Ernando Ari mencatat rekor baru dengan koleksi 65 penyelamatan dan 6 clean sheet bersama Persebaya Surabaya hingga pekan ke-18 Super League 2025/2026. Konsistensi kiper utama Green Force itu menjadi salah satu faktor penting Persebaya Surabaya tetap bersaing di papan atas musim ini.
Hingga pekan ke-18, Ernando Ari mencatatkan total 65 penyelamatan dari 17 pertandingan yang dijalaninya bersama Persebaya Surabaya.
Jumlah tersebut menempatkannya sebagai kiper dengan saves terbanyak ketiga di liga, hanya di bawah Nadeo Arga Winata dari Borneo FC dengan 73 penyelamatan dan Mike Hauptmeijer milik Bali United dnegan 71 penyelamatan.
Selain jumlah penyelamatan, Ernando juga membukukan enam clean sheet sepanjang musim berjalan. Dari total 1.530 menit bermain, ia baru kebobolan 15 gol dan menunjukkan stabilitas performa di bawah mistar gawang.
Catatan impresif itu mencapai puncaknya saat Persebaya Surabaya meraih kemenangan meyakinkan 0-3 atas PSIM Yogyakarta.
Laga tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (25/1/2026) sore pada pekan ke-18 Super League 2025/2026.
Tiga gol kemenangan Green Force dicetak oleh Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto. Hingga peluit panjang dibunyikan, PSIM tak mampu membalas satu gol pun ke gawang Persebaya Surabaya.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya membawa pulang tiga poin penting dari laga tandang. Tim asal Surabaya itu pun tetap bertahan di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 31 poin.
Di balik skor telak, penampilan Ernando Ari kembali menjadi sorotan. Ia tampil disiplin dan tenang saat PSIM berupaya membangun tekanan, terutama di babak pertama.
Secara statistik, Ernando bermain penuh selama 90 menit di laga tersebut. Akurasi umpannya tercatat 62 persen dari total 13 umpan yang dilepaskan dengan delapan di antaranya sukses.
Ia juga mencatat satu intersep, satu sapuan, dan dua kali pemulihan bola. Catatan tersebut menegaskan peran Ernando bukan hanya sebagai penjaga gawang, tetapi juga bagian dari alur permainan Persebaya Surabaya yang cakap dalam membacara permainan di lapangan.
Selepas pertandingan, Ernando Ari mengekspresikan rasa syukurnya melalui media pribadi. “3 poin, tanpa kebobolan, menang di laga tandang,” tulis Ernando Ari singkat namun penuh makna.
Kiper timnas Indonesia itu juga menatap laga berikutnya dengan optimisme tinggi. “Mari kita lanjutkan tren kemenangan ini,” lanjut Ernando Ari jelang duel menghadapi Dewa United pada pekan ke-19.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, turut memberikan apresiasi atas kinerja skuadnya. Ia menilai permainan tim mengalami peningkatan signifikan setelah turun minum.
“Kami bermain lebih baik di babak kedua dan menciptakan banyak peluang,” ujar Tavares seusai pertandingan. Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi hasil dari kerja keras kolektif tim.
Meski demikian, Tavares menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati. “Namun kemenangan ini tetap harus disikapi dengan rendah hati dan evaluasi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan kemenangan besar tidak boleh membuat tim lengah. “Kemenangan ini penting, tapi tidak berarti semuanya sudah sempurna. Kami masih harus memperbaiki beberapa hal,” tambahnya.
Di era kepemimpinan baru Bernardo Tavares, peran Ernando Ari kian krusial. Kedisiplinan, konsistensi, dan ketenangannya menjadi fondasi penting dalam skema permainan Persebaya Surabaya.
Dengan usia yang masih muda, Ernando Ari menunjukkan kematangan yang terus berkembang. Menarik menantikan konsistensinya menjaga rekor dan performa di sisa Super League 2025/2026 bersama Persebaya Surabaya.(jpc)


