VALENCIA – Video yang
memuat perjalanan karir Jorge Lorenzo itu diputar pada layar televisi di sudut
ruang konferensi pers Sirkuit Ricardo Tormoe, Valencia, Kamis malam WIB
(14/11). Sosok yang menjadi pemeran utama dalam tayangan tersebut
menyaksikannya langsung di hadapan puluhan wartawan dari penjuru dunia. Dia
membuka topinya, menghormati dirinya sendiri. Tanpa dikomando, air matanya
menggenang. Dia kelihatan sedih sebelum menyampaikan sesuatu.
’’Terima kasih,’’
ucapnya setelah video tersebut selesai diputar dan disambut tepuk tangan semua
orang di ruangan itu. Jumpa pers menjelang seri terakhir GP Valencia kemarin
memang berbeda daripada biasanya. Sebagian besar rider MotoGP
dan Moto2 hadir.
Tetapi bukan sebagai
narasumber seperti jamak terjadi di jumpa pers-jumpa pers sebelumnya. Mereka
datang untuk menyaksikan pengumuman pensiunnya sang juara dunia lima kali di
semua kelas grand prix, Jorge Lorenzo.
Memang sulit
membayangkan seorang juara dunia lima kali seperti Lorenzo mengakhiri karirnya
dalam kondisi yang sangat terpuruk. Dia berhenti membalap bahkan ketika membela
tim terbaik di MotoGP saat ini, Repsol Honda.
Bahkan, pada awal musim
ini, semua pandit mengatakan bahwa tim pabrikan berlogo sayap mengepak itu
memiliki line-up pembalap
terbaik sepanjang sejarah. Yakni, sang juara bertahan Marc Marquez dan Lorenzo.
Tetapi, cedera yang
membebat sebelum musim ini dimulai benar-benar membuat Lorenzo terjun hingga ke
titik nadirnya sebagai pembalap MotoGP. Dia tenggelam di posisi ke-19 klasemen
pembalap, sedangkan rekan setimnya merengkuh gelar juara dunia yang ke-8 musim
ini.
’’Setelah kecelakaan di
Assen (GP Belanda tahun ini), aku mulai berpikir untuk berhenti membalap.
Tetapi, aku masih ingin berusaha menemukan kembali antusiasmeku. Ternyata aku
gagal. Dan setelah GP Malaysia, aku berbicara kepada Alberto (Puig, manajer tim
Repsol Honda),’’ tutur rider berjuluk X-Fuera itu.
Cedera punggung pasca
mengalami patah tulang belakang di Assen membuatnya harus absen di empat race berikutnya.
Tentang masa depannya,
Lorenzo belum bisa menyebutkan saat ini. Yang pasti, GP Valencia akhir pekan
ini akan menjadi race terakhirnya. ’’Hidup bukan melulu tentang
balap motor. Banyak hal lain di dunia ini. Aku akan memikirkannya nanti setelah
benar-benar pensiun,’’ tandasnya.
Jumpa pers tersebut
membuat heboh jagat MotoGP sejak sore. Sebab, bukan hanya Lorenzo yang hadir.
CEO Dorna Carmelo Ezpeleta juga mendampingi secara langsung. ’’Kami ingin
berterima kasih kepada Jorge karena sudah memberikan banyak memori dan
kontribusi luar biasa terhadap olahraga ini. Kami akan menabalkannya sebagai
legenda MotoGP,’’ ujarnya.
Lorenzo adalah salah
seorang pembalap terbaik yang beredar di MotoGP sepuluh tahun terakhir.
Musim-musim terbaiknya terjadi ketika masih bersama Yamaha. Sejak promosi ke
MotoGP pada 2008, Lorenzo menjadi salah seorang andalan tim garpu tala. Bersama
pabrikan Jepang tersebut, rider 32 tahun itu mendapat tiga gelar MotoGP.
Bahkan, dialah
satu-satunya pembalap yang mampu mengalahkan Marc Marquez sejak juara dunia
MotoGP enam kali itu naik ke kelas utama pada 2013.
Setelah keputusan
pensiun Lorenzo itu, muncullah beberapa skenario dalam bursa transfer pembalap
musim depan. Salah satunya adalah naiknya Cal Crutchlow yang kini membela tim
satelit Honda, LCR, ke tim utama Repsol Honda.
Kursi Crutchlow di LCR akan diisi Johann Zarco
yang tampil impresif dalam dua race terakhir menggantikan Takaaki Nakagami.
Atau, skenario lain, Zarco diplot langsung menggantikan Lorenzo. Hal itu sangat
terbuka karena sampai saat ini pun rider Prancis tersebut masih diincar Yamaha
untuk dijadikan pembalap uji dengan iming-iming diberi satu kursi balap di
MotoGP pada 2021. (jpc/jpnn)