PROKALTENG.CO – Kebiasaan memakai helm, topi, atau hijab terlalu lama ternyata bisa berdampak pada kesehatan kulit kepala. Pakar trikologi Leonica Kei mengingatkan, penutup kepala yang dipakai berjam-jam dapat memerangkap panas, mengurangi sirkulasi udara, dan menimbulkan gesekan yang berpotensi memicu kerontokan rambut.
Dilansir dari laman Channel News Asia, Leonica Kei dari Leonica K Trichology menjelaskan bahwa penutup kepala sebenarnya tidak otomatis menyebabkan rambut rontok. Namun, cara pemakaian yang terlalu ketat atau menimbulkan gesekan berulang di kulit kepala bisa berdampak pada kesehatan rambut.
“Topi atau penutup kepala tidak menyebabkan kerontokan rambut secara langsung, kecuali jika terlalu ketat atau menimbulkan gesekan di area yang terus-menerus bersentuhan dengan kepala,” jelas Kei.
Meski begitu, penggunaan penutup kepala dalam waktu lama tetap bisa menciptakan kondisi yang kurang sehat bagi kulit kepala, terutama di daerah dengan cuaca panas dan lembap.
Menurut Kei, rasa “pengap” yang sering dirasakan bukan berasal dari kepala, melainkan akibat panas, keringat, serta penumpukan minyak di kulit kepala yang ventilasinya terbatas.
Kondisi tersebut dapat memicu berbagai masalah kulit kepala, mulai dari gatal, pertumbuhan jamur berlebih yang memperparah ketombe, peradangan, hingga memperburuk kerontokan rambut. Bahkan, keseimbangan mikrobioma alami di kulit kepala juga bisa terganggu.
“Kulit kepala berfungsi paling baik ketika bisa ‘bernapas’ dalam arti sehari-hari, yakni berada di lingkungan dengan aliran udara yang baik dan kelembapan yang tidak terperangkap,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tekanan dari penutup kepala sering terjadi di area garis rambut, pelipis, belahan rambut, belakang telinga, hingga ubun-ubun. Gesekan berulang di titik-titik tersebut bisa menimbulkan ketegangan yang lama-kelamaan melemahkan rambut.
Jika kondisi itu terus terjadi, risiko alopecia traksi dapat muncul, yakni kondisi ketika rambut patah atau rontok di area yang sering mengalami tekanan.
Tanda-tandanya antara lain kulit kepala terasa nyeri setelah melepas penutup kepala, muncul bagian yang terasa sensitif atau rata, hingga penipisan rambut yang mengikuti garis penutup kepala.
Jika mengalami gejala tersebut, Kei menyarankan untuk mengevaluasi ukuran penutup kepala yang digunakan.
Bagi yang sehari-hari memakai helm, topi, atau hijab, risiko tersebut sebenarnya bisa dikurangi dengan memilih bahan yang tepat dan ukuran yang tidak terlalu ketat.
Di daerah beriklim lembap, pemakai hijab disarankan memilih bahan seperti katun, linen, jerami, jaring, atau kain yang mudah menyerap keringat. Sebaliknya, bahan seperti poliester atau satin sintetis sebaiknya dihindari jika mudah berkeringat karena cenderung menahan panas.
Untuk pengguna topi, pastikan ukurannya pas dan tidak terlalu menekan kepala hingga meninggalkan bekas.
Kebersihan penutup kepala juga penting. Menggunakannya kembali tanpa dicuci dapat membuat kulit kepala menjadi lembap dan berpotensi memicu pertumbuhan jamur.
Kei juga menyarankan agar kulit kepala diberi waktu “beristirahat”, terutama jika mulai terasa panas, gatal, atau berminyak. Melepas penutup kepala beberapa menit di tempat pribadi bisa membantu sirkulasi udara kembali normal.
Selain itu, perawatan kulit kepala juga perlu diperhatikan. Keramas secara rutin, setidaknya sekali sehari atau sesuai kebutuhan, dapat membantu menghilangkan keringat dan minyak yang menumpuk.
Pastikan pula rambut benar-benar kering sebelum mengenakan penutup kepala untuk menghindari masalah jamur.
Perawatan tambahan seperti tonik, serum, atau masker kulit kepala juga dapat membantu menjaga sirkulasi. Sementara penggunaan produk seperti wax, gel, atau hairspray sebaiknya dibatasi karena bisa menambah penumpukan kotoran di kulit kepala.
Sampo kering juga dapat digunakan untuk mengatasi akar rambut yang berminyak setelah lama memakai penutup kepala.
“Namun ingat, sampo kering hanya solusi sementara, bukan pengganti keramas. Tetap bersihkan rambut dengan benar di akhir hari agar tidak ada residu yang menyumbat folikel rambut,” kata Kei. (antara)


