30.9 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Mengusik Singgasana

Di La Liga,
prestasi Sevilla tak sementereng Real Madrid, FC Barcelona, dan Atletico
Madrid. Lain cerita di Liga Europa.

Sevilla adalah
raja. Lima gelar rival sekota Real Betis itu jadi bukti sahih bahwa ajang kelas
dua Eropa itu merupakan habitat mereka.

Bahkan, Sevilla
bisa kian merajalela dengan koleksi enam gelar. Sebab, dini hari nanti mereka
kembali tampil di final melawan Inter Milan (siaran langsung SCTV/Champions TV
1 pukul 02.00 WIB).

Singgasana
Jesus Navas dkk sebagai kolektor terbanyak Liga Europa juga masih akan aman
setidaknya hingga musim depan. Sebab, belum ada tim yang meraih empat gelar.
Terdekat ada empat tim yang sudah membukukan tiga gelar. Mereka adalah
Liverpool FC, Atletico Madrid, Juventus, dan Inter.

Selain
mendekatkan perolehan gelar mereka dengan sang calon lawan, kemenangan tim
asuhan Antonio Conte itu bakal membuat Italia membuntuti Spanyol di Liga
Europa. Saat ini wakil Italia total sudah mengoleksi sembilan gelar yang dibagi
ke tiga tim: Inter, Juve, dan Napoli.

Baca Juga :  Mitra Kukar vs Kalteng Putra: Tetap Berambisi Meski Pincang


Sekaligus
menjauh dari nominal koleksi tim Inggris yang juga sembilan sumbangan dari
Liverpool, Chelsea, Manchester United, dan Ipswich Town. Sedangkan Spanyol jadi
yang terdepan dengan sebelas gelar hasil gabungan trofi Sevilla, Atletico
Madrid, Real Madrid, dan Valencia CF.

”Kami akan
menghadapi tim yang sangat berpengalaman di ajang ini. Di samping itu, kami
punya kesempatan meraih trofi mayor pertama setelah sekian lama,” ucap Conte
kepada UEFA seperti dikutip BBC.

Pernyataan eks
pelatih Juve, Chelsea, dan timnas Italia itu merujuk pada kali terakhir Inter
juara sepuluh tahun silam. Di final Liga Champions. Sekaligus kepingan terakhir
untuk treble winners pada musim 2009–2010. Yang sekaligus final terakhir Inter
di Eropa.

Baca Juga :  Hajar Brutal, Lawan KO

Rival sekota AC
Milan itu memang bakal lebih diunggulkan pada laga dini hari nanti. Selain
keberadaan Conte, materi pemain lebih mengilap. Adanya Laukaku (julukan duet
striker Lautaro Martinez-Romelu Lukaku) yang sudah menyumbang 8 gol dan 3
assist bakal jadi ancaman utama bagi Sevilla yang sekaligus jadi pertemuan
pertama keduanya di Eropa.

”Tim ini
(Sevilla, Red) berbeda dengan sebelum-sebelumnya (lima trofi Liga Europa
sebelumnya, Red). Saya rasa itu (predikat raja Liga Europa, Red) tidak
menguntungkan kami. Inter memiliki kualitas tim untuk bersaing di Liga
Champions,” ujar Julen Lopetegui, pelatih Sevilla.

Di La Liga,
prestasi Sevilla tak sementereng Real Madrid, FC Barcelona, dan Atletico
Madrid. Lain cerita di Liga Europa.

Sevilla adalah
raja. Lima gelar rival sekota Real Betis itu jadi bukti sahih bahwa ajang kelas
dua Eropa itu merupakan habitat mereka.

Bahkan, Sevilla
bisa kian merajalela dengan koleksi enam gelar. Sebab, dini hari nanti mereka
kembali tampil di final melawan Inter Milan (siaran langsung SCTV/Champions TV
1 pukul 02.00 WIB).

Singgasana
Jesus Navas dkk sebagai kolektor terbanyak Liga Europa juga masih akan aman
setidaknya hingga musim depan. Sebab, belum ada tim yang meraih empat gelar.
Terdekat ada empat tim yang sudah membukukan tiga gelar. Mereka adalah
Liverpool FC, Atletico Madrid, Juventus, dan Inter.

Selain
mendekatkan perolehan gelar mereka dengan sang calon lawan, kemenangan tim
asuhan Antonio Conte itu bakal membuat Italia membuntuti Spanyol di Liga
Europa. Saat ini wakil Italia total sudah mengoleksi sembilan gelar yang dibagi
ke tiga tim: Inter, Juve, dan Napoli.

Baca Juga :  Mitra Kukar vs Kalteng Putra: Tetap Berambisi Meski Pincang


Sekaligus
menjauh dari nominal koleksi tim Inggris yang juga sembilan sumbangan dari
Liverpool, Chelsea, Manchester United, dan Ipswich Town. Sedangkan Spanyol jadi
yang terdepan dengan sebelas gelar hasil gabungan trofi Sevilla, Atletico
Madrid, Real Madrid, dan Valencia CF.

”Kami akan
menghadapi tim yang sangat berpengalaman di ajang ini. Di samping itu, kami
punya kesempatan meraih trofi mayor pertama setelah sekian lama,” ucap Conte
kepada UEFA seperti dikutip BBC.

Pernyataan eks
pelatih Juve, Chelsea, dan timnas Italia itu merujuk pada kali terakhir Inter
juara sepuluh tahun silam. Di final Liga Champions. Sekaligus kepingan terakhir
untuk treble winners pada musim 2009–2010. Yang sekaligus final terakhir Inter
di Eropa.

Baca Juga :  Hajar Brutal, Lawan KO

Rival sekota AC
Milan itu memang bakal lebih diunggulkan pada laga dini hari nanti. Selain
keberadaan Conte, materi pemain lebih mengilap. Adanya Laukaku (julukan duet
striker Lautaro Martinez-Romelu Lukaku) yang sudah menyumbang 8 gol dan 3
assist bakal jadi ancaman utama bagi Sevilla yang sekaligus jadi pertemuan
pertama keduanya di Eropa.

”Tim ini
(Sevilla, Red) berbeda dengan sebelum-sebelumnya (lima trofi Liga Europa
sebelumnya, Red). Saya rasa itu (predikat raja Liga Europa, Red) tidak
menguntungkan kami. Inter memiliki kualitas tim untuk bersaing di Liga
Champions,” ujar Julen Lopetegui, pelatih Sevilla.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru