Setiap pelatih punya hak, dan hak itu akan digunakan Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya dalam mengarungi putaran kedua Super League musim ini.
Hak yang dimaksud di sini adalah kebebasan Bernardo Tavares dalam menggunakan para pemainnya. Mantan pelatih PSM Makassar itu bisa menggunakan pemain sesuai kebutuhan tim, dan tujuannya adalah membawa hasil positif bagi Green Force di setiap pertandingan.
Pelatih berpaspor Portugal itu kabarnya akan kembali menggunakan atau memaksimalkan pemain sesuai peran aslinya. Contoh kecil adalah mengembalikan Dejan Tumbas kembali ditempatkan di posisi penyerangan, meski Tumbas kategori pemain versatile alias pemain yang bisa dimainkan di posisi manapun.
“Dejan bisa bermain di banyak posisi. Kami akan melihat opsi terbaik untuk tim. Saya senang memiliki pemain seperti Tumbas. Ia bisa bermain di posisi mana saja, kecuali penjaga gawang,”
“Bisa jadi (Dejan dikembalikan ke depan). Dejan bisa bermain dimana saja. Cukup beri dia kesempatan selama sebulan agar dia bisa bermain (di posisi tersebut). Jadi, mari kita lihat apa yang akan terjadi.”
Dari komentar tersebut, Bernardo Tavares ditengarai sedang ‘memasak’ atau mencoba resep baru untuk melihat sisi lain pemain sekaligus opsi terbaik bagi Persebaya.
Jika Tumbas berhasil menjawab kepercayaan sang pelatih, tak menutup kemungkinan Tumbas akan selalu bermain di depan gawang lawan. Hal itu tak terjadi sejak awal musim ini, di mana dirinya selalu ditempatkan di posisi full back kiri.
Dan, para pendukung Persebaya pun tak sabar menyaksikan olahan versi Bernardo Tavares. Mereka memberikan komentar beragam, meski mayoritas percaya Tumbas bakal lebih ‘ngosek’ ketika bermain di depan.
“Akurasi tendangan e apik,” ujar @can***
“Tumbas wingi lek masak kliru ancene, jarno wes cek di masak BT gacor² arek iki,” lanjut @ram***
“Spartan asli beli ini multifungsi,” ujar @ahm***
“Dejan crossinge apik,” papar @nov***
‘Kok feeling ku mari ngene Tumbas dadi GANAS,” imbuh @kev***
“Coach tavares sedang memasak,” kata @mpo***
“Percayalah dia sudah cinta dengan Persebaya.ingat jika bermain dengan cinta pasti akan bermanfaat bagi tim,” beber @mas***
“Dejan tumbas waktu awal debut hampir cetak gol tendangan volly keren tapi sayang sekali offside waktu lawan pss sleman,” ungkap @_fr***
“Tumbas masuk skema Tavares,” papar @aw_***
“Dejan nang mburi ae ngosek2 opo maneh nang ngarep masio gk ngegol.no gpp penting isok ngrusak konsentrasi lawan Dadi Gali karo Bruno isok bebas,” tutup @nan***
Yang terpenting, sejak ditunjuk sebagai pelatih Green Force, Bernardo Tavares selalu menjalaninya sepenuh hati. Bahkan, pelatih berkepala plontos itu membawa kemenangan saat debut bersama Persebaya kontra Malut United.
Kini, waktunya bagi Tavares kembali membuktikan kepercayaan manajemen Persebaya maupun Bonek dan Bonita. Bukan hanya hasil positif, karena itu menjadi bagian dari proses. Tavares bertekad mamaksimalkan setiap peran yang dimiliki pemainnya demi kejayaan Persebaya.(jpc)


