25.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Dikritik Suporter, Manajemen Siap Perbaikan Demi Tim

PALANGKA RAYA-Manajemen Kalteng Putra memaklumi
aksi protes yang mencuat di kalangan suporter tatkala tim kebanggaannya menuai
hasil negatif di tiga pertandingan lanjutan Liga 1 2019. Terakhir, tim besutan
pelatih kepala Gomes de Oliveira ini ditahan imbang  PSIS Semarang di hadapan pendukungnya, (24/9)
lalu. Untuk itu pihak manajemen Kalteng Putra memohon maaf karena belum bisa
memenuhi ekspektasi para suporter Kalteng Putra.

Aksi protes tersebut disampaikan kalangan
suporter Kalteng Putra usai wasit Asep Yandis asal Jawa Barat meniup peluit
panjang tanda berakhirnya pertandingan Kalteng Putra melawan PSIS Semarang
dengan skor imbang 0-0.

Sejumlah suporter merangsek masuk ke lapangan
dengan membentangkan spanduk sebagai bentuk rasa kecewa atas kepemimpinan
wasit. Tak hanya di situ, aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap
hilangnya dua pemain yang dianggap berkontribusi bagus juga disampaikan kepada
manajemen tim di luar stadion.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: PON 2020 Papua Ditunda ke Oktober 2021

Sebelum pertandingan berakhir pun, bentangan
poster untuk memprotes manajemen sudah terpasang di tribun barat stadion.
Berbagai tuntutan dituliskan dalam sejumlah poster yang mereka bawa. Bahkan
nyanyian chants sindiran kepada manajemen pun disuarakan pada menit-menit akhir
pertandingan.

“Soal pemain kita sudah pertimbangkan
masak-masak dan jauh hari. Kami ingin tim ini lebih baik dibangun dengan
kekompakan dan kebersamaan. Kalau ada diantara satu pemain yang sudah tidak
kompak, tentu tidak mungkin kita pertahankan,”ungkap Sigit saat dikonfirmasi
media, kemarin (25/9).

Dia menegaskan bahwa tidak ada pemain yang
lebih besar daripada klub. Mengurus sepakbola itu, lanjutnya selain gengsi
adalah soal harga diri yang lebih utama. “Jadi, banyak aspek dalam mengelola
sepakbola. Tidak hanya bisa dilihat dari yang kasat mata saja. Harus cermat
secara komperhensif melihat segala persoalan,”jelasnya.

Baca Juga :  Montly Game Lanjut Musprov PGI Kalteng

Menurut Sigit, manajemen segera akan bertemu
duduk bersama dengan beberapa perwakilan suporter untuk membahas dan
menjelaskan letak persoalannya.

“Mungkin karena ketidaktahuan mereka (suporter,
red) wajar. Mereka menuntut, kita ambil sisi positifnya sebagai bentuk peduli
dan sayang terhadap Kalteng Putra. Jadi terimakasih atas kritik dan sarannya,
kita akan perbaiki ke depan,”imbuhnya.(hen)

PALANGKA RAYA-Manajemen Kalteng Putra memaklumi
aksi protes yang mencuat di kalangan suporter tatkala tim kebanggaannya menuai
hasil negatif di tiga pertandingan lanjutan Liga 1 2019. Terakhir, tim besutan
pelatih kepala Gomes de Oliveira ini ditahan imbang  PSIS Semarang di hadapan pendukungnya, (24/9)
lalu. Untuk itu pihak manajemen Kalteng Putra memohon maaf karena belum bisa
memenuhi ekspektasi para suporter Kalteng Putra.

Aksi protes tersebut disampaikan kalangan
suporter Kalteng Putra usai wasit Asep Yandis asal Jawa Barat meniup peluit
panjang tanda berakhirnya pertandingan Kalteng Putra melawan PSIS Semarang
dengan skor imbang 0-0.

Sejumlah suporter merangsek masuk ke lapangan
dengan membentangkan spanduk sebagai bentuk rasa kecewa atas kepemimpinan
wasit. Tak hanya di situ, aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap
hilangnya dua pemain yang dianggap berkontribusi bagus juga disampaikan kepada
manajemen tim di luar stadion.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: PON 2020 Papua Ditunda ke Oktober 2021

Sebelum pertandingan berakhir pun, bentangan
poster untuk memprotes manajemen sudah terpasang di tribun barat stadion.
Berbagai tuntutan dituliskan dalam sejumlah poster yang mereka bawa. Bahkan
nyanyian chants sindiran kepada manajemen pun disuarakan pada menit-menit akhir
pertandingan.

“Soal pemain kita sudah pertimbangkan
masak-masak dan jauh hari. Kami ingin tim ini lebih baik dibangun dengan
kekompakan dan kebersamaan. Kalau ada diantara satu pemain yang sudah tidak
kompak, tentu tidak mungkin kita pertahankan,”ungkap Sigit saat dikonfirmasi
media, kemarin (25/9).

Dia menegaskan bahwa tidak ada pemain yang
lebih besar daripada klub. Mengurus sepakbola itu, lanjutnya selain gengsi
adalah soal harga diri yang lebih utama. “Jadi, banyak aspek dalam mengelola
sepakbola. Tidak hanya bisa dilihat dari yang kasat mata saja. Harus cermat
secara komperhensif melihat segala persoalan,”jelasnya.

Baca Juga :  Montly Game Lanjut Musprov PGI Kalteng

Menurut Sigit, manajemen segera akan bertemu
duduk bersama dengan beberapa perwakilan suporter untuk membahas dan
menjelaskan letak persoalannya.

“Mungkin karena ketidaktahuan mereka (suporter,
red) wajar. Mereka menuntut, kita ambil sisi positifnya sebagai bentuk peduli
dan sayang terhadap Kalteng Putra. Jadi terimakasih atas kritik dan sarannya,
kita akan perbaiki ke depan,”imbuhnya.(hen)

Terpopuler

Artikel Terbaru