Juventus kalah dalam banding untuk membatalkan putusan pengadilan yang menguntungkan mantan striker andalan mereka, Cristiano Ronaldo. Juventus haru membayar gaji yang belum dibayarkan jutaan euro.
Pengadilan tenaga kerja di Turin pada Senin (19/1) waktu Italia, menolak banding Juventus. Ronaldo juga tidak perlu mengembalikan EUR 9,75 juta yang telah diterimanya, ditambah bunga. Juventus juga harus menanggung semua biaya hukum sekitar EUR 80.000.
Pada April 2024, sebuah tribunal arbitrase memutuskan bahwa Juventus harus membayar setengah dari jumlah EUR 19,5 juta yang diminta Ronaldo untuk gaji yang belum dibayarkan terkait pemotongan gaji yang disepakati selama pandemi Covid-19.
Putusan terbaru tersebut tidak akan berdampak negatif pada kinerja keuangan Juventus saat ini. Sebab, jumlah yang dipermasalahkan telah dibayarkan kepada Ronaldo dan dialokasikan dalam anggaran tim 2023/2024.
”Juventus masih dapat mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi dan tim hukum klub akan memeriksa putusan tersebut dalam beberapa hari mendatang untuk memutuskan apakah akan melakukannya atau tidak,” tulis ESPN.
Ronaldo, yang sekarang menjadi kapten Al Nassr, bergabung dengan Juve pada Agustus 2018 dan membantu klub memenangkan gelar Serie A berturut-turut, serta Piala Italia dan dua Piala Super, sebelum kembali ke Manchester United pada Agustus 2021.
”Hakim menolak semua keberatan yang diajukan klub dan menegaskan kembali penerapan prinsip-prinsip hukum perdata yang benar mengenai tanggung jawab pra-kontrak dan perlindungan harapan yang sah,” buka tim hukum Ronaldo mengenai masalah ini.
”Ronaldo telah setuju untuk sementara waktu melepaskan sebagian gajinya selama pandemi, tetapi Juventus gagal menghormati perjanjian tersebut, melanggar kepercayaan sang mega bintang Portugal,” tandas mereka.(jpc)


