25.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

7 Tanda Orang Berbicara Negatif di Belakangmu, Nomor 5 Sering Terjadi

PROKALTENG.CO – Setiap manusia memang tidak ada yang sempurna, jadi tidak luput dari pandangan negatif orang lain. Bahkan ada pula mereka yang suka membicarakan kita di belakang.

Untuk mengetahui lebih lanjut, dilansir dari laman Blog Herald ada 7 tanda orang yang berbicara negatif di belakangmu menurut psikologi :

  1. Perilakunya berubah secara tidak biasa

Ketika ada orang yang tiba-tiba bersikap menjjauh, atau terlalu ramah, mungkin ada rasa yang tidak dapat dijelaskan.

Psikologi menunjukkan bahwa ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang telah berbicara negatif di belakangmu, seperti ketidaknyamanannya atau rasa bersalahnya.

Ingat, perubahan perilaku dapat terjadi karena berbagai alasan dan hal ini tidak selalu berarti ada perbincangan negatif tentangmu, tetapi hal ini perlu dipertimbangkan jika hal tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan.

  1. Menghujanimu dengan pujian

Dalam upaya menyembunyikan obrolan negatifnya, seseorang mungkin mulai memujimu secara berlebihan, serta mencoba menyeimbangkan hal-hal negatif yang dia katakan dengan bersikap terlalu positif saat berada di dekatmu.

Mereka mungkin memuji pekerjaanmu lebih dari biasanya, atau mulai lebih memperhatikan pakaianmu. Kompensasi yang berlebihan ini bisa menjadi tanda bahwa mereka berusaha menutupi rasa bersalahnya atau mengalihkan perhatian dari perbincangan negatifnya di belakangmu.

  1. Mengetahui hal yang seharusnya tidak diketahui
Baca Juga :  Kompres Es Batu Hilangkan Jerawat hingga Redakan Kulit Kemerahan

Jika kamu pernah menemukan orang sepertinya mengetahui terlalu banyak tentang kehidupan pribadimu, kemungkinan besar ia suka membicarakan hal negatif itu di belakangmu.

Pada dasarnya, otak kita terhubung dengan rasa ingin tahu dan keinginan untuk mengetahui lebih banyak, itulah sebabnya gosip bisa menjadi hal yang menarik serta memberikan wawasan tentang kehidupan orang lain.

  1. Merasakan reaksi naluri

Merasa tidak nyaman berada di dekat seseorang bisa menjadi indikasi bahwa dia telah menjelek-jelekkanmu di belakang. Penting untuk menyikapi perasaan ini dengan kebaikan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Kita semua adalah manusia dan menjalani dunia ini dengan cara terbaik yang kita bisa, dan terkadang kesalahpahaman terjadi dan kata-kata menjadi salah arah.

  1. Terlalu terburu-buru

Mereka mungkin menghindari menghabiskan terlalu banyak waktu di dekatmu karena merasa bersalah atas pembicaraan negatifnya di belakangmu, atau mereka takut mereka akan salah bicara dan mengungkapkan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan.

Setiap orang mempunyai hari libur atau masa-masa ketika jadwal benar-benar padat, tapi jika perilaku terburu-buru ini menjadi pola yang konsisten, mungkin ada baiknya untuk lebih memerhatikannya.

  1. Ceritanya tidak sesuai

Saat kamu sedang mengungkapkan kebingungan, mereka tampak terkejut atau mencoba mengubah topik pembicaraan dengan cepat, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka telah mendiskusikan peristiwa tersebut dan mungkin saja cerita itu tidak sesuai.

Baca Juga :  7 Batasan Penting dalam Persahabatan Perempuan dan Teman Pria

Kesalahpahaman bisa saja terjadi dan ingatan terkadang bisa salah, tapi ketidakkonsistenan dalam cerita bisa mengisyaratkan bahwa seseorang telah membicarakan hal negatif di belakangmu.

  1. Menghindari kontak mata

Kontak mata adalah alat yang ampuh dalam komunikasi. Jika seseorang berbicara negatif di belakangmu, menjaga kontak mata bisa jadi sulit baginya.

Rasanya tidak nyaman menatap mata seseorang ketika kamu bersikap tidak baik terhadapnya, rasa bersalah atau takut ketahuan dapat menyebabkan orang menghindari kontak mata langsung.

Namun, ini bukanlah alasan yang tepat untuk mulai menuduh semua orang yang kesulitan melakukan kontak mata telah menjelek-jelekkanmu karena banyak orang kesulitan mempertahankan kontak mata karena rasa malu, kecemasan sosial, atau alasan budaya.

Ingat, ini bukan tentang menjadi paranoid atau menuduh, ini tentang menyadari dan menjaga diri sendiri dalam situasi sosial yang berpotensi membahayakan.

Dikutip dari laman Hello Sehat, bahwa kita juga jangan terlalu peduli dengan pembicaraan negatif orang lain karena bisa menyebabkan stres dan kecemasan. Mungkin bisa saja kita perlu menjaga image agar lebih percaya diri, tapi sejatinya rasa itu harus mulai dari diri sendiri. (pri/jawapos.com)

PROKALTENG.CO – Setiap manusia memang tidak ada yang sempurna, jadi tidak luput dari pandangan negatif orang lain. Bahkan ada pula mereka yang suka membicarakan kita di belakang.

Untuk mengetahui lebih lanjut, dilansir dari laman Blog Herald ada 7 tanda orang yang berbicara negatif di belakangmu menurut psikologi :

  1. Perilakunya berubah secara tidak biasa

Ketika ada orang yang tiba-tiba bersikap menjjauh, atau terlalu ramah, mungkin ada rasa yang tidak dapat dijelaskan.

Psikologi menunjukkan bahwa ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang telah berbicara negatif di belakangmu, seperti ketidaknyamanannya atau rasa bersalahnya.

Ingat, perubahan perilaku dapat terjadi karena berbagai alasan dan hal ini tidak selalu berarti ada perbincangan negatif tentangmu, tetapi hal ini perlu dipertimbangkan jika hal tersebut terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan.

  1. Menghujanimu dengan pujian

Dalam upaya menyembunyikan obrolan negatifnya, seseorang mungkin mulai memujimu secara berlebihan, serta mencoba menyeimbangkan hal-hal negatif yang dia katakan dengan bersikap terlalu positif saat berada di dekatmu.

Mereka mungkin memuji pekerjaanmu lebih dari biasanya, atau mulai lebih memperhatikan pakaianmu. Kompensasi yang berlebihan ini bisa menjadi tanda bahwa mereka berusaha menutupi rasa bersalahnya atau mengalihkan perhatian dari perbincangan negatifnya di belakangmu.

  1. Mengetahui hal yang seharusnya tidak diketahui
Baca Juga :  Kompres Es Batu Hilangkan Jerawat hingga Redakan Kulit Kemerahan

Jika kamu pernah menemukan orang sepertinya mengetahui terlalu banyak tentang kehidupan pribadimu, kemungkinan besar ia suka membicarakan hal negatif itu di belakangmu.

Pada dasarnya, otak kita terhubung dengan rasa ingin tahu dan keinginan untuk mengetahui lebih banyak, itulah sebabnya gosip bisa menjadi hal yang menarik serta memberikan wawasan tentang kehidupan orang lain.

  1. Merasakan reaksi naluri

Merasa tidak nyaman berada di dekat seseorang bisa menjadi indikasi bahwa dia telah menjelek-jelekkanmu di belakang. Penting untuk menyikapi perasaan ini dengan kebaikan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Kita semua adalah manusia dan menjalani dunia ini dengan cara terbaik yang kita bisa, dan terkadang kesalahpahaman terjadi dan kata-kata menjadi salah arah.

  1. Terlalu terburu-buru

Mereka mungkin menghindari menghabiskan terlalu banyak waktu di dekatmu karena merasa bersalah atas pembicaraan negatifnya di belakangmu, atau mereka takut mereka akan salah bicara dan mengungkapkan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan.

Setiap orang mempunyai hari libur atau masa-masa ketika jadwal benar-benar padat, tapi jika perilaku terburu-buru ini menjadi pola yang konsisten, mungkin ada baiknya untuk lebih memerhatikannya.

  1. Ceritanya tidak sesuai

Saat kamu sedang mengungkapkan kebingungan, mereka tampak terkejut atau mencoba mengubah topik pembicaraan dengan cepat, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka telah mendiskusikan peristiwa tersebut dan mungkin saja cerita itu tidak sesuai.

Baca Juga :  7 Batasan Penting dalam Persahabatan Perempuan dan Teman Pria

Kesalahpahaman bisa saja terjadi dan ingatan terkadang bisa salah, tapi ketidakkonsistenan dalam cerita bisa mengisyaratkan bahwa seseorang telah membicarakan hal negatif di belakangmu.

  1. Menghindari kontak mata

Kontak mata adalah alat yang ampuh dalam komunikasi. Jika seseorang berbicara negatif di belakangmu, menjaga kontak mata bisa jadi sulit baginya.

Rasanya tidak nyaman menatap mata seseorang ketika kamu bersikap tidak baik terhadapnya, rasa bersalah atau takut ketahuan dapat menyebabkan orang menghindari kontak mata langsung.

Namun, ini bukanlah alasan yang tepat untuk mulai menuduh semua orang yang kesulitan melakukan kontak mata telah menjelek-jelekkanmu karena banyak orang kesulitan mempertahankan kontak mata karena rasa malu, kecemasan sosial, atau alasan budaya.

Ingat, ini bukan tentang menjadi paranoid atau menuduh, ini tentang menyadari dan menjaga diri sendiri dalam situasi sosial yang berpotensi membahayakan.

Dikutip dari laman Hello Sehat, bahwa kita juga jangan terlalu peduli dengan pembicaraan negatif orang lain karena bisa menyebabkan stres dan kecemasan. Mungkin bisa saja kita perlu menjaga image agar lebih percaya diri, tapi sejatinya rasa itu harus mulai dari diri sendiri. (pri/jawapos.com)

Terpopuler

Artikel Terbaru