Kasatgas Anti Mafia Bola Polri, Irjen Pol Asep Edi Suheri mengungkap ada klub sepak bola di kompetisi Liga 2 Indonesia terlibat pengaturan skor atau match fixing. Kasus ini kini tengah dikembangkan oleh penyidik.
Dari hasil penyidikan, kata Asep, klub tersebut mengakui mengeluarkan miliaran rupiah dalam satu liga untuk memenangkan sejumlah pertandingan. Uang tersebut digunakan untuk menyuap wasit.
“Menurut keterangan pihak klub, mereka sudah mengeluarkan uang kurang lebih sekitar 1 miliar untuk melobi para wasit di sejumlah pertandingan. Jadi ada pengakuan bahwa mereka telah mengeluarkan uang kurang lebih 1 miliar,” kata Asep kepada wartawan, Jumat (29/9).
Asep menyampaikan, salah satu pertandingan yang terindikasi adanya pengaturan skor yang diselenggarakan pada bulan November 2018. Uang pemberian dari klub kepada perangkat wasit sebesar Rp100 juta.
“Terdapat wasit yang terindikasi terlibat dalam praktik match fixing pada pertandingan liga 2 antara klub X melawan klub Y pada November 2018. Pihak klub memberikan uang sebesar 100 juta kepada para wasit di hotel tempat para wasit menginap, dengan maksud agar klub X menang, dalam pertandingan melawan klub Y,” pungkasnya.(jpc/ind)