Lini belakang Persebaya Surabaya tampil solid dan konsisten di era baru Bernardo Tavares pada putaran pertama Super League 2025/2026.
Identitas bertahan yang kuat mulai terlihat jelas, menjadikan Green Force sebagai salah satu tim dengan fondasi paling rapi musim ini.
Persebaya Surabaya menutup putaran pertama dengan status best defense peringkat kelima Super League 2025/2026. Tim kebanggaan Bonek itu hanya kebobolan 16 gol dari 17 laga atau rata-rata 0,94 gol per pertandingan.
Kokohnya lini belakang Persebaya Surabaya tidak bisa dilepaskan dari peran vital Ernando Ari Sutaryadi.
Kiper Timnas Indonesia itu tampil cemerlang dengan mencatatkan 62 penyelamatan dari 16 pertandingan sepanjang putaran pertama.
Catatan tersebut menjadi rekor pribadi Ernando Ari musim ini sekaligus menempatkannya dalam tiga besar kiper dengan penyelamatan terbanyak Super League 2025/2026.
Ia hanya kalah dari Mike Hauptmeijer milik Bali United dengan 69 penyelamatan dan Nadeo Arga Winata dari Borneo FC dengan 66 penyelamatan.
Secara statistik, kontribusi Ernando Ari terlihat sangat signifikan dalam menjaga gawang Persebaya Surabaya.
Ia tampil penuh selama 1.440 menit dengan akurasi umpan 65 persen serta mencatatkan 12 intersep, 8 sapuan, dan 30 pemulihan bola.
Tak hanya mengandalkan refleks di bawah mistar, Ernando juga aktif dalam membangun permainan dari belakang.
Sepanjang putaran pertama, ia mencatatkan 373 umpan dengan 241 di antaranya sukses, menegaskan perannya dalam skema permainan Bernardo Tavares.
Kinerja Ernando Ari mendapat dukungan penuh dari barisan pertahanan yang tampil disiplin dan terorganisasi.
Kombinasi bek tengah berpengalaman dan pemain muda membuat struktur pertahanan Persebaya Surabaya relatif stabil sepanjang putaran pertama.Risto Mitrevski menjadi palang pintu utama dengan rating tertinggi di lini belakang, yakni 7,18.
Ia didampingi Leo Lelis yang mencatatkan rating 6,98 serta Dime Dimov dengan nilai 6,70 sebelum dikabarkan hengkang pada paruh musim.
Di sektor sayap, Persebaya Surabaya mengandalkan Mikael Tata di kiri dan Koko Ari di kanan. Keduanya memberikan keseimbangan antara bertahan dan membantu serangan, meski tetap memprioritaskan disiplin posisi.
Opsi lain juga tersedia dengan kehadiran Arief Catur Pamungkas, Randy May, dan Kadek Raditya. Kehadiran mereka memberi kedalaman skuad yang cukup untuk menjaga konsistensi performa sepanjang kompetisi.
Menariknya, Bernardo Tavares belum sepenuhnya puas dengan fondasi yang ada.
Pada jeda kompetisi putaran pertama, ia langsung bergerak cepat memperkuat lini belakang dengan mendatangkan Gustavo Fernandes dan Jefferson Silva.
Masuknya dua pemain baru itu menjadi bagian dari strategi Tavares membangun persaingan internal.
Ia ingin setiap pemain terpacu meningkatkan kualitas agar performa tim semakin solid saat kompetisi kembali bergulir.
“Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” kata Tavares.
Proses adaptasi pemain baru menjadi fokus utama tim pelatih Persebaya Surabaya. Menurut Tavares, pemahaman karakter dan gaya bermain harus dipercepat agar tidak mengganggu keseimbangan tim.
Untuk menunjang hal tersebut, Persebaya Surabaya berencana menggelar laga uji coba selama masa jeda kompetisi. Agenda ini dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi bagi pemain yang selama ini belum banyak mendapat menit bermain.
“Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” ujarnya.
Tavares menegaskan pentingnya kompetisi sehat di dalam skuad sebagai kunci membangun tim kuat. Ia ingin setiap posisi memiliki dua hingga tiga pemain dengan kualitas yang relatif seimbang.
“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelasnya.
Selain Gustavo Fernandes dan Jefferson Silva, Persebaya Surabaya juga mendatangkan Bruno Paraíba untuk memperkuat sektor penyerangan.
Kehadiran pemain asing baru diharapkan mampu memberi dampak positif, termasuk menjaga stabilitas ruang ganti.
Tavares menilai keseimbangan antara pemain lama dan baru menjadi kunci keberhasilan tim di paruh kedua musim. Ia ingin atmosfer kompetitif tetap terjaga tanpa mengorbankan kekompakan tim.
“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandasnya.
Dengan catatan pertahanan terbaik nomor lima di Super League, Persebaya Surabaya menunjukkan arah perkembangan yang menjanjikan.
Jika fondasi ini terus diperkuat, Green Force berpeluang menjadi salah satu tim paling sulit ditaklukkan di paruh kedua musim.(jpc)


