlalu tinggi agar dia segera melupakan mantannya bisa jadi justru membuatnya semakin sulit move on. Jadi, alih-alih memaksa, lebih baik pahami dan terima bahwa masa lalu adalah bagian dari dirinya.(jpc)