30.7 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Kompetisi Bergulir Februari, Begini Format Liga 1 dan 2

JAKARTA – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB)
Akhmad Hadian Lukita menyatakan format Liga 1 Indonesia musim 2020-2021 yang
rencananya bergulir Februari 2021, tidak berubah. Format penyelenggaraan liga
tetap dengan menggunakan sistem kompetisi penuh. “Format tidak berubah.
Liga 1 akan dilanjutkan mulai pertandingan pekan keempat,” ujar Akhmaddi Jakarta, Jumat (27/11)

Menurut Akhmad , LIB saat ini terus menyusun jadwal agar
Liga 1 bisa berakhir sesuai proyeksi Juli 2021. LIB juga menunggu izin
keramaian dari Polri untuk menggulirkan lagi kompetisi. “Sekarang tinggal
mengatur jadwal yang pas bagaimana,” ucapnya.

Untuk Liga 2, Akhmad Hadian pun menegaskan format
turnamen tidak berganti. Liga 2 ditargetkan mulai satu pekan setelah sepak mula
Liga 1. “Untuk Liga 2 mungkin Maret atau awal April 2021 sudah
selesai,” sambung Akhmad.

Baca Juga :  Manfaatkan Kelemahan Kalteng Putra, Jadi Kunci Kemenangan Mitra Kukar

Liga 1 dan 2 Indonesia rencananya dilangsungkan kembali
mulai Februari 2021 setelah tertunda pandemi COVID-19. Musim kompetisi pun
berubah nama dari musim 2020 menjadi musim 2020-2021. Liga 1 diproyeksikan
bergulir Februari-Juli 2021, sedangkan Liga 2pada Februari-akhir Maret/awal
April 2021. Akhmad menggarisbawahi besar subsidi untuk tim Liga 1 dan 2 tidak
akan berubah saat kompetisi berlangsung.

Selama liga berputar, setiap tim peserta Liga 1
mendapatkan subsidi Rp 800 juta per bulan. Sedangkan klub-klub Liga 2
mendapatkan Rp 450 juta pada babak penyisihan grup, Rp 200 juta pada fase
delapan besar dan Rp 200 juta bagi setiap klub yang melaju ke semifinal. Juara
Liga 2 berhak atas hadiah Rp 500 juta, sedangkan peringkat kedua mendapatkan Rp
300 juta. Sebelum kompetisi berjalan pada Oktober 2020-Januari 2021, setiap tim
peserta Liga 1 diberi uang kontribusi sebesar Rp 200 juta per bulan.

Baca Juga :  Bisa Lebih Fokus Ketimbang Petenis Lain

Untuk Liga 2, masing-masing klub meraup Rp 100 juta per
bulan pada periode sama.

JAKARTA – Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB)
Akhmad Hadian Lukita menyatakan format Liga 1 Indonesia musim 2020-2021 yang
rencananya bergulir Februari 2021, tidak berubah. Format penyelenggaraan liga
tetap dengan menggunakan sistem kompetisi penuh. “Format tidak berubah.
Liga 1 akan dilanjutkan mulai pertandingan pekan keempat,” ujar Akhmaddi Jakarta, Jumat (27/11)

Menurut Akhmad , LIB saat ini terus menyusun jadwal agar
Liga 1 bisa berakhir sesuai proyeksi Juli 2021. LIB juga menunggu izin
keramaian dari Polri untuk menggulirkan lagi kompetisi. “Sekarang tinggal
mengatur jadwal yang pas bagaimana,” ucapnya.

Untuk Liga 2, Akhmad Hadian pun menegaskan format
turnamen tidak berganti. Liga 2 ditargetkan mulai satu pekan setelah sepak mula
Liga 1. “Untuk Liga 2 mungkin Maret atau awal April 2021 sudah
selesai,” sambung Akhmad.

Baca Juga :  Manfaatkan Kelemahan Kalteng Putra, Jadi Kunci Kemenangan Mitra Kukar

Liga 1 dan 2 Indonesia rencananya dilangsungkan kembali
mulai Februari 2021 setelah tertunda pandemi COVID-19. Musim kompetisi pun
berubah nama dari musim 2020 menjadi musim 2020-2021. Liga 1 diproyeksikan
bergulir Februari-Juli 2021, sedangkan Liga 2pada Februari-akhir Maret/awal
April 2021. Akhmad menggarisbawahi besar subsidi untuk tim Liga 1 dan 2 tidak
akan berubah saat kompetisi berlangsung.

Selama liga berputar, setiap tim peserta Liga 1
mendapatkan subsidi Rp 800 juta per bulan. Sedangkan klub-klub Liga 2
mendapatkan Rp 450 juta pada babak penyisihan grup, Rp 200 juta pada fase
delapan besar dan Rp 200 juta bagi setiap klub yang melaju ke semifinal. Juara
Liga 2 berhak atas hadiah Rp 500 juta, sedangkan peringkat kedua mendapatkan Rp
300 juta. Sebelum kompetisi berjalan pada Oktober 2020-Januari 2021, setiap tim
peserta Liga 1 diberi uang kontribusi sebesar Rp 200 juta per bulan.

Baca Juga :  Bisa Lebih Fokus Ketimbang Petenis Lain

Untuk Liga 2, masing-masing klub meraup Rp 100 juta per
bulan pada periode sama.

Terpopuler

Artikel Terbaru