Di sela kesibukan, mereka rutin melakukan simulasi mini HYROX bersama dan berusaha menyempatkan diri berlari setiap hari.
Mereka bahkan mengikuti simulasi penuh HYROX di F45 Semarang demi merasakan atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.
Bagi Mayang, tantangan terbesar bukanlah beratnya sled, rowing, ataupun burpee. Melainkan menjaga konsistensi latihan di tengah aktivitas sehari-hari.
Meski begitu, perjalanan menuju garis start nyaris tanpa drama. Tidak ada perdebatan soal pembagian tugas atau strategi lomba.
Yang ada justru saling mengingatkan untuk tetap disiplin dan saling menyemangati saat rasa lelah datang.
“Kami memang enggak membagi peran secara khusus. Prinsipnya menikmati proses dan having fun saja,” ujarnya.
Cara pandang itu membuat mereka menjalani setiap station tanpa tekanan berlebihan. Mereka tidak terobsesi mengejar podium, melainkan menikmati setiap langkah yang dilalui bersama.
Momen paling membekas justru hadir di station terakhir, Wall Ball sebanyak 100 repetisi. Mayang mengaku itu adalah tantangan yang paling ia hindari.
Melihat istrinya kesulitan, sang suami mengambil alih hampir seluruh repetisi.
Ia menyelesaikan 99 lemparan, lalu sengaja menyisakan satu lemparan terakhir untuk dilakukan Mayang. Setelah bola terakhir mengenai target, keduanya berlari berdampingan menuju garis finis.
“Awalnya aku benar-benar enggak suka wall ball. Tapi suami sengaja kasih satu lemparan terakhir buat aku sebelum kami finis bersama. Itu jadi momen yang paling berkesan,” kenangnya.
Mayang juga tak menyangka bisa menyelesaikan semua station. “Ternyata kami bisa push our limit dan keluar dari zona nyaman,” kata Mayang.
Kini, setelah berhasil menaklukkan HYROX pertama mereka, pasangan tersebut sudah memiliki mimpi untuk mengikuti event berikutnya.
Meski belum ingin membocorkan lokasi yang diincar, mereka berharap kesempatan itu kembali datang.
“Siapkan fisik, mental, sama finansial juga,” ujarnya.
Bagi Mayang, HYROX bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis.
Namun di setiap kilometer lari, setiap station, dan setiap tetes keringat telah berubah menjadi cara baru untuk saling menguatkan—membuktikan bahwa cinta pun bisa tumbuh di setiap tantangan yang dilalui bersama. (int/jpg)


