Gagal Finis! Veda Ega Pratama Kecelakaan di Tikungan ke-5 Moto3 Belanda 2026

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dipastikan gagal finis (DNF) pada balapan Moto3 Belanda 2026 setelah terjatuh di tikungan ke-5 Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (28/6/2026).

Insiden terjadi saat pembalap Honda Team Asia itu sedang bertarung di grup terdepan sehingga peluang meraih poin sekaligus podium langsung sirna.

Bagaimana Veda Ega Pratama Bisa Terjatuh di Moto3 Belanda 2026?

Veda Ega Pratama mengalami kecelakaan saat balapan baru memasuki fase awal dan persaingan masih berlangsung ketat di kelompok depan.

Pebalap asal Gunungkidul itu kehilangan kendali di tikungan ke-5 sehingga motornya terjatuh dan ia tidak dapat melanjutkan balapan.

Insiden tersebut membuat Veda dipastikan berstatus DNF (Did Not Finish) pada seri Moto3 Belanda 2026.

Padahal, pembalap binaan Astra Honda itu memulai balapan dengan modal yang sangat menjanjikan setelah berhasil mengamankan posisi start ketujuh atau dari baris ketiga.

Electronic money exchangers listing

Hasil start tersebut sebelumnya menjadi salah satu pencapaian terbaik Veda pada musim ini. Posisi itu membuka peluang baginya untuk bersaing memperebutkan podium bersama rombongan terdepan di Sirkuit Assen.

Sayangnya, harapan tersebut harus berakhir lebih cepat akibat kecelakaan di tikungan ke-5. Veda pun gagal melanjutkan perjuangan sekaligus gagal menambah poin pada klasemen Moto3 2026.

Bangkit dari Crash Saat Kualifikasi, Veda Sempat Tampil Sangat Meyakinkan

Sebelum balapan berlangsung, Veda justru datang dengan rasa percaya diri tinggi setelah menunjukkan peningkatan performa pada sesi kualifikasi.

Ia mampu bangkit dari kecelakaan yang dialaminya sehari sebelumnya dan berhasil menembus baris ketiga.

Pembalap berusia muda itu mengaku sempat pesimistis karena mengalami insiden pada hari sebelumnya.

Baca Juga :  Juventus Potong Gaji Cristiano Ronaldo

Namun, evaluasi bersama tim membuatnya kembali menemukan kepercayaan diri untuk mengendarai motornya secara maksimal.

“Babak kualifikasi sungguh hari yang baik, jauh lebih baik daripada kemarin setelah kecelakaan. Kemarin saya pikir akhir pekan ini akan menjadi sulit, tetapi hari ini adalah hari baru dan kita memulai lagi,” kata Veda Ega Pratama dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Minggu (28/6/2026).

Veda menjelaskan seluruh tim langsung melakukan analisis mendalam setelah insiden tersebut. Mereka mengevaluasi performa motor sekaligus mencari area yang masih perlu ditingkatkan agar mampu tampil lebih kompetitif.

“Setelah kecelakaan itu, kami menganalisis semuanya bersama tim, melihat di mana saya bisa meningkatkan performa dan di mana kami memiliki masalah dengan motor. Kami bekerja dengan baik dan pagi ini di FP2 saya sudah merasa jauh lebih percaya diri,” ujarnya.

Evaluasi tersebut terbukti membuahkan hasil positif. Veda tampil lebih nyaman sejak sesi latihan bebas kedua hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi start yang cukup ideal.

Percaya Diri Melawan Cuaca Panas, Peluang Besar Justru Berakhir Tragis

Veda mengungkapkan rasa percaya dirinya terus meningkat sepanjang akhir pekan balapan. Meski kondisi lintasan saat kualifikasi jauh lebih panas dibandingkan sesi pagi, ia tetap mampu menjaga kecepatannya.

“Sejak awal hari, saya merasa nyaman dengan diri sendiri dan motor saya. Meskipun sesi kualifikasi sangat panas dan kondisinya berbeda dibandingkan dengan pagi hari, saya tetap percaya diri,” ucapnya lagi.

Kepercayaan diri tersebut juga terlihat ketika Veda mampu bersaing pada sesi Q1 maupun Q2. Ia merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung bersama para pembalap tercepat Moto3.

Baca Juga :  Debut Sensasional, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Ketiga di Moto3 Brasil 2026

Namun, kesempatan memperbaiki catatan waktu menggunakan ban baru kedua tidak berjalan sesuai harapan.

Pengaturan waktu untuk mengikuti rombongan pembalap dinilai kurang ideal sehingga ia gagal mencatatkan putaran yang lebih cepat.

“Di Q1 dan Q2 saya merasa kuat. Penampilan pertama saya di Q2 sangat bagus, tetapi dengan ban baru kedua saya tidak dapat menemukan momen yang sempurna karena pengaturan waktu dengan grup tidak ideal,” tegasnya.

Meski demikian, posisi start ketujuh tetap menjadi hasil yang patut disyukuri. Veda pun optimistis mampu memberikan penampilan terbaik saat balapan utama berlangsung.

Harapan Besar Berakhir Lebih Cepat di Tikungan Kelima

Sesaat sebelum lampu start dipadamkan, Veda masih menyimpan keyakinan mampu bersaing memperebutkan hasil terbaik.

Ia bahkan menilai memulai balapan dari baris ketiga menjadi modal penting untuk menyerang sejak lap awal.

“Bagaimanapun, memulai dari baris ketiga adalah hasil yang bagus. Saya akan melakukan yang terbaik di balapan,” tutupnya.

Sayangnya, optimisme tersebut tidak berbuah manis. Ketika sedang bertarung di grup terdepan, Veda justru mengalami kecelakaan di tikungan ke-5 yang mengakhiri perjuangannya lebih cepat.

Hasil DNF di Moto3 Belanda 2026 tentu menjadi pukulan bagi pembalap Honda Team Asia tersebut.

Meski gagal finis di Assen, performa yang diperlihatkan sepanjang latihan hingga kualifikasi menunjukkan Veda masih memiliki kecepatan untuk kembali bersaing pada seri-seri berikutnya.(jpc)

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dipastikan gagal finis (DNF) pada balapan Moto3 Belanda 2026 setelah terjatuh di tikungan ke-5 Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (28/6/2026).

Insiden terjadi saat pembalap Honda Team Asia itu sedang bertarung di grup terdepan sehingga peluang meraih poin sekaligus podium langsung sirna.

Bagaimana Veda Ega Pratama Bisa Terjatuh di Moto3 Belanda 2026?

Electronic money exchangers listing

Veda Ega Pratama mengalami kecelakaan saat balapan baru memasuki fase awal dan persaingan masih berlangsung ketat di kelompok depan.

Pebalap asal Gunungkidul itu kehilangan kendali di tikungan ke-5 sehingga motornya terjatuh dan ia tidak dapat melanjutkan balapan.

Insiden tersebut membuat Veda dipastikan berstatus DNF (Did Not Finish) pada seri Moto3 Belanda 2026.

Padahal, pembalap binaan Astra Honda itu memulai balapan dengan modal yang sangat menjanjikan setelah berhasil mengamankan posisi start ketujuh atau dari baris ketiga.

Hasil start tersebut sebelumnya menjadi salah satu pencapaian terbaik Veda pada musim ini. Posisi itu membuka peluang baginya untuk bersaing memperebutkan podium bersama rombongan terdepan di Sirkuit Assen.

Sayangnya, harapan tersebut harus berakhir lebih cepat akibat kecelakaan di tikungan ke-5. Veda pun gagal melanjutkan perjuangan sekaligus gagal menambah poin pada klasemen Moto3 2026.

Bangkit dari Crash Saat Kualifikasi, Veda Sempat Tampil Sangat Meyakinkan

Sebelum balapan berlangsung, Veda justru datang dengan rasa percaya diri tinggi setelah menunjukkan peningkatan performa pada sesi kualifikasi.

Ia mampu bangkit dari kecelakaan yang dialaminya sehari sebelumnya dan berhasil menembus baris ketiga.

Pembalap berusia muda itu mengaku sempat pesimistis karena mengalami insiden pada hari sebelumnya.

Baca Juga :  Juventus Potong Gaji Cristiano Ronaldo

Namun, evaluasi bersama tim membuatnya kembali menemukan kepercayaan diri untuk mengendarai motornya secara maksimal.

“Babak kualifikasi sungguh hari yang baik, jauh lebih baik daripada kemarin setelah kecelakaan. Kemarin saya pikir akhir pekan ini akan menjadi sulit, tetapi hari ini adalah hari baru dan kita memulai lagi,” kata Veda Ega Pratama dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Minggu (28/6/2026).

Veda menjelaskan seluruh tim langsung melakukan analisis mendalam setelah insiden tersebut. Mereka mengevaluasi performa motor sekaligus mencari area yang masih perlu ditingkatkan agar mampu tampil lebih kompetitif.

“Setelah kecelakaan itu, kami menganalisis semuanya bersama tim, melihat di mana saya bisa meningkatkan performa dan di mana kami memiliki masalah dengan motor. Kami bekerja dengan baik dan pagi ini di FP2 saya sudah merasa jauh lebih percaya diri,” ujarnya.

Evaluasi tersebut terbukti membuahkan hasil positif. Veda tampil lebih nyaman sejak sesi latihan bebas kedua hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi start yang cukup ideal.

Percaya Diri Melawan Cuaca Panas, Peluang Besar Justru Berakhir Tragis

Veda mengungkapkan rasa percaya dirinya terus meningkat sepanjang akhir pekan balapan. Meski kondisi lintasan saat kualifikasi jauh lebih panas dibandingkan sesi pagi, ia tetap mampu menjaga kecepatannya.

“Sejak awal hari, saya merasa nyaman dengan diri sendiri dan motor saya. Meskipun sesi kualifikasi sangat panas dan kondisinya berbeda dibandingkan dengan pagi hari, saya tetap percaya diri,” ucapnya lagi.

Kepercayaan diri tersebut juga terlihat ketika Veda mampu bersaing pada sesi Q1 maupun Q2. Ia merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk bertarung bersama para pembalap tercepat Moto3.

Baca Juga :  Debut Sensasional, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Ketiga di Moto3 Brasil 2026

Namun, kesempatan memperbaiki catatan waktu menggunakan ban baru kedua tidak berjalan sesuai harapan.

Pengaturan waktu untuk mengikuti rombongan pembalap dinilai kurang ideal sehingga ia gagal mencatatkan putaran yang lebih cepat.

“Di Q1 dan Q2 saya merasa kuat. Penampilan pertama saya di Q2 sangat bagus, tetapi dengan ban baru kedua saya tidak dapat menemukan momen yang sempurna karena pengaturan waktu dengan grup tidak ideal,” tegasnya.

Meski demikian, posisi start ketujuh tetap menjadi hasil yang patut disyukuri. Veda pun optimistis mampu memberikan penampilan terbaik saat balapan utama berlangsung.

Harapan Besar Berakhir Lebih Cepat di Tikungan Kelima

Sesaat sebelum lampu start dipadamkan, Veda masih menyimpan keyakinan mampu bersaing memperebutkan hasil terbaik.

Ia bahkan menilai memulai balapan dari baris ketiga menjadi modal penting untuk menyerang sejak lap awal.

“Bagaimanapun, memulai dari baris ketiga adalah hasil yang bagus. Saya akan melakukan yang terbaik di balapan,” tutupnya.

Sayangnya, optimisme tersebut tidak berbuah manis. Ketika sedang bertarung di grup terdepan, Veda justru mengalami kecelakaan di tikungan ke-5 yang mengakhiri perjuangannya lebih cepat.

Hasil DNF di Moto3 Belanda 2026 tentu menjadi pukulan bagi pembalap Honda Team Asia tersebut.

Meski gagal finis di Assen, performa yang diperlihatkan sepanjang latihan hingga kualifikasi menunjukkan Veda masih memiliki kecepatan untuk kembali bersaing pada seri-seri berikutnya.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru