Gol tunggal Gali Freitas jadi pembeda dalam duel panas Persebaya Surabaya vs PSM Makassar pada pekan ke-23 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026), Green Force menang tipis 1-0 dan menyelamatkan wajah pelatih Bernardo Tavares dari tekanan.
Sejak menit awal, Persebaya Surabaya langsung tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri. Intensitas tinggi diperagakan anak asuh Bernardo Tavares demi menghapus dua hasil minor sebelumnya.
Peluang pertama hadir lewat pergerakan Milos Raickovic pada menit ke-16, tetapi tembakannya masih diblok bek lawan. Semenit berselang, Alfan Suaib ikut mencoba peruntungan meski bola belum menemui sasaran.
Francisco Rivera menjadi motor serangan Persebaya Surabaya sepanjang babak pertama. Ia beberapa kali melepaskan tembakan pada menit ke-19, namun akurasi masih jadi pekerjaan rumah.
PSM Makassar bukan tanpa perlawanan di Stadion Gelora Bung Tomo. Pada menit ke-23, Gledson Paixao da Silva mencatatkan tembakan tepat sasaran setelah memanfaatkan kreasi Muh. Rizky Eka Pratama.
Tekanan Persebaya Surabaya akhirnya berbuah hasil pada menit ke-26. Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas mencetak gol untuk Persebaya Surabaya lewat sepakan terukur yang tak mampu dihentikan kiper PSM.
Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang rapi dan efektif. Gali Freitas melepaskan shot on target yang langsung menggetarkan gawang PSM Makassar.
Unggul 1-0 membuat Persebaya Surabaya makin percaya diri mengendalikan permainan. Milos Raickovic dan Rivera terus menebar ancaman lewat tembakan jarak menengah.
PSM Makassar mencoba merespons dengan permainan lebih keras. Savio Roberto Juliao Figueiredo dan Dusan Lagator harus menerima kartu kuning akibat pelanggaran keras di babak pertama.
Hingga tambahan waktu dua menit berakhir, skor 1-0 untuk Persebaya Surabaya tetap bertahan. Dukungan Bonek di Stadion Gelora Bung Tomo mengiringi para pemain menuju ruang ganti dengan optimisme tinggi.
Memasuki babak kedua, PSM melakukan pergantian cepat dengan memasukkan Arfan menggantikan Gledson Paixao da Silva. Tomas Trucha mencoba meningkatkan daya gedor timnya agar bisa menyamakan kedudukan.
Luka Cumic beberapa kali mendapat peluang emas, termasuk pada menit ke-49 dan ke-56. Namun, rapatnya lini belakang Persebaya Surabaya membuat setiap tembakannya terblok dengan baik.
Persebaya Surabaya juga melakukan rotasi pemain demi menjaga intensitas. Sadida Nugraha Putra yang sempat menerima kartu kuning digantikan Riyan Ardiansyah pada menit ke-55.
Perubahan komposisi dilakukan lebih lanjut pada menit ke-65 dan 66. Gali Freitas, Alfan Suaib, serta Milos Raickovic ditarik keluar untuk memberi ruang bagi tenaga segar.
Masuknya Pedro Ricardo Rodrigues de Matos, Mikael Alfredo Tata, dan Gustavo Fernandes Henrique Querino menjaga tempo tetap stabil. Persebaya Surabaya tak sekadar bertahan, tetapi tetap berusaha menambah gol.
Pada menit ke-73, Mikael Alfredo Tata sempat melepaskan tembakan tepat sasaran. Risto Mitrevski juga menciptakan peluang, meski belum berujung gol tambahan.
Rivera tetap jadi figur sentral dalam membangun serangan hingga menit-menit akhir. Kreativitasnya beberapa kali membuka ruang, termasuk peluang pada menit ke-75 dan 77.
PSM Makassar terus menekan hingga penghujung laga di Stadion Gelora Bung Tomo. Luka Cumic, Yuran Fernandes Rocha Lopes, dan Arfan bergantian mencoba membobol gawang Ernando Ari.
Sayang, penyelesaian akhir menjadi kendala utama tim tamu. Tembakan Yuran pada menit ke-87 masih melenceng dari sasaran meski situasi cukup terbuka.
Memasuki tambahan waktu enam menit, tensi pertandingan makin meninggi. Arfan kembali diganjar kartu kuning pada menit ke-90+4 setelah melanggar pemain Persebaya Surabaya.
Persebaya Surabaya sempat mendapat peluang lewat Bruno Moreira Soares dan Riyan Ardiansyah, tetapi tak ada gol tambahan tercipta.
Rivera bahkan digantikan Aleandro Alan Maulana pada detik-detik akhir untuk mengamankan keunggulan.
Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor tetap 1-0 untuk Persebaya Surabaya. Kemenangan ini terasa spesial karena diraih lewat kerja keras kolektif dan disiplin tinggi sepanjang 90 menit.
Starting XI
Persebaya Surabaya
Ernando Ari Sutaryadi; Jefferson Junio Antonio Da Silva, Risto Mitrevski, Leonardo Silva Lelis, Arief Catur Pamungkas; Sadida Nugraha Putra, Milos Raickovic; Bruno Moreira Soares, Francisco Israel Rivera Davalos, Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas; Alfan Suaib.
PSM Makassar
Reza Arya Pratama; Dusan Lagator, Yuran Fernandes Rocha Lopes, AloÃsio Soares Neto, Muh. Mufli Hidayat; Ananda Raehan Alief, Savio Roberto Juliao Figueiredo; Sheriddin Boboev, Gledson Paixao Da Silva, Muh. Rizky Eka Pratama; Luka Cumic.
Bagi Bernardo Tavares, tiga poin ini terasa krusial untuk menjaga asa di papan atas Super League 2025/2026.
Gol tunggal Gali Freitas tak sekadar menghadirkan kemenangan, tetapi juga meredam tekanan yang sempat mengarah ke kursi pelatih.
Sementara bagi Tomas Trucha, kekalahan ini jadi pekerjaan rumah besar. PSM Makassar harus segera membenahi efektivitas serangan jika tak ingin kembali kehilangan poin penting.(jpc)


