alexametrics
24.8 C
Palangkaraya
Friday, August 19, 2022

Posisi Sulit Pebulu Tangkis Indonesia di Turnamen Puncak Akhir Tahun

KALTENGPOS.CO-Dampak absen dari Denmark Open 2020 membuat waswas. Ranking
World Tour Finals (WTF) beberapa pemain Indonesia melorot. Makin jauh dari
posisi aman. Yaitu, 8 besar.

Saat ini, yang masih berada di posisi tiga besar
hanya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Greysia Polii/Apriyani
Rahayu. Untuk Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, posisinya cukup rawan.
Mereka berada di posisi ketujuh.

Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti mengakui hal itu
cukup berat. Kemungkinan bagi mereka yang terlempar dari 8 besar memang sulit.
Meski, masih ada kesempatan mendongkrak ranking dalam leg Asia Open 2020
mendatang. ’’Kami tidak tahu (Asia Open) ini dikirim atau tidak. Kalau tidak
dikirim, pasti tidak mungkin bisa masuk (WTF),’’ ungkap Susy.

Baca Juga :  Tanpa Penonton, Klub Belarusia Pasang Manekin

Memang ranking WTF dan Olimpiade beda. Namun, WTF
masuk turnamen yang seeded-nya di
turnamen Race to Olympic. Ini sejalan dengan misi PBSI yang menargetkan seeded bagus di Tokyo tahun depan.

Susy melihat, bagi pemain di luar 8 besar, itu
memang sulit. Posisi 7 atau 8 masih memungkinkan. Beda halnya jika ranking-nya
terlempar terlalu jauh. Seperti yang terjadi pada Jonatan Christie dan Anthony
Sinisuka Ginting. Sementara ini, Jonatan terdampar di posisi ke-19 dan Ginting
di posisi ke-17 peringkat world tour.

Dia melihat faktor kondisi tahun ini yang sulit
mengikuti pertandingan. Bukan karena performa atlet yang buruk. ’’Jadi, saat
awal tahun sampai Maret, yang lebih banyak mengikuti pertandingan otomatis
poinnya lebih banyak. Sudah gitu, dilihat hasil kejuaraannya,’’ jelas perempuan
49 tahun itu.

Baca Juga :  Lolos Semifinal, Ahsan: Saya Berharap Menang Besok untuk Putri Saya

Marcus/Kevin berada di posisi ketiga karena mereka
mengikuti Indonesia Masters 2020 dan All England 2020. Susy melihat itu terjadi
karena keadaan yang tidak memungkinkan.

’’Ini bukan acuan peta kekuatan atau ranking yang
sesungguhnya. Kalau yang banyak ikut turnamen dan hasil bagus, pasti dapat
ranking yang lebih tinggi,’’ imbuhnya.

KALTENGPOS.CO-Dampak absen dari Denmark Open 2020 membuat waswas. Ranking
World Tour Finals (WTF) beberapa pemain Indonesia melorot. Makin jauh dari
posisi aman. Yaitu, 8 besar.

Saat ini, yang masih berada di posisi tiga besar
hanya Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Greysia Polii/Apriyani
Rahayu. Untuk Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, posisinya cukup rawan.
Mereka berada di posisi ketujuh.

Kabidbinpres PP PBSI Susy Susanti mengakui hal itu
cukup berat. Kemungkinan bagi mereka yang terlempar dari 8 besar memang sulit.
Meski, masih ada kesempatan mendongkrak ranking dalam leg Asia Open 2020
mendatang. ’’Kami tidak tahu (Asia Open) ini dikirim atau tidak. Kalau tidak
dikirim, pasti tidak mungkin bisa masuk (WTF),’’ ungkap Susy.

Baca Juga :  Pekan Depan, PT LIB Bicarakan Kesiapan Kelanjutan Liga 1 2020 dengan 1

Memang ranking WTF dan Olimpiade beda. Namun, WTF
masuk turnamen yang seeded-nya di
turnamen Race to Olympic. Ini sejalan dengan misi PBSI yang menargetkan seeded bagus di Tokyo tahun depan.

Susy melihat, bagi pemain di luar 8 besar, itu
memang sulit. Posisi 7 atau 8 masih memungkinkan. Beda halnya jika ranking-nya
terlempar terlalu jauh. Seperti yang terjadi pada Jonatan Christie dan Anthony
Sinisuka Ginting. Sementara ini, Jonatan terdampar di posisi ke-19 dan Ginting
di posisi ke-17 peringkat world tour.

Dia melihat faktor kondisi tahun ini yang sulit
mengikuti pertandingan. Bukan karena performa atlet yang buruk. ’’Jadi, saat
awal tahun sampai Maret, yang lebih banyak mengikuti pertandingan otomatis
poinnya lebih banyak. Sudah gitu, dilihat hasil kejuaraannya,’’ jelas perempuan
49 tahun itu.

Baca Juga :  Tanpa Penonton, Klub Belarusia Pasang Manekin

Marcus/Kevin berada di posisi ketiga karena mereka
mengikuti Indonesia Masters 2020 dan All England 2020. Susy melihat itu terjadi
karena keadaan yang tidak memungkinkan.

’’Ini bukan acuan peta kekuatan atau ranking yang
sesungguhnya. Kalau yang banyak ikut turnamen dan hasil bagus, pasti dapat
ranking yang lebih tinggi,’’ imbuhnya.

Most Read

Artikel Terbaru

Merdeka Kepundungan

Momen HUT RI, Bangkit dari Keterpurukan

Gangguan Kesenangan

/