32.1 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Ribery Serasa 20-an Tahun

Jika tidak pensiun, ya bermain di klub-klub di
luar lima liga elite Eropa. Itu yang biasanya akan terjadi dengan pemain yang usianya
sudah lebih dari 35 tahun. Tapi tidak begitu dengan Franck Ribery dan Stephan
Lichsteiner.
 

—————
”38 TAHUN,” begitu yang diungkapkan Franck Ribery begitu ditanyai sampai
kapan dia bakal menjalani karir profesional, usai pergi dari Bayern Muenchen
musim panas lalu, kepada Kicker. Kini, Ribery masih berusia 36 tahun 4 bulan.
Jalannya untuk melanjutkan karir profesional dalam liga elite Eropa pun masih
terbuka.
Tadi malam WIB, media-media Italia makin mendekatkan Ribery ke Fiorentina. ”Ribery
akan melakoni tes medis di Campini (kamp latihan Fiorentina), Rabu besok (waktu
setempat, Red),” sebut dua jurnalis Sky Italia Gianluca di Marzio dan Fabrizio
Romano,  dalam laporannya.

Nah, target gantung sepatu ketika usia 38 tahun
juga sejalan dengan durasi kontraknya di La Viola, julukan Fiorentina. Karena,
Ribery diklaim bakal dikontrak dengan durasi dua musim dengan nilai kesepakatan
sebesar EUR 4 juta (Rp 63,2 miliar), plus bonus senilai EUR 500 ribu (Rp 7,8
miliar) yang dibayarkan dalam tiap musim.
Harga yang dibayarkan klub milik pengusaha AS Rocco B Comissio itu sama persis
dari bayarannya ketika masih berumur 22 tahun. Tepatnya, saat dia mencicipi
atmosfer kompetisi di  luar Prancis untuk
kali pertama dengan raksasa Turki Super Lig Galatasaray saat separo musim 2004
– 2005.
Tak hanya tentang nilai dan durasi kontrak yang dia negosiasikan, begitu pula
status dari fisioterapis pribadinya selama di Firenze. Ribery sudah memberi
kode bahwa dia akan menjajal  Serie A
seperti dia melakukannya di Turki. ”Bersiap untuk tantangan baru! Segera,”
tulis Ribery dalam keterangan di foto yang dia unggah dalam akun Instagram-nya,
@franckribery7.
Unggahan foto Ribery tersebut mendapat komentar dari mantan rekan setimnya di
Saebener Strasse, kamp latihan Bayern, Luca Toni. “Mon frere (Bahasa
Prancis: sahabat laki-lakiku)…pemain hebat!! Hahaha kamu suka di Italia ???
ahahahah,” tulis Toni lewat Instagram-nya @luca_toni9.
Toni juga pernah tiga musim membela Fiorentina. Dua periode, di antara 2005 –
2007 dan 2012 – 2013. Sukses Toni yang pernah dua kali jadi Capocannoniere
Serie A, antara musim 2005 – 2006 dan 2014 – 2015 bisa jadi motivasi Ribery.
Allenatore Fiorentina Vincenzo Montella berharap ketajaman Ribery tak bergeser
meski usianya sudah tak muda lagi.
Seperti musim lalu saat dia mampu mengoleksi tujuh gol dari 38 laga bersama
Bayern di semua ajang. Tertinggi dalam empat musim terakhir. ”Saya ingin
pemain yang berfungsi. Kalau bisa yang punya nama besar, itu lebih bagus,”
ungkap Montella, dilansir dari laman Viola News. ”Ribery-lah jawabannya. Saya
yakin dia akan cocok bagi semua pemain kami,” lanjut Montella.
Status Ribery yang tercatat sebagai salah satu pemain top Eropa akan jadi nilai
plus-nya. ‘”Saya akan menawari makan malam ke manajemen klub jika mereka
berhasil merekrut pemain  dengan rekor
dunia,” janjinya. ”Kami akan memberinya peluang bermain dalam level
tertinggi,” sambung Direktur Olahraga Fiorentina Daniele Prade, seperti yang
dikutip dari Calciomercato.
Ribery sudah didahului Stephan Lichsteiner. Mantan bek kanan Juventus dan
Arsenal itu juga merasakan tantangan baru di Bundesliga. Lichtsteiner direkrut
FC Augsburg dengan durasi kontrak semusim. Forrest Gump, julukan Lichtsteiner,
akan menjadi pemain tertua Augsburg di Bundesliga jika dia dimainkan melawan
Union Berlin, akhir pekan ini (24/8).
Dalam situs resmi Bundesliga pemain yang berumur 35 tahun lebih tujuh bulan itu
sudah  berkoar siap bersaing dengan
pemain yang lebih muda darinya. ”Sebaliknya, saya bisa memberi banyak tenaga
bagi skuad muda yang masih lapar ini. Atmosfer fantastis Bundesliga sudah bisa
menyihir saya,” ungkapnya. (ren/tom/jpg)

Baca Juga :  Menjamu PSMTW, Palangka Raya Jaga Gengsi

Jika tidak pensiun, ya bermain di klub-klub di
luar lima liga elite Eropa. Itu yang biasanya akan terjadi dengan pemain yang usianya
sudah lebih dari 35 tahun. Tapi tidak begitu dengan Franck Ribery dan Stephan
Lichsteiner.
 

