Manfaat Yoga Ashtanga: Melatih Kendali Pikiran dan Perasaan

PROKALTENG.CO-Yoga Ashtanga, aliran yoga klasik yang berasal dari India, dikenal memiliki disiplin dan standar latihan yang ketat. Berbeda dengan berbagai jenis yoga modern yang berkembang dengan gerakan lebih bebas dan variatif, Yoga Ashtanga tetap berpegang pada pakem asli yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Instruktur Yoga Ashtanga Ian Barlianta menjelaskan, ciri khas utama aliran ini terletak pada urutan gerakan (sekuens) yang baku dan tidak boleh diubah. Seluruh rangkaian gerakan tersebut merupakan warisan dari pendiri Yoga Ashtanga, mendiang Guruji Pattabhi Jois.

“Karena Ashtanga memiliki pola dan sekuens yang jelas, pakemnya tidak boleh dicampur atau divariasikan,” ujar Ian.

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap yoga berangkat dari kebutuhan manusia untuk menemukan keseimbangan dalam hidup. Yoga tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana menyelaraskan pikiran, perasaan, dan tubuh.

“Yoga sebenarnya adalah bagian dari kehidupan. Pada dasarnya manusia membutuhkan keseimbangan untuk menjalani hidup dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Terapi Alami: Mendekat ke Alam Bisa Bikin Pikiran Lebih Ringan

Ian menerangkan, makna dasar yoga adalah penyatuan. Ketika pikiran, perasaan, dan tubuh berada dalam kondisi selaras, seseorang akan memiliki kekuatan mental yang turut mendukung kesehatan fisiknya.

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ketika mental kita kuat, tubuh juga memiliki kemampuan lebih baik untuk pulih dan beradaptasi,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Dari sisi anatomi dan fisiologi, setiap gerakan dalam Yoga Ashtanga dirancang saling berkaitan dan berkesinambungan. Tujuannya adalah memperluas ruang gerak tubuh sekaligus meningkatkan fleksibilitas.

Dengan fleksibilitas yang baik, aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh dapat berlangsung lebih optimal. Sebaliknya, gangguan pada sirkulasi dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

“Tujuannya agar tidak terjadi hambatan dalam peredaran darah maupun suplai oksigen ke tubuh. Ketika tubuh bekerja secara optimal, fungsi organ-organ juga menjadi lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanda-Tanda Pernikahan Kurang Keintiman Emosional dan Cara Mengatasinya

Secara teknis, Yoga Ashtanga tidak mengenal improvisasi atau penciptaan gerakan baru. Seluruh materi latihan telah tersusun dalam empat tingkatan utama yang harus dipelajari secara bertahap.

Bahkan pada tingkat dasar atau Primary Series, terdapat sekitar 84 gerakan (asana) yang harus dikuasai. Untuk menyelesaikan satu tingkatan saja, seorang praktisi bisa membutuhkan waktu latihan bertahun-tahun.

Menurut Ian, setiap level memberikan pengalaman dan manfaat yang berbeda. Semakin tinggi tingkat penguasaan seseorang, semakin besar pula ketenangan, fokus, dan kenyamanan batin yang dapat dirasakan.

Karena itu, Yoga Ashtanga tidak hanya melatih kelenturan tubuh, tetapi juga membangun disiplin, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan pikiran dan perasaan dalam kehidupan sehari-hari. (rmt/vga/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Yoga Ashtanga, aliran yoga klasik yang berasal dari India, dikenal memiliki disiplin dan standar latihan yang ketat. Berbeda dengan berbagai jenis yoga modern yang berkembang dengan gerakan lebih bebas dan variatif, Yoga Ashtanga tetap berpegang pada pakem asli yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Instruktur Yoga Ashtanga Ian Barlianta menjelaskan, ciri khas utama aliran ini terletak pada urutan gerakan (sekuens) yang baku dan tidak boleh diubah. Seluruh rangkaian gerakan tersebut merupakan warisan dari pendiri Yoga Ashtanga, mendiang Guruji Pattabhi Jois.

“Karena Ashtanga memiliki pola dan sekuens yang jelas, pakemnya tidak boleh dicampur atau divariasikan,” ujar Ian.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap yoga berangkat dari kebutuhan manusia untuk menemukan keseimbangan dalam hidup. Yoga tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana menyelaraskan pikiran, perasaan, dan tubuh.

“Yoga sebenarnya adalah bagian dari kehidupan. Pada dasarnya manusia membutuhkan keseimbangan untuk menjalani hidup dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Terapi Alami: Mendekat ke Alam Bisa Bikin Pikiran Lebih Ringan

Ian menerangkan, makna dasar yoga adalah penyatuan. Ketika pikiran, perasaan, dan tubuh berada dalam kondisi selaras, seseorang akan memiliki kekuatan mental yang turut mendukung kesehatan fisiknya.

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ketika mental kita kuat, tubuh juga memiliki kemampuan lebih baik untuk pulih dan beradaptasi,” katanya.

Dari sisi anatomi dan fisiologi, setiap gerakan dalam Yoga Ashtanga dirancang saling berkaitan dan berkesinambungan. Tujuannya adalah memperluas ruang gerak tubuh sekaligus meningkatkan fleksibilitas.

Dengan fleksibilitas yang baik, aliran darah dan distribusi oksigen ke seluruh tubuh dapat berlangsung lebih optimal. Sebaliknya, gangguan pada sirkulasi dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

“Tujuannya agar tidak terjadi hambatan dalam peredaran darah maupun suplai oksigen ke tubuh. Ketika tubuh bekerja secara optimal, fungsi organ-organ juga menjadi lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Tanda-Tanda Pernikahan Kurang Keintiman Emosional dan Cara Mengatasinya

Secara teknis, Yoga Ashtanga tidak mengenal improvisasi atau penciptaan gerakan baru. Seluruh materi latihan telah tersusun dalam empat tingkatan utama yang harus dipelajari secara bertahap.

Bahkan pada tingkat dasar atau Primary Series, terdapat sekitar 84 gerakan (asana) yang harus dikuasai. Untuk menyelesaikan satu tingkatan saja, seorang praktisi bisa membutuhkan waktu latihan bertahun-tahun.

Menurut Ian, setiap level memberikan pengalaman dan manfaat yang berbeda. Semakin tinggi tingkat penguasaan seseorang, semakin besar pula ketenangan, fokus, dan kenyamanan batin yang dapat dirasakan.

Karena itu, Yoga Ashtanga tidak hanya melatih kelenturan tubuh, tetapi juga membangun disiplin, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan pikiran dan perasaan dalam kehidupan sehari-hari. (rmt/vga/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru