26.6 C
Jakarta
Wednesday, January 21, 2026

Marc Marquez dan Pecco Bagnaia Siap Pertahankan Dominasi di Ducati

PROKALTENG.CO-Ducati resmi meluncurkan livery spesial peringatan Satu Abad dalam acara peluncuran tim MotoGP 2026 yang digelar pada Senin (19/1/2026) di Madonna di Campiglio, Italia.

Corak anyar ini akan menghiasi Desmosedici GP26, motor yang akan digunakan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia untuk mempertahankan supremasi Ducati di MotoGP.

Tahun MotoGP 2026 menjadi momen istimewa bagi pabrikan asal Bologna tersebut.

Ducati genap berusia 100 tahun sejak pertama kali berdiri pada 1926 sebagai produsen komponen radio, sebelum menjelma menjadi salah satu kekuatan paling dominan dalam sejarah balap motor dunia.

Dalam perayaan Satu Abad Ducati, desain livery MotoGP 2026 mengalami penyegaran signifikan.

Warna merah khas Ducati tampil lebih gelap dengan nama khusus Rosso Centenario, dipadukan kembali dengan warna putih yang mengingatkan pada era kejayaan Casey Stoner saat mempersembahkan gelar juara dunia MotoGP 2007.

Desain ini semakin mencolok lewat dua garis tegas yang membentang dari fairing depan hingga buritan motor, menyatu dengan sirip aerodinamika khas Desmosedici.

Electronic money exchangers listing

GP26 juga menjadi motor terakhir Ducati yang menggunakan mesin 1000 cc, sebelum MotoGP memasuki era regulasi baru pada 2027.

Baca Juga :  Valentino Rossi Keluhkan Ban Belakang

Untuk MotoGP 2026, Ducati tetap mempertahankan duet andalan mereka, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia.

Kombinasi dua juara dunia ini diharapkan mampu mengamankan gelar keenam Ducati di era MotoGP modern, setelah titel milik Casey Stoner, dua gelar Bagnaia (2022 dan 2023), Jorge Martín bersama Pramac (2024), serta gelar Marc Marquez pada musim lalu.

Bagi Marc Marquez, musim MotoGP 2026 memiliki arti khusus.

Pembalap Spanyol itu membidik gelar juara dunia ke-10 sepanjang kariernya, sekaligus berpeluang memperpanjang rekor sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah MotoGP.

Di usia 33 tahun, Marquez ingin menegaskan dominasinya bersama Ducati di era terakhir mesin 1000 cc.

Peluncuran Desmosedici GP26 di resor ski kawasan Dolomites juga menandai puncak kejayaan era Borgo Panigale di MotoGP.

Peran Gigi Dall’Igna sebagai arsitek teknis menjadi faktor utama di balik dominasi aerodinamika Ducati dalam beberapa musim terakhir.

Baca Juga :  Timnas Indonesia vs Korea Selatan: Ujian Berat Nova Arianto di Piala Asia U-17

Namun, MotoGP 2026 bukan hanya soal mesin dan livery. Ducati juga dihadapkan pada keputusan besar terkait masa depan pembalapnya.

Kontrak Marc Marquez dan Pecco Bagnaia sama-sama akan segera berakhir, di tengah situasi pasar pembalap yang dinamis serta kondisi industri motor Eropa yang tengah dilanda penurunan penjualan.

Bagi Pecco Bagnaia, musim ini menjadi ujian krusial. Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu memperkenalkan perubahan desain pada nomor 63 miliknya, sambil tetap mempertahankan tiga bintang simbol gelar juara.

Namun, kegagalan mempertahankan titel 2024 dan kehadiran Marquez sebagai rekan setim membuat posisinya di Ducati tak lagi sepenuhnya aman.

CEO Ducati, Claudio Domenicali, memilih memberi Bagnaia beberapa seri awal MotoGP 2026 sebagai bahan evaluasi sebelum menentukan komposisi pembalap untuk era regulasi baru.

Keputusan tersebut menjadi penentu masa depan Ducati dalam menghadapi perubahan besar MotoGP pasca-2027.(np/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Ducati resmi meluncurkan livery spesial peringatan Satu Abad dalam acara peluncuran tim MotoGP 2026 yang digelar pada Senin (19/1/2026) di Madonna di Campiglio, Italia.

Corak anyar ini akan menghiasi Desmosedici GP26, motor yang akan digunakan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia untuk mempertahankan supremasi Ducati di MotoGP.

Tahun MotoGP 2026 menjadi momen istimewa bagi pabrikan asal Bologna tersebut.

Electronic money exchangers listing

Ducati genap berusia 100 tahun sejak pertama kali berdiri pada 1926 sebagai produsen komponen radio, sebelum menjelma menjadi salah satu kekuatan paling dominan dalam sejarah balap motor dunia.

Dalam perayaan Satu Abad Ducati, desain livery MotoGP 2026 mengalami penyegaran signifikan.

Warna merah khas Ducati tampil lebih gelap dengan nama khusus Rosso Centenario, dipadukan kembali dengan warna putih yang mengingatkan pada era kejayaan Casey Stoner saat mempersembahkan gelar juara dunia MotoGP 2007.

Desain ini semakin mencolok lewat dua garis tegas yang membentang dari fairing depan hingga buritan motor, menyatu dengan sirip aerodinamika khas Desmosedici.

GP26 juga menjadi motor terakhir Ducati yang menggunakan mesin 1000 cc, sebelum MotoGP memasuki era regulasi baru pada 2027.

Baca Juga :  Valentino Rossi Keluhkan Ban Belakang

Untuk MotoGP 2026, Ducati tetap mempertahankan duet andalan mereka, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia.

Kombinasi dua juara dunia ini diharapkan mampu mengamankan gelar keenam Ducati di era MotoGP modern, setelah titel milik Casey Stoner, dua gelar Bagnaia (2022 dan 2023), Jorge Martín bersama Pramac (2024), serta gelar Marc Marquez pada musim lalu.

Bagi Marc Marquez, musim MotoGP 2026 memiliki arti khusus.

Pembalap Spanyol itu membidik gelar juara dunia ke-10 sepanjang kariernya, sekaligus berpeluang memperpanjang rekor sebagai salah satu pembalap tersukses sepanjang sejarah MotoGP.

Di usia 33 tahun, Marquez ingin menegaskan dominasinya bersama Ducati di era terakhir mesin 1000 cc.

Peluncuran Desmosedici GP26 di resor ski kawasan Dolomites juga menandai puncak kejayaan era Borgo Panigale di MotoGP.

Peran Gigi Dall’Igna sebagai arsitek teknis menjadi faktor utama di balik dominasi aerodinamika Ducati dalam beberapa musim terakhir.

Baca Juga :  Timnas Indonesia vs Korea Selatan: Ujian Berat Nova Arianto di Piala Asia U-17

Namun, MotoGP 2026 bukan hanya soal mesin dan livery. Ducati juga dihadapkan pada keputusan besar terkait masa depan pembalapnya.

Kontrak Marc Marquez dan Pecco Bagnaia sama-sama akan segera berakhir, di tengah situasi pasar pembalap yang dinamis serta kondisi industri motor Eropa yang tengah dilanda penurunan penjualan.

Bagi Pecco Bagnaia, musim ini menjadi ujian krusial. Juara dunia MotoGP 2022 dan 2023 itu memperkenalkan perubahan desain pada nomor 63 miliknya, sambil tetap mempertahankan tiga bintang simbol gelar juara.

Namun, kegagalan mempertahankan titel 2024 dan kehadiran Marquez sebagai rekan setim membuat posisinya di Ducati tak lagi sepenuhnya aman.

CEO Ducati, Claudio Domenicali, memilih memberi Bagnaia beberapa seri awal MotoGP 2026 sebagai bahan evaluasi sebelum menentukan komposisi pembalap untuk era regulasi baru.

Keputusan tersebut menjadi penentu masa depan Ducati dalam menghadapi perubahan besar MotoGP pasca-2027.(np/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/