—————
”38 TAHUN,” begitu yang diungkapkan Franck Ribery begitu ditanyai sampai
kapan dia bakal menjalani karir profesional, usai pergi dari Bayern Muenchen
musim panas lalu, kepada Kicker. Kini, Ribery masih berusia 36 tahun 4 bulan.
Jalannya untuk melanjutkan karir profesional dalam liga elite Eropa pun masih
terbuka.
Tadi malam WIB, media-media Italia makin mendekatkan Ribery ke Fiorentina. ”Ribery
akan melakoni tes medis di Campini (kamp latihan Fiorentina), Rabu besok (waktu
setempat, Red),” sebut dua jurnalis Sky Italia Gianluca di Marzio dan Fabrizio
Romano,  dalam laporannya.

Nah, target gantung sepatu ketika usia 38 tahun
juga sejalan dengan durasi kontraknya di La Viola, julukan Fiorentina. Karena,
Ribery diklaim bakal dikontrak dengan durasi dua musim dengan nilai kesepakatan
sebesar EUR 4 juta (Rp 63,2 miliar), plus bonus senilai EUR 500 ribu (Rp 7,8
miliar) yang dibayarkan dalam tiap musim.
Harga yang dibayarkan klub milik pengusaha AS Rocco B Comissio itu sama persis
dari bayarannya ketika masih berumur 22 tahun. Tepatnya, saat dia mencicipi
atmosfer kompetisi di  luar Prancis untuk
kali pertama dengan raksasa Turki Super Lig Galatasaray saat separo musim 2004
– 2005.
Tak hanya tentang nilai dan durasi kontrak yang dia negosiasikan, begitu pula
status dari fisioterapis pribadinya selama di Firenze. Ribery sudah memberi
kode bahwa dia akan menjajal  Serie A
seperti dia melakukannya di Turki. ”Bersiap untuk tantangan baru! Segera,”
tulis Ribery dalam keterangan di foto yang dia unggah dalam akun Instagram-nya,
@franckribery7.
Unggahan foto Ribery tersebut mendapat komentar dari mantan rekan setimnya di
Saebener Strasse, kamp latihan Bayern, Luca Toni. “Mon frere (Bahasa
Prancis: sahabat laki-lakiku)…pemain hebat!! Hahaha kamu suka di Italia ???
ahahahah,” tulis Toni lewat Instagram-nya @luca_toni9.
Toni juga pernah tiga musim membela Fiorentina. Dua periode, di antara 2005 –
2007 dan 2012 – 2013. Sukses Toni yang pernah dua kali jadi Capocannoniere
Serie A, antara musim 2005 – 2006 dan 2014 – 2015 bisa jadi motivasi Ribery.
Allenatore Fiorentina Vincenzo Montella berharap ketajaman Ribery tak bergeser
meski usianya sudah tak muda lagi.
Seperti musim lalu saat dia mampu mengoleksi tujuh gol dari 38 laga bersama
Bayern di semua ajang. Tertinggi dalam empat musim terakhir. ”Saya ingin
pemain yang berfungsi. Kalau bisa yang punya nama besar, itu lebih bagus,”
ungkap Montella, dilansir dari laman Viola News. ”Ribery-lah jawabannya. Saya
yakin dia akan cocok bagi semua pemain kami,” lanjut Montella.
Status Ribery yang tercatat sebagai salah satu pemain top Eropa akan jadi nilai
plus-nya. ‘”Saya akan menawari makan malam ke manajemen klub jika mereka
berhasil merekrut pemain  dengan rekor
dunia,” janjinya. ”Kami akan memberinya peluang bermain dalam level
tertinggi,” sambung Direktur Olahraga Fiorentina Daniele Prade, seperti yang
dikutip dari Calciomercato.
Ribery sudah didahului Stephan Lichsteiner. Mantan bek kanan Juventus dan
Arsenal itu juga merasakan tantangan baru di Bundesliga. Lichtsteiner direkrut
FC Augsburg dengan durasi kontrak semusim. Forrest Gump, julukan Lichtsteiner,
akan menjadi pemain tertua Augsburg di Bundesliga jika dia dimainkan melawan
Union Berlin, akhir pekan ini (24/8).
Dalam situs resmi Bundesliga pemain yang berumur 35 tahun lebih tujuh bulan itu
sudah  berkoar siap bersaing dengan
pemain yang lebih muda darinya. ”Sebaliknya, saya bisa memberi banyak tenaga
bagi skuad muda yang masih lapar ini. Atmosfer fantastis Bundesliga sudah bisa
menyihir saya,” ungkapnya. (ren/tom/jpg)

Baca Juga :  Menjamu PSMTW, Palangka Raya Jaga Gengsi

Terpopuler

Artikel Terbaru