25.6 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Kalteng Putra Lepas Diogo dan Antoni, Ini Alasannya

PALANGKA RAYA – Kalteng Putra FC melepas dua pemainnya pada bursa transfer pertengahan musim ini.
Mereka ada Diogo Campos yang transfer
ke Persebaya FC dan Antoni Putro Nugroho yang akan berseragam PSS Sleman.

CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran
melalui Sekretaris Tim, Sigit
Wido mengatakan, keduanya dilepas Kalteng Putra karena banyak aspek penilaian
yang dilakulan oleh manajemen.
Hasilnya, tidak dapat dipertahankan dan akan diisi dengan pemain yang lebih
agresif dan mampu mencetak gol.

“Kalau sudah tidak ada hati
main di Kalteng ngapain kita pertahankan. Dia bilang kalau kita tahan, maka dia
tidak akan bisa bantu Kalteng Putra sesuai yang kita inginkan. Ini kan gila.
Kita bayar mahal tapi dia berani bilang tidak akan bermain maksimal,”
ucapnya, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga :  Lorenzo Dapat Wild Card di GP Catalunya

Perlu diketahui, Diogo Campos
dibeli dengan harga paling mahal. Namun, 
hanya mampu mencetak 3 gol dari 23 pertandingan. Selain itu, beberapa
kali molor/mangkir latihan karena berbagai alasan.

Kemudian Diogo juga sering
melakukan perilaku yang kurang baik, misalnya keluar malam. “Sebagai
pemain asing harusnya dia bisa memberi contoh yang baik di dalam maupun luar
lapangan. Ini tim, harus dibangun dengan kekompakan dan kebersamaan, jika ada
pemain yg berpotensi merusak keutuhan, maka akan ditindak secara tegas,”
tegasnya.

Kalteng Putra dapat menuntut
Diogo secara hukum, karena kontraknya belum selesai di Kalteng Putra FC.
“Kita bisa saja sebenarnya menuntut secara hukum karena kontrak dia sampai
akhir tahun bersama. Namun, itu tidak kita lakukan. Dia pergi kemana kita tidak
diberitahu dan status dia keluar adalah free transfer, kita ikhlaskan demi
kebaikan tim ini kedepan,” tukasnya.

Baca Juga :  Babak Pertama, PSBS Biak Bungkam Persewar 2 Gol

Menurutnya, sepakbola tidak hanya yang dilihat
selama 2×45 menit. Ada banyak aspek di luar 
yang harus dipahami. “Mengelola klub Liga 1 membutuhkan dana yang sangat besar
yang tidak semua orang sanggup menyandangnya. Tidak ada manajemen yang ingin
tim hancur, semangat dan kerja keras akan terus dilakukan demi perbaikan
kedepan,” ujarnya.

Begitu juga dengan Antoni yang
dilepas Kalteng Putra. “Antoni ingin main dekat orang tuanya karena mau
menikah. “Dia memang izin
pindah dan kita izinkan,
karena kalau dipaksakan dia juga takkan bisa fokus dan kita juga yang akan
rugi,” pungkasnya. (arj/nto)

PALANGKA RAYA – Kalteng Putra FC melepas dua pemainnya pada bursa transfer pertengahan musim ini.
Mereka ada Diogo Campos yang transfer
ke Persebaya FC dan Antoni Putro Nugroho yang akan berseragam PSS Sleman.

CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran
melalui Sekretaris Tim, Sigit
Wido mengatakan, keduanya dilepas Kalteng Putra karena banyak aspek penilaian
yang dilakulan oleh manajemen.
Hasilnya, tidak dapat dipertahankan dan akan diisi dengan pemain yang lebih
agresif dan mampu mencetak gol.

“Kalau sudah tidak ada hati
main di Kalteng ngapain kita pertahankan. Dia bilang kalau kita tahan, maka dia
tidak akan bisa bantu Kalteng Putra sesuai yang kita inginkan. Ini kan gila.
Kita bayar mahal tapi dia berani bilang tidak akan bermain maksimal,”
ucapnya, Selasa (17/9/2019).

Baca Juga :  Lorenzo Dapat Wild Card di GP Catalunya

Perlu diketahui, Diogo Campos
dibeli dengan harga paling mahal. Namun, 
hanya mampu mencetak 3 gol dari 23 pertandingan. Selain itu, beberapa
kali molor/mangkir latihan karena berbagai alasan.

Kemudian Diogo juga sering
melakukan perilaku yang kurang baik, misalnya keluar malam. “Sebagai
pemain asing harusnya dia bisa memberi contoh yang baik di dalam maupun luar
lapangan. Ini tim, harus dibangun dengan kekompakan dan kebersamaan, jika ada
pemain yg berpotensi merusak keutuhan, maka akan ditindak secara tegas,”
tegasnya.

Kalteng Putra dapat menuntut
Diogo secara hukum, karena kontraknya belum selesai di Kalteng Putra FC.
“Kita bisa saja sebenarnya menuntut secara hukum karena kontrak dia sampai
akhir tahun bersama. Namun, itu tidak kita lakukan. Dia pergi kemana kita tidak
diberitahu dan status dia keluar adalah free transfer, kita ikhlaskan demi
kebaikan tim ini kedepan,” tukasnya.

Baca Juga :  Babak Pertama, PSBS Biak Bungkam Persewar 2 Gol

Menurutnya, sepakbola tidak hanya yang dilihat
selama 2×45 menit. Ada banyak aspek di luar 
yang harus dipahami. “Mengelola klub Liga 1 membutuhkan dana yang sangat besar
yang tidak semua orang sanggup menyandangnya. Tidak ada manajemen yang ingin
tim hancur, semangat dan kerja keras akan terus dilakukan demi perbaikan
kedepan,” ujarnya.

Begitu juga dengan Antoni yang
dilepas Kalteng Putra. “Antoni ingin main dekat orang tuanya karena mau
menikah. “Dia memang izin
pindah dan kita izinkan,
karena kalau dipaksakan dia juga takkan bisa fokus dan kita juga yang akan
rugi,” pungkasnya. (arj/nto)

Terpopuler

Artikel Terbaru