25.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Tampil Menggila, Fiorentina Menang Tiga Gol tanpa Balas di Markas Juve

FIORENTINA menjadi tim pertama di Serie A
musim ini yang menaklukkan Juventus.
Bertandang
ke Allianz Stadium, Rabu (23/12) dini hari WIB, Fiorentina menggila untuk
menang tiga gol tanpa balas di markas Juventus. Kekalahan itu makin pahit untuk
Juventus setelah Juan Cuadrado diusir keluar lapangan saat laga baru memasuki
menit ke-17.

Hasil buruk itu menambah duka si Nyonya Tua.
Sehari sebelumnya, Napoli memenangkan banding atas putusan kekalahan Walk-Over
(WO) dari Juventus dengan skor 3-0 pada giornata ketiga Serie A musim 2020/21,
awal Oktober lalu. Selain itu, penalti satu poin Il Partenopei pun dibatalkan.

Pada laga tersebut, skuad Napoli memilih tidak
hadir di Stadion Allianz, markasnya Juventus. Skuad arahan Gennaro Gattuso
tersebut tidak mendapat lampu hijau untuk melakukan perjalanan ke Turin oleh
otoritas kesehatan kota Naples setelah dua pemain mereka, Piotr Zielinski dan
Elif Elmas terbukti positif COVID-19 bersama dengan satu anggota staf klub.

Banding Napoli kepada pengelola liga, Lega
Serie A, dan PSSI-nya Italia, FIGC, sempat ditolak.

Tapi, upaya mereka selanjutnya dengan mengajukan
banding kepada Dewan Komite Olimpiade Italia (CONI)—otoritas tertinggi
olahraga—membuahkan hasil.

Baca Juga :  Liga 1 Dimulai di Jakarta, LIB Belum Beberkan Venue Laga Perdana

Memasuki giornata ke-14, Juve menduduki posisi
keempat klasemen sementara dengan koleksi 24 poin. Teraktual, Si Nyonya Tua
menelan kekalahan perdana musim ini saat dikalahkan tamunya, Fiorentina, dengan
skor 3-0.

Sementara itu, Napoli nangkring di ranking
ketiga dengan poin sama namun unggul produktivitas gol dan masih mengantongi
laga tengah pekan ini kontra Torino.

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, mengakui
Juventus mengalami hari yang buruk dan harus dibayar mahal dengan kekalahan
memalukan.

Andrea Pirlo tidak berusaha
mencari kambing hitam atas kekalahan tim besutannya. Dia mengakui Juventus
tampil lamban dan tidak fokus sehingga dimanfaatkan oleh Fiorentina.

 â€œIni pasti bukan alibi. Kami memulai dengan
sikap yang salah dan jika melakukan itu, maka Anda akan mengalami situasi buruk
seperti ini,” kata Pirlo kepada Sky Sport Italia, seperti dilansir Football
Italia.

 “Hal seperti ini bisa terjadi pada pertandingan
terakhir sebelum Natal, karena mulai memikirkan tentang liburan. Tapi kami
lamban dan tak fokus, jadi tak heran kami kalah,” imbuh Pirlo tentang
penyebab kekalahan Juventus.

Baca Juga :  Juara Ditentukan di Pekan Pamungkas

Fiorentina memulai pertandingan di Stadion
Allianz tersebut dengan sempurna. Mereka membuka keunggulan saat pertandingan
baru berusia tiga menit. Diawali dari umpan terobosan Franck Ribery kepada
Dusan Vlahovic, yang kemudian mampu mengungguli Matthijs de Ligt saat beradu
lari dan menaklukkan kiper Wojciech Szczesny.

Situasi
berubah menjadi makin buruk untuk Juventus. Cuadrado melakukan tekel yang
terlalu tinggi ke arah tulang kering Gaetano Castrovilli. Wasit awalnya hanya
memberikan kartu kuning, namun setelah melihat VAR, ia mengubah keputusannya
dengan memberikan kartu merah.

Di tengah upaya keras Juventus untuk mengejar
gol penyama kedudukan, mereka justru kemasukan gol bunuh diri pada menit ke-76.
Umpan silang Matteo Biraghi dari sisi kiri kepada Christian Kouame terkena
Bonucci yang berusaha menyapu bola, bola kemudian memantul mengenai Alex Sandro
dan masuk ke gawang tuan rumah.

Memasuki menit ke-81,
Fiorentina mengemas gol terakhir laga itu. Ribery mencuri bola dari Bonucci
untuk menginisiasi serangan balik, Biraghi menggulirkan bola dari kiri dan
Martin Caceres leluasa menyambarnya untuk membobol gawang bekas klubnya
tersebut.

FIORENTINA menjadi tim pertama di Serie A
musim ini yang menaklukkan Juventus.
Bertandang
ke Allianz Stadium, Rabu (23/12) dini hari WIB, Fiorentina menggila untuk
menang tiga gol tanpa balas di markas Juventus. Kekalahan itu makin pahit untuk
Juventus setelah Juan Cuadrado diusir keluar lapangan saat laga baru memasuki
menit ke-17.

Hasil buruk itu menambah duka si Nyonya Tua.
Sehari sebelumnya, Napoli memenangkan banding atas putusan kekalahan Walk-Over
(WO) dari Juventus dengan skor 3-0 pada giornata ketiga Serie A musim 2020/21,
awal Oktober lalu. Selain itu, penalti satu poin Il Partenopei pun dibatalkan.

Pada laga tersebut, skuad Napoli memilih tidak
hadir di Stadion Allianz, markasnya Juventus. Skuad arahan Gennaro Gattuso
tersebut tidak mendapat lampu hijau untuk melakukan perjalanan ke Turin oleh
otoritas kesehatan kota Naples setelah dua pemain mereka, Piotr Zielinski dan
Elif Elmas terbukti positif COVID-19 bersama dengan satu anggota staf klub.

Banding Napoli kepada pengelola liga, Lega
Serie A, dan PSSI-nya Italia, FIGC, sempat ditolak.

Tapi, upaya mereka selanjutnya dengan mengajukan
banding kepada Dewan Komite Olimpiade Italia (CONI)—otoritas tertinggi
olahraga—membuahkan hasil.

Baca Juga :  Liga 1 Dimulai di Jakarta, LIB Belum Beberkan Venue Laga Perdana

Memasuki giornata ke-14, Juve menduduki posisi
keempat klasemen sementara dengan koleksi 24 poin. Teraktual, Si Nyonya Tua
menelan kekalahan perdana musim ini saat dikalahkan tamunya, Fiorentina, dengan
skor 3-0.

Sementara itu, Napoli nangkring di ranking
ketiga dengan poin sama namun unggul produktivitas gol dan masih mengantongi
laga tengah pekan ini kontra Torino.

Pelatih Juventus, Andrea Pirlo, mengakui
Juventus mengalami hari yang buruk dan harus dibayar mahal dengan kekalahan
memalukan.

Andrea Pirlo tidak berusaha
mencari kambing hitam atas kekalahan tim besutannya. Dia mengakui Juventus
tampil lamban dan tidak fokus sehingga dimanfaatkan oleh Fiorentina.

 â€œIni pasti bukan alibi. Kami memulai dengan
sikap yang salah dan jika melakukan itu, maka Anda akan mengalami situasi buruk
seperti ini,” kata Pirlo kepada Sky Sport Italia, seperti dilansir Football
Italia.

 “Hal seperti ini bisa terjadi pada pertandingan
terakhir sebelum Natal, karena mulai memikirkan tentang liburan. Tapi kami
lamban dan tak fokus, jadi tak heran kami kalah,” imbuh Pirlo tentang
penyebab kekalahan Juventus.

Baca Juga :  Juara Ditentukan di Pekan Pamungkas

Fiorentina memulai pertandingan di Stadion
Allianz tersebut dengan sempurna. Mereka membuka keunggulan saat pertandingan
baru berusia tiga menit. Diawali dari umpan terobosan Franck Ribery kepada
Dusan Vlahovic, yang kemudian mampu mengungguli Matthijs de Ligt saat beradu
lari dan menaklukkan kiper Wojciech Szczesny.

Situasi
berubah menjadi makin buruk untuk Juventus. Cuadrado melakukan tekel yang
terlalu tinggi ke arah tulang kering Gaetano Castrovilli. Wasit awalnya hanya
memberikan kartu kuning, namun setelah melihat VAR, ia mengubah keputusannya
dengan memberikan kartu merah.

Di tengah upaya keras Juventus untuk mengejar
gol penyama kedudukan, mereka justru kemasukan gol bunuh diri pada menit ke-76.
Umpan silang Matteo Biraghi dari sisi kiri kepada Christian Kouame terkena
Bonucci yang berusaha menyapu bola, bola kemudian memantul mengenai Alex Sandro
dan masuk ke gawang tuan rumah.

Memasuki menit ke-81,
Fiorentina mengemas gol terakhir laga itu. Ribery mencuri bola dari Bonucci
untuk menginisiasi serangan balik, Biraghi menggulirkan bola dari kiri dan
Martin Caceres leluasa menyambarnya untuk membobol gawang bekas klubnya
tersebut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

Terpopuler

Artikel Terbaru