Performa Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas atau Gali Freitas tengah jadi sorotan. Lama tak mencetak gol dan assist, winger Persebaya Surabaya itu akhirnya blak-blakan soal penyebab performanya yang belum kembali tajam.
Gali Freitas menegaskan semangatnya tetap menyala meski kontribusi angka belum bertambah. Dia mengaku masih lapar dan punya tekad besar untuk terus memberi dampak positif bagi Persebaya Surabaya.
Pemain asal Timor Leste itu datang pada awal musim dengan tantangan besar. Adaptasi menjadi fase awal yang tidak mudah bagi Gali Freitas di lingkungan baru Green Force Persebaya Surabaya.
Pada laga-laga awal, Gali Freitas masih mencari ritme permainan terbaiknya. Dia juga harus menyesuaikan diri dengan skema permainan yang diterapkan tim pelatih Persebaya Surabaya.
Seiring waktu berjalan, grafik performanya mulai menunjukkan peningkatan. Kepercayaan diri Gali perlahan tumbuh dan ia mulai berani mengambil peran lebih besar di lini serang.
Momen penting datang saat dia mencetak gol perdana ke gawang Bali United pada pekan ketiga Super League. Gol itu menjadi titik balik yang mengangkat performanya di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Setelah itu, Gali tak hanya mencetak gol tetapi juga berkontribusi lewat assist. Perannya sebagai motor serangan semakin terlihat dalam setiap pertandingan Persebaya Surabaya.
Namun, situasi berubah setelah golnya ke gawang PSM Makassar pada pekan ke-23. Sejak saat itu, kontribusi gol dan assistnya mengalami stagnasi dalam beberapa laga terakhir.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan pertanyaan dari publik. Banyak yang menilai performanya menurun, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan kreativitas di sepertiga akhir lapangan.
Gali tidak menampik fakta tersebut. Dia mengakui catatan gol dan assistnya memang belum bertambah dalam beberapa waktu terakhir.
”Saya selalu berusaha bekerja keras dan menjaga konsistensi di setiap pertandingan,” ujar Gali usai sesi latihan tim. Dia menekankan usaha di lapangan tetap menjadi prioritas utamanya.
Menurut dia, peran pemain tidak selalu diukur dari statistik gol atau assist semata. Ada kontribusi lain yang sering tidak terlihat, tetapi tetap penting bagi tim.
”Mungkin tidak selalu terlihat lewat gol atau assist, tetapi yang paling penting adalah bagaimana saya tetap bisa memberi kontribusi untuk tim. Dalam sepak bola, kepentingan tim selalu menjadi yang utama,” jelas Gali Freitas.
Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang mulai muncul. Gali menegaskan dirinya tetap berperan dalam skema permainan meski tidak selalu tercatat di papan skor.
Dia juga menjadikan situasi ini sebagai bahan evaluasi pribadi. Minimnya kontribusi angka justru menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik.
”Memang sudah cukup lama saya tidak mencetak gol atau assist. Namun itu tidak membuat saya berhenti bekerja keras. Saya tetap fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya dan berusaha memberikan yang terbaik di lapangan,” tegas Gali Freitas.
Secara statistik, kontribusi Gali musim ini sebenarnya cukup solid. Dia telah mengoleksi enam gol dan enam assist bersama Persebaya Surabaya di ajang Super League 2025/2026.
Jika ditarik lebih dalam, performanya juga terlihat dari sejumlah indikator lain. Rata-rata tembakan mencapai 1,4 per laga dengan 0,6 di antaranya tepat sasaran.
Selain itu, dia mencatatkan 0,6 key passes per pertandingan. Akurasi umpannya juga berada di angka 73 persen dengan rata-rata 12,5 umpan sukses per laga.
Catatan tersebut menunjukkan perannya dalam membangun serangan masih cukup signifikan. Meski kontribusi langsung berupa gol dan assist menurun, pergerakannya tetap memberi dampak bagi permainan tim.
Gali juga terus berupaya meningkatkan kualitas dirinya melalui latihan. Ia menyadari masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam efektivitas di lini depan.
”Saya juga terus memperbaiki diri lewat latihan. Apa yang masih kurang dari saya, itu yang harus dibenahi. Saya ingin terus bekerja keras agar bisa tampil lebih baik lagi ke depan,” tandas Gali Freitas.
Situasi ini menjadi ujian mental bagi Gali Freitas. Konsistensi dan kesabaran menjadi kunci untuk kembali menemukan performa terbaiknya.
Dengan kompetisi yang masih berjalan, peluang untuk bangkit tetap terbuka lebar. Gali hanya perlu menjaga fokus dan memaksimalkan setiap kesempatan yang datang.
Dukungan dari tim dan suporter juga menjadi faktor penting. Jika mampu melewati fase ini, bukan tidak mungkin Gali akan kembali menjadi pembeda bagi Persebaya Surabaya di sisa musim.(jpc)


