28.6 C
Jakarta
Tuesday, January 6, 2026

Jangan Berlebihan, Ini 5 Dampak Buruk Kebanyakan Konsumsi Garam

PROKALTENG.CO – Garam memang tak bisa dipisahkan dari berbagai hidangan gurih sehari-hari. Namun, di balik perannya sebagai penyedap rasa, konsumsi garam berlebihan justru menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh.

Perlu dicatat, batas maksimal konsumsi garam harian bagi pria dan wanita dewasa adalah 1.500 miligram sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jika asupan garam melampaui batas tersebut, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul, mulai dari masalah ringan hingga penyakit kronis. Seperti dilansir dari Genpi.co, berikut dampak buruk kebanyakan mengonsumsi garam.

  1. Muncul kantong mata
    Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Akibatnya, wajah tampak bengkak, terutama di area sekitar mata yang kulitnya lebih tipis. Kondisi ini memicu munculnya kantong mata, terutama saat pagi hari setelah bangun tidur.

  2. Sering buang air kecil
    Asupan garam yang tinggi memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan natrium melalui urine. Dampaknya, frekuensi buang air kecil meningkat atau dikenal dengan poliuria.

  3. Memicu hipertensi dan risiko gagal jantung
    Tingginya kadar natrium dalam darah akibat konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Jika berlangsung lama, hipertensi bisa merusak pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung.

  4. Mengganggu fungsi ginjal
    Kelebihan garam membuat ginjal menyaring dan membuang lebih banyak protein serta zat lain melalui urine. Kondisi ini dapat memicu penurunan fungsi ginjal apabila terjadi secara terus-menerus.

  5. Menurunkan fungsi otak
    Studi dalam The Journal of Nutrition, Health & Aging (2017) menyebutkan, konsumsi garam berlebih pada lansia yang jarang berolahraga berisiko menurunkan kemampuan berpikir. Hal ini diduga berkaitan dengan terganggunya fungsi sel endotel pada pembuluh darah otak.

    Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Shio yang Akan Memiliki Hubungan Lebih Berkembang Secara Baik di Bulan Februari 2025

Membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan memperbanyak asupan air putih menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan natrium dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. (jpg)

PROKALTENG.CO – Garam memang tak bisa dipisahkan dari berbagai hidangan gurih sehari-hari. Namun, di balik perannya sebagai penyedap rasa, konsumsi garam berlebihan justru menyimpan risiko serius bagi kesehatan tubuh.

Perlu dicatat, batas maksimal konsumsi garam harian bagi pria dan wanita dewasa adalah 1.500 miligram sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG). Jika asupan garam melampaui batas tersebut, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul, mulai dari masalah ringan hingga penyakit kronis. Seperti dilansir dari Genpi.co, berikut dampak buruk kebanyakan mengonsumsi garam.

  1. Muncul kantong mata
    Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh. Akibatnya, wajah tampak bengkak, terutama di area sekitar mata yang kulitnya lebih tipis. Kondisi ini memicu munculnya kantong mata, terutama saat pagi hari setelah bangun tidur.

    Electronic money exchangers listing
  2. Sering buang air kecil
    Asupan garam yang tinggi memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan natrium melalui urine. Dampaknya, frekuensi buang air kecil meningkat atau dikenal dengan poliuria.

  3. Memicu hipertensi dan risiko gagal jantung
    Tingginya kadar natrium dalam darah akibat konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Jika berlangsung lama, hipertensi bisa merusak pembuluh darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung.

  4. Mengganggu fungsi ginjal
    Kelebihan garam membuat ginjal menyaring dan membuang lebih banyak protein serta zat lain melalui urine. Kondisi ini dapat memicu penurunan fungsi ginjal apabila terjadi secara terus-menerus.

  5. Menurunkan fungsi otak
    Studi dalam The Journal of Nutrition, Health & Aging (2017) menyebutkan, konsumsi garam berlebih pada lansia yang jarang berolahraga berisiko menurunkan kemampuan berpikir. Hal ini diduga berkaitan dengan terganggunya fungsi sel endotel pada pembuluh darah otak.

Baca Juga :  Shio yang Akan Memiliki Hubungan Lebih Berkembang Secara Baik di Bulan Februari 2025

Membatasi konsumsi makanan tinggi garam dan memperbanyak asupan air putih menjadi langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan natrium dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru