Arne Slot menunjukkan kebahagiannya setelah mendengar kabar Mohamed Salah akan kembali dari Piala Afrika (AFCON) pekan depan, dan menegaskan bahwa sang penyerang tetap menjadi bagian “sangat penting” bagi Liverpool.
Timnas Mesir yang diperkuat Salah tersingkir oleh Senegal di semifinal AFCON pada Kamis (15/1), namun pemain berusia 33 tahun itu akan tetap bersama tim nasionalnya hingga laga perebutan tempat ketiga melawan Nigeria di Casablanca akhir pekan ini.
Pemain berjuluk Raja Mesir ini memunculkan kontroversi bulan lalu ketika wawancara sensasional menggemparkan media di mana ia mengklaim Liverpool telah “menelantarkannya” atas performa buruk klub dan hubungannya dengan Slot telah memburuk.
Salah kemudian dikeluarkan dari skuad untuk pertandingan Liga Champions Liverpool melawan Inter Milan, namun kembali bermain dalam kemenangan 2–0 atas Brighton sebelum berangkat ke Piala Afrika, dengan Slot menegaskan bahwa situasi sebelumnya telah terselesaikan.
“Pertama-tama, dia (Salah) akan memainkan pertandingan besar untuk Mesir pada hari Sabtu dan kemudian dia akan kembali kepada kami (Liverpool),” buka pelatih kepala kelahiran Belanda itu.
“Saya senang dia kembali. Mo (Salah) sangat penting bagi klub ini dan bagi saya, jadi saya senang dia kembali. Bahkan jika saya memiliki 15 penyerang, saya akan senang melihat Mo kembali, tetapi itu bukan situasi kami.
Kemudian Slot juga mengonfirmasi ketersediaan winger andalannya tersebut untuk bermain dalam pertandingan Liga Champions The Reds saat melawan Marseille pertengahan pekan depan.
“Kami sedang berdiskusi dengannya dan apa yang diharapkan darinya di sana (timnas) dan di sini (klub). Dia memiliki pertandingan penting pada hari Sabtu dan kemudian dia akan kembali bersama kami,” tegas kembali sang manajer.
Liverpool berharap dapat memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 12 pertandingan mereka di semua kompetisi ketika mereka menjamu Burnley di Liga Inggris di Anfield pada pekan ini
Walau pasukan Slot belum kalah sejak kekalahan memalukan 1–4 dari PSV Eindhoven November lalu, pelatih berusia 47 tahun itu mengakui bahwa performa tim asal Merseyside ini masih perlu ditingkatkan jika timnya ingin meraih kesuksesan musim ini.
“Idealnya bukan 11 pertandingan tanpa kekalahan, melainkan 11 kemenangan beruntun. Itulah yang kami tuju. Aston Villa memenangkan banyak pertandingan beruntun, tetapi dari posisi kami saat kebobolan empat gol melawan PSV Eindhoven hingga sekarang.
“Kami berada di posisi yang jauh lebih baik, tetapi masih ada ruang untuk perbaikan. Bahkan tahun lalu ketika kami berada di puncak klasemen Liga Primer dan Liga Champions pada waktu ini,” pungkas eks ahli taktik PSV ini.(jpc)